26. DAY 1

1M 81.7K 72K
                                    

HALO TEMEN-TEMEN INI PENTING BANGET UNTUK KALIAN TAHU & IKUT PO NOVEL SEPTIHAN NANTI. SEBELUM BACA PART INI. FOLLOW DULU (WAJIB) SHOPEE: Poppipertiwi_ yaa❤❤ Nanti PO NOVEL-NOVEL POPPI PERTIWI DARI SANA KARENA BAKAL ADA BANYAK HADIAH NANTINYA❤. Terima kasih banyak untuk segala supportnya. Sudah follow belum?

 Sudah follow belum?❤

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

26. DAY 1

“Aku pikir-pikir dulu ya Septian,” itulah jawaban yang diberikan Jihan.

Septian terdiam kaku. Cowok itu tidak menuntut lebih. Septian memang pantas menerimanya setelah apa yang ia lakukan dulu pada Jihan.

“Kamu marah ya?” tanya Jihan.

“Enggak,” jawab Septian. “Aku emang pantes dapetin itu.”

Jawaban tadi memang bukan seperti yang Septian harapkan. Tapi itu cukup baik mengingat bagaimana dulu Septian bersikeras menolak Jihan.

“Tapi aku tetep suka kamu,” ucap Jihan.

“Iya,” hanya itu balasan Septian. Ada senyum di bibir Septian.

“Jangan marah ya?” ucap Jihan mencoba membujuk.

“Aku enggak marah,” ucap Septian meski kecewa sangat membekas di wajah cowok itu. Namun cowok itu juga sadar diri.

Jihan mengulum senyum. “Iya udah jangan cemberut gitu dong,” Jihan memegang pipi Septian.

“Udah balik?”

“Apanya?”

“Sifat kamu,” ucap Septian. Jihan terdiam setelah mengerti maksud Septian. Cewek itu makin menahan senyumnya mati-matian. Kalau saja Septian tahu. Sekarang Jihan udah teriak-teriak. Tapi dalam hati.

“Jangan lama-lama ya mikirnya,” ucap Septian. Cowok itu lalu berdiri dan menghampiri motornya yang sudah hidup karena ternyata tadi mati sebentar.

“IH SEPTIAN! AKU BELUM TERIMA KAMU LOH!” ucap Jihan.

“Memangnya kamu bisa nolak aku?” tanya Septian.

Hal yang membuat Jihan kaget sambil menggerutu setelah melihat punggung Septian. Lalu Jihan diam-diam bersemu sambil mengulum senyum.

****

“Mati lagi motornya?” tanya Jihan membuat Septian mengangguk. Motor Septian sudah dua kali mati. Tadi sudah hidup dan bisa dikendarai namun tiba-tiba saja mati lagi di pertengahan jalan.

“Kamu sih ngajakin aku. Aku ini bawa sial tau,” ucap Jihan membuat Septian mengernyit sambil menoleh ketika Jihan turun dari motornya.

“Siapa bilang?” tanya Septian. Nadanya terdengar marah.

“Banyak yang bilang,” ucap Jihan.

“Siapa aja?” tanya Septian memaksa.

“Emang kenapa?” tanya Jihan saat melihat wajah marah Septian.

SEPTIHANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang