8. Sheila Kenapa?

2.9K 165 0
                                    

Matahari sudah menampakan cahayanya. Tetapi lelaki tampan itu masih setia bergelung dengan guling dan selimutnya seolah tak terganggu oleh cahaya matahari yang masuk ke kamarnya melalu celah gorden.

Tok! Tok! Tok!

"Rey bangun sayang" suara Tiara dari luar kamar.

Rey yang merasakan ada yang mengetuk pintu dan meneriaki namanya langsung terbangun dan duduk mengumpulkan nyawanya yang belum terlalu sadar.

"Iya Bun Rey udah bangun" Jawab Rey

"Capetan mandi. Bunda tunggu di bawah buat sarapan"

Setelah mengatakan itu Tiara pergi dari depan kamar anak semata wayangnya itu. Sedangkan Rey langsung menuju kamar mandi.

Lima belas menit berlalu Rey sudah siap dengan seragam nya. Rey berlalu menuju ruang makan yang sudah ada sang Bunda dan Papanya yang sedang duduk manis menunggu dirinya.

"Pagi Bun Pa" sapa Rey setelah duduk di sebelah kiri Papanya.

"Pagi sayang" ucap Papa dan Bunda berbarengan.

Tak ada lagi yang membuka suara, mereka memakan makanan nya dengan tenang. Hingga akhirnya makanan habis Rey pamit pada kedua orang tuanya untuk pergi ke sekolah.

"Rey berangkat Bun Pa. Assalamualaikum" ucap Rey menyalami tangan bunda dan papa.

"Waalaikumsalam"

Rey melangkahkan kakinya kearah garasi mobil yang terletak di sebelah kiri rumah Rey. Setelah Rey selesai dengan urusan mobil nya ia keluar dari mobil dan menghampiri rumah Sheila yang berada di samping kanan rumahnya. Tak perlu waktu lama sekarang Rey sudah berada di depan pintu rumah sahabat kecil nya itu.

Tok! Tok! Tok!

Rey sudah mengetuk pintu beberapa kali bahkan sudah mengucapkan salam dengan berteriak namun tak ada yang membuka pintu. Rey beralih pada ponsel nya lalu menelfon sang sahabat. Tetap saja ponsel Sheila tak aktif berfikir Sheila sudah berangkat terlebih dahulu Rey kembali ke rumah nya menuju mobil lalu pergi ke sekolah tanpa Sheila.

Sesampainya di sekolah Rey langsung menuju kelas nya dan yap! Tas Sheila sudah bertengger manis di tempatnya tetapi tidak dengan Sheila ntah kemana gadis itu pergi. Tak mau ambil pusing Rey memilih memainkan game yang ada di ponsel nya.

Lima belas menit kemudian bel pertanda mulainya jam pelajaran pun berbunyi satu persatu murid memasuki kelas. Sheila datang dua menit sebelum guru yang mengajar masuk kelas.

Selama pelajaran berlangsung Sheila sama sekali tak menghiraukan Rey yang ada di samping nya. Biasanya Sheila selalu gencar menganggu Rey walaupun guru sedang menjelaskan. Keanehan sikap Sheila tertangkap oleh Rey. Ia mengingat kejadian kejadian yang ia lakukan bersama Sheila. Apa ia melakukan kesalahan pada Sheila? Sampai sampai Sheila mengacuhkan nya.

Pelajaranpun di sudahi. Jam berikutnya guru yang mengajar tidak masuk di karenakan sakit mereka hanya di beri tugas. Sikap Sheila masih sama pada Rey sangat acuh tanpa menganggu Rey sama sekali.

Bel istirahat sudah terdengar dengan buru buru Sheila langsung merapihkan bukunya lalu melenggang cepat keluar kelas tanpa menoleh sedikitpun ke arah Rey. Apa yang sebenar nya telah Rey perbuat? Sampai sampai Sheila mendiamkan nya seperti ini.

Dahi Rey terlihat bergelombang menyadari sikap aneh sahabat nya itu. Namun Rey tetap Rey yang tak peduli pada apapun ia memilih melenggang meninggalkan kelas lalu menuju kantin karena dua teman nya sudah berada di sana terlebih dahulu.

Sesampainya Rey di kantin ia menyapu pamdangan mencari dua orang lelaki yang sedang menunggunya. Dan hap! Rey melihat Dhafi dan Revan duduk dibagian pojok kantin.

Temen Apa Temen✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang