"Gak usah kebanyakan ngayal deh lo, doi lo aja gak peka peka!"

Adek bangsat.

"Nyindir gue aja terooss, urus tuh Devan. Dasar PHP!"

"Eh ya kak, kakak tau cara cepet move on nggak?"

Nadiyah tertawa terbahak-bahak. "Lo tanya begituan sama gua? biasanya kan lo pro dalam urusan begini,"

"Ih kak, gue serius!"

"Oke oke, gue kasih challenge aja gimana?"

"Apa?"

"Jadiin Raka pacar lo!"

"WHAT?! gila lo. Cowok nyebelin kayak gitu? Jangan kan pacar, deket juga gue enggak mau!"

"Nah makanya itu, deketin dia. kan beda dari mantan-mantan lo. Lagi pula katanya dia belum pernah pacaran sih, lumayanlah dia ganteng. Jadi lo bisa move on dari Devan." Ceramah Nadiyah panjang lebar.

Arsy diam dan memikirkan lebih lagi.

"Kenapa? lo takut?"

Wah nantangin ceritanya.

"Huh, gue? nggak sama sekali," Jawab Arsy dengan sombongnya. Bisa mati diledekin gue.

"Buktiin ke gue!" Ujar Nadiyah, lalu pergi.

*****

Pagi ini Arsy dibuat keasl oleh kakaknya. Bukannya dibangunin malah di tinggalin. Dasar kaka terlaknat! jadi Arsy terpaksa deh untuk berangkat naik angkot.

Arsy berjalan dengan bibir yang terus menggerutu. Sial. Mengapa angkot lama sekali?

Tidak kesengajaan atau sebuah keberuntungan, tiba-tiba mata Arsy mengangkap sebuah sepeda motor yang hendak melewatinya. Dan Arsy kenal dengan pengandaranya. Akhirnya bisa dapat tumpangan.

Arsy berlari ketengah jalan raya lalu menghadangnya "STOP!" Teriaknya sambil merenggangkan tangannya.

"Mau mati?" Tanya Raka datar

"Berhubung kita satu sekolah dan gue belum dapet angkot, gue nebeng ya?"

"Nggak!" Ketus Raka.

"Raka pleasseeee!!" Mohon Arsy dengan memasang wajah seimut mungkin. "Oh ya kenalin gue Arsy Inayah Aulia, anak sebelas ipa 2." Ucap Arsy ramah sembari mengulurkan tangannya.

"Oh," Raka hanya ber oh ria tanpa berniat untuk membalas uluran tangan Arsy. Eh sumpah demi apapun, gue dicuekin? Batin Arsy.

sabar

"Raka please ... Arsy numpang ya?" Mohon Arsy sekali lagi.

"Gue bukan tukang ojek," Ujar Raka lalu pergi.

Arsy ditinggal? iya

"RAKA!!" Lelaki itu benar-benar meninggalkannya. Benar-benar tidak mempunyai perasaan. Arsy jadi teringat dengan challenge kakaknya kemarin. Mana mungkin dia bisa. Memang kakaknya agak-agak bego.

Ralat, memang bego

Rasanya Arsy ingin menangis kencang. Ia baru tahu didunia ini ada manusia seperti Raka, manusia atau patung idup sih? Senyum tidak, ngomong tidak, se enak jidat saja dia meninggalkan cewek seperti Arsy ditengah jalan.

Pagi yang sial.

*****

Gara-gara Arsy mempunyai kakak yang bullshit dan juga ketemu dengan cowok patung idup. Bentuknya saja manusia tapi berhati batu. Terpaksa Arsy harus dihukum berdiri ditengah lapangan dengan tangan terangkat menghormat bendera.

Hukuman kuno. Guru jaman sekarang memang tidak kreatif ya. Kan jadi bau keringat dan hitam pula.
Kecantikan Arsy bisa-bisa memudar.

Iyain aja.

"Hahaha!" Anggun dan Mina tertawa lepas mendengar cerita sial yang dialami Arsy.

"Eh babi, lo berdua sama aja ya kayak Raka!"

"Iya, iya maap Sy, abis lucu soalnya. Kasian bat sih sahabat gue ini," Ujar Anggun.

"Sahabat pala lu peang! Udah ah kekantin yuk,"

"Cie, kangen ya sama bang eko?" Ledek Mina. Memang takdir apa yang mempertemukan dengan sahabat-sahabat terlaknat seperti mereka. Ingin rasanya lempar nih sepatu kemulutnya.

Lalu mereka berjalan beriringan melewatu koridor menuju kantin. Lagi-lagi mata Arsy menangkap wajah datar Raka yang lewat dengan arah terbalik.

Rasanya kalau bunuh orang itu boleh ataupun wajib jika orangnya menyebalkan, sekarang juga Arsy ingin membunuh Raka. Emang dasar patung idup, merasa bersalah atau tidak sih?

Ditengah-tengah asyiknya menikmati bakso bang Eko. Bakso mulu, nggak bosen apa? Arsy mulai kepikiran lagi dengan challenge Nadiyah kemarin. Gadis ini merasa ini adalah sebuah tantangan yang sangat menarik. Seumur hidupnya kan cintanya tidak pernah ditolak malah ia yang sering menolak. Mungkin Raka juga seperti itu.

"Eh gue mau minta pendapat sama kalian," Kata Atsy memulai pembicaraan.

"Apaan dah?" Potong Mina.

"Gue dapet challenge dan gue harus buktiin kalo gue bisa jadi pacar Raka,"

Uhuuukk ... uhukk ...!!

Mina dan Anggun langsung tersedak batuk mendengar kata 'Raka'. Arsy melihat heran pada kedua sahabatnya yang terlalu lebay. "Drama bat dah lo berdua, gitu aja keselek!"

"Gue gak salah denger nih?" Tanya Anggun.

"Iya, gue serius."

"Haha, coba aja kalo lo bisa. Eh tapi ya Sy, menarik juga kayaknya buat lo coba. Kan Lo kan selalu bisa dapetin cowok," Lanjut Mina.

Iya Memang sih, Arsy selalu bisa mendapatkan cowok sasarannya. Tapi kali ini, ia harus berpikir dua kali bahkan ratusan kali untuk mendapatkan seorang Raka. Lah coba bayangin kejadian tadi pagi, yang kemarin juga. Sampai sekarang tidak ada kesadarannya tuh bocah

Hai hai hai gimana dengan yang ini? setuju gak Arsy menjalankan challenge ini? Hm...tapi inget loh, Raka itu cuek banget tapi ganteng banget. Haha. Makanya ayo komen yang banyak ya!!

Jan lupa vote nya ya

See you❤

BINTANGWhere stories live. Discover now