Mission To Protect Antagonist

Mission To Protect Antagonist

  • WpView
    Reads 322,432
  • WpVote
    Votes 21,396
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 28, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Apa kamu percaya, bahwa Adanya kehidupan ke 2 setelah kematian? Walau pun kamu adalah seorang pendosa, tapi Tuhan tetap berbaik hati kepada dirimu. Seperti Arez Tyron Achlys wanita berusia 23 tahun itu merupakan pendiri geng Hyachint yang haus akan darah. Dan berakhir 'i khianati oleh orang terdekatnya', mungkin ini adalah karma dari Tuhan untuknya. Ntah kesempatan atau karunia, dia malah masuk ke dalam novel berjudul 'Flower Girl' dan misi utamanya adalah. Melindungi Sang Antagonis. #Slow Up •Start : 30 - 11 - 2022 •End : -
All Rights Reserved
#955
perpindahanjiwa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Bride Who Never Was
  • DARAH KAISAR I & II [SELESAI]
  • Aurel's Life Transmigration ( END )
  • Fate Of 100 Live : The Evil Character's Brother #3 [END]
  • HE IS SADEWA (END)
  • To Be Antagonis
  • Auzi's second life
  • ARJUNA
  • I'm Serious! [End]
  • AS : The Side Character's Rebirth

[Reading List September 2023 - RomanceID as Dangerous Love Category] #1 on History - 15/07/25 #1 on Mitologi - 29/01/24 #1 on War - 28/01/24 #1 on Yunani - 19/12/23 #1 on Slowburn - 19/12/23 ⚠️ May contain explicit things (21+) that can triggering you. ⚠️ Brie cuma punya tenggat dua jam sebelum essay tambahan dari mata kuliah Seni Yunani dan Roma Modern dikumpulkan kepada sang profesor. Dalam waktu yang cukup singkat itu, ia berusaha melawan bekas hangover di perpustakaan kampus. Namun, apa jadinya jika kopi yang sudah ditambahkan dua shots justru tak mempan dan malah membuatnya terpental jauh ke masa lampau. Seorang gadis abad kedua puluh satu yang harus terbangun untuk hidup di zaman sebelum masehi. Parahnya, ia terjebak menjadi budak 'pahlawan' perang kala itu. Mampukah seorang gadis yang sudah mencicipi manisnya hak bersuara di masa modern bertahan di masa-masa pembungkaman? Dapatkah ia memastikan kepalanya tetap utuh di tempat, ketika marak pembumihangusan orang sebangsanya? Bagaimana jika dia terjebak menjadi budak 'sang pahlawan' di sini selamanya? Lalu apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya di perpustakaan? Apakah ia mati? Apakah kopinya beracun? Oh, tidak! Terlalu banyak pertanyaan tak terjawab. Namun, satu hal yang ia tahu jawabannya dengan pasti. Pokoknya, bagaimanapun caranya, dia harus kembali. Apa pun jalannya akan ia lalui. Apa pun. Hanya untuk kembali. Sebab menjalani kehidupan di sini adalah mimpi terburuk yang menyiksa diri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines