27. KEJUTAN

1M 85.7K 53.3K
                                    

Hai teman-teman kalian sudah follow akun Shopee: poppipertiwi_ belum?

27. KEJUTAN

Jihan langsung menuju ke ruang guru ketika mendengar pengumuman itu. Septian sudah masuk ke dalam lalu cowok itu menutup pintu kaca ruangan agar tidak ramai. Jihan menoleh ketika melihat teman-teman Septian berdiri dengan muka kepo di samping ruang guru.

"Gal Septian baik-baik aja kan?"

"Gal, Gal! Septian gak kenapa-napa kan?"

"Gal jawab dong! Septian lama gak di dalemnya?"

"GALLLLLLLLL!" teriak Jihan membuat Galaksi menutup sebelah telinganya karena perempuan itu persis berteriak di sampingnya.

"Mana gue tau emangnya gue Pak Maman?" jawab Galaksi pada Jihan.

"Besok-besok kalau teriak jangan disebelah kuping gue bisa?" ucap Galaksi.

"Iya maaf atuh Gal...," ucap Jihan.

"Lagian lo teriak-teriak udah kaya toa sekolah aja," ucap Galaksi.

"Iyaa kan gue udah bilang maaf."

"Hati-hati lo Han nanti diajak caruk sama Galak. Backing-nya banyak tuh," ucap Jordan yang sedang duduk di bangku dekat sana dengan posisi nyender. Cowok itu terkekeh melihat Galaksi dan Jihan.

"Ya gak sama Jihan juga gue gitunya Dan. Bisa habis gue sama Septian," ucap Galaksi.

Jordan tertawa puas. "Duluan lo babak belur sama Septian ya Lak?"

Galaksi mendengus lalu duduk di samping Jordan. "Inget gue Bos lo! Jangan kurang ajar jadi anak buah."

"Oh iya! Maaf Juragan!" ucap Jordan bercanda lalu Galaksi dan Jordan tertawa bersama.

"Ih nyebelin banget sih?!" ucap Jihan. "Ji Septian gak kenapa-napa kan? Kok dipanggil?" tanya Jihan pada Oji. Cowok itu sedang berdiri di dekat Bams, Nyong, dan Guntur sambil menatap Jihan.

"Gak pa-pa. Tunggu dari dia aja ceritanya," ucap Oji pada Jihan.

Jihan lalu terdiam menatap pintu kaca ruang guru. Pintu itu kacanya agak hitam. Jadi Jihan tidak bisa melihat apa saja yang Septian dan orang-orang yang ada di dalam sana lakukan. Perempuan itu lalu menahan rasa penasarannya dengan berdiri di sana.

"Khawatir banget," goda Guntur pada Jihan.

Jihan hanya tersenyum kaku padanya.

"Iya-iyalah khawatir. Pacarnya," ucap Bams.

"Kok lo mau sih sama Septian Han?" tanya Guntur kepo.

"Maksud lo tuh apa Tur?" tanya Bams.

"Kalau Asep denger. Mampus lo diajak gelut 1 lapangan," ucap Bams lagi.

"Kan maksud gue Jihan udah ditolak. Kok mau pas dijedor," ucap Guntur.

"Coba gue tanya sama Tur. Lo kan sering ditolak Mona. Nah kalau Mona nembak lo. Lo mau gak jadi pacarnya?" tanya Bams menganalogikan.

"Woiya jelas maulah!! Itu Jackpot!" ucap Guntur.

"Kaya gitu Jihan ke Septian."

"Sayang itu cuman harapan dalam kepala lo Tur," ucap Galaksi membuat teman-temannya makin meledek Guntur. Guntur tidak masalah. Asal tidak meledek jambul Agung miliknya. Itu sangat terlarang. Cowok itu bisa ngambek berhari-hari kalau jambulnya diomongin.

"Anjir sad boi," ucap Jordan.

"Guntur mana sad boi. Fak boi dia itu," ucap Galaksi.

SEPTIHANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang