Choi Hana, gadis itu kembali menginjakan kaki di kampung halamannya setelah makan malam tidak penting di luar kota.
Dan sekarang dihadapan Hana, kedua orang tuanya tengah melambaikan tangan dengan lemah gemulai dari jet pribadi mereka.
Lagi, Hana ditinggal untuk perjalan bisnis keluarga, andai saja Choi Minho oppa tercintanya tidak masuk militer tahun ini, Hana tidak akan kesepian.
"Pergilah, dan jangan kembali lagi!"
Hana memalingkan wajah dan berjalan menghentakan kakinya ke mobil, menghempaskan pintu mobil tidak bersalah itu kuat guna menunjukan rasa tidak sukanya.
Hana tidak peduli melihat kedua paruh baya yang masih tersenyum manis melihat tingkah kekanakannya.
Hana lebih memilih membuka heels brandednya kasar dan menyandarkan kepalanya di kursi mobil. Ia benar-benar muak, walau sikap Hana seperti acuh tak acuh pada semua orang. Namun ketahuilah, mereka orang tua Hana, siapa yang tidak ingin menghabiskan waktu bersama keluarganya.
Sepuluh menit berlalu, jet pribadi keluarga Choi juga sudah lepas landas, Namun ajjushi Ahn masih belum menggerakan mobil yang Hana tumpangi, membuat emosi Hana kembali melonjak.
"APA LAGI? JALAN SEKARANG!"
Hana mengerang pada ajjushi Ahn, Ajjushi Ahn terlihat menunduk ketakutan dan mengatakan jika dirinya masih menunggu Sekretaris Kim dan tuan muda Park Jisung.
"Aiisssh, perjaka tua itu,"
Hana kembali menggerutu melihat sekretaris Kim yang biasa ia panggil ajjushi masih mengobrol dengan beberapa orang yang Hana tidak tau siapa. Dan satu lagi, Park Jisung, adik sepupu Hana. Bocah itu akan tinggal bersama Hana hingga beberapa bulan kedepan.
Jangan tanya mengapa, Ayah dan Ibu Jisung juga sedang melakukan perjalanan bisnis, jadilah bocah itu dititipkan pada Hana.
Cklelk,,
Pintu mobil terbuka memperlihatkan Jisung yang imut sedang tersenyum manis pada Hana, jangan lupakan tangannya juga ikut melambai.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.