SHALETTA QUEENSA IVVANKA

23 2 0
                                        

Gadis berpiyama pink itu masih saja bergelung dengan selimut tebalnya. Sesekali ia merubah posisi tidurnya.

Sebenarnya gadis itu tidak benar-benar tidur hanya memejamkan matanya karna dia bingung juga mau ngapain kalau dia bangun.

Lagipula dia sendirian dirumahnya. Ayah dan Bundanya sedang ada acara bersama salah satu teman bisnis Ayahnya, katanya mau berolah raga bersama dan dilanjut sarapan bersama. Sedangkan adiknya, Samuel, sudah pasti dia latihan basket dan pasti akan nongkrong sampai siang. Ditambah Bi Asmar asisten rumah tangganya yang mengambil cuti dua hari ke depan. Benar-benar membosankan.

Kruyukk kruyuk

Dasar lapar tidak tau waktu memang. Dia mau makan apa sekarang. Bundanya saja tidak sempat masak tadi.

Shaletta mendengus sebal. Kemudian beranjak ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.

Setelah selesai, ia keluar dan melihat jam dinding yang tergantung di atas tv dikamarnya. Masih pukul tujuh pagi, kenapa jam terasa sangat lama sekali padahal dia rasa dia bermalas-malasan dikamar cukup lama.

Shaletta mengambil ikat rambut diatas nakas lalu mengikat rambut sebahunya asal. Setelah selesai ia segera melangkahkan kaki keluar kamar menuju dapur untuk membuat sarapan untuk dirinya sendiri.

Dari bahan yang dia temukan didapurnya sepertinya dia akan membuat omelette saja. Sederhana tapi lumayan bikin kenyang lah.

Jangan dikira Shaletta tidak bisa memasak ya, manja manja gini Shaletta jago masak apalagi membuat dessert. Tidak diragukan lagi deh pokoknya.

Setelah kurang lebih sepuluh menit dia berkutat dengan alat masaknya. Akhirnya Shaletta bisa juga menikmati makanan bikinannya sendiri.

Ia membawa satu piring omelette dan segelas es teh manis menuju ruang keluarga. Menyalahkan tv kemudian duduk dikarpet tebal berbulu dengan makanan yang berada diatas meja didepannya.

Shaletta makan dalam diam. Ya iya lah mau bicara dengan siapa dia, apa dia harus bicara dengan hantu penunggu rumahnya. Shaletta bergidik ngeri kemudian kembali memfokuskan diri pada layar televisi 43 inch didepannya.

Setelah selesai dengan ritual makannya. Ia mematikan tv dan beranjak untuk mencuci piringnya, menyapu, mengepel, menyiram bunga-bunga kesayangan Bundanya, merapikan keempat kamar tidur dirumahnya sebenarnya hanya tiga sih karna kamar adiknya memang sudah rapi dan tak lupa dia juga mencuci pakaiannya.

Tunggu, kenapa Shaletta jadi rajin hari ini. Biasanya dia memilih kembali kekamar setelah sarapan saat ada Bundanya. Emang ya kalau sendirian dirumah jadi rajinnya minta ampun. Untung saja rumahnya ini hanya satu lantai tentu karna keinginan Bundanya. Tapi walaupun begitu rumah Shaletta memiliki halaman belakang yang luas, terdapat satu rumah kecil dibelakang, rumahnya tepat disamping taman.

Sebenarnya rumah itu ditujukan untuk ART yang dulu pernah bekerja dirumahnya tapi karna dia sudah keluar dan digantikan oleh Bi Asmar yang rumahnya dekat makanya rumah itu direnovasi Ayahnya dan sekarang dipakai jika ada teman Shaletta atau teman Samuel yang menginap. Meskipun cuma terdapat ruang tamu, 2 kamar tidur dengan ukuran 3x4 meter, dapur dan kamar mandi tapi rumah itu cukup nyaman.

Shaletta mengusap keringat didahinya, selesai sudah dia menjemur pakaiannya. Ia kembali masuk kedalam rumah dan memilih untuk membersihkan dirinya setelah selesai dengan pekerjaan dadakannya ini.

Tepat pukul sepuluh lebih dua puluh dia menyelesaikan acara mandinya. Dia juga sudah mengganti baju dengan celana pendek selutut dan kaos polos berwarna merah muda.

Dia merebahkan diri dikasur kamarnya. Sedikit meregangkan otot-ototnya yang terasa pegal. Ternyata berat juga ya mengerjakan pekerjaan rumah. Ia memejamkan mata sejenak sebelum suara klakson mobil kembali membuat matanya terbuka.

LOSLATENStories to obsess over. Discover now