10. Perdebatan

161 64 63
                                    


"MAMI TUNGGUIN CHARA!" teriak Charlina saat keluar dari mobil. Sedang yang dipanggil tak kunjung mempedulikan sang pemanggil. Ia hanya fokus pada gedung megah nan besar di depannya, sembari tersenyum lebar membayangkan berbagai macam koleksi-koleksi terbaru yang akan dibelinya.

Brukk

"Awww," ringisnya seraya mengelus jidatnya yang terasa sedikit sakit akibat terbentur kepala Erlin.

"Anak sialan lo. Main tabrak ae," gerutu Erlin sembari berbalik menghadap Charlina.

"Lah, siapa suruh Mami main berenti tiba-tiba? Kan Chara gak liat." Charlina kembali membela diri dengan bibir sedikit cemberut.

"Mang Ujang yang suruh."

"Mami kenal mang Ujang? Siapa? Nemu dimana?" tanya Charlina beruntun.

"Nemu di selokan," jawab Erlin sekenanya.

"Kek tikus ae."

"Gini nih kalau oon. Punya otak tapi gak guna. Mikir ae susah bat." Erlin menjitak kepala Charlina.

"Mami, sakit tau. Main jitak-jitak ae. Ni jidat juga udah sakit kali nubruk kepala batu mami," protes Charlina sambil mengusap-ngusap jidatnya.

"Makanya punya mata dipakek buat liat, bukan buat lirik cowok sana sini."

"Lirik cowokkan juga liat mi."

"Serah lu dah." Erlin mulai jengah kembali, lalu ia melanjutkan langkahnya.

Jika terus-terusan meladeni perdebatan tiada arti dari anaknya itu, bisa jadi ia tidak akan bisa membeli berbagai macam koleksi-koleksi yang telah ia incar. Kalah cepat, barang-barang tersebut pasti akan ludes dibeli para peminat yang lain.

---------

Uh akhirnya selesai.

Terlalu sedikit?

Iya Yaya tau. Sebenarnya emang gak ada niatan buat up. Belum nemu ide kelanjutannya 😫. Tapi berhubung besok IDUL ADHA. Jadi Yaya up.
Yaya mau ucapin.

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA bagi yang merayakan. Mohon maaf lahir batin ya 🙏🙏

Udah segitu aja.

Etss, jangan lupa vote & commentnya ya🙏

Tunggu BIRU di part selanjutnya 👌

See you 😘

30

BIRU [ On Going ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang