Bab 12

378 36 2
                                    

Happy reading!

***

Puluhan panggilan masuk dari anak club dance ke ponsel nya, dan ia hanya menatap ponsel nya yang terus berdering tanpa ada niat untuk menangkat nya.

Pasalnya mobilnya sedang berada di bengkel untuk service. Bunda pun sedang berada di butik, dan kebetulan sekali Dera juga sedang pergi kerja kelompok dengan teman sekelas nya.

Jika memesan gojek, untuk pulang pergi cukup menguras dompetnya.

Mau bagaimana lagi ia harus segera menghubungi Meran dan memberi kabar bahwa ia tak akan bisa datang untuk saat ini.

Dering pertama masih belum tersambung, dan saat dering kedua. "Hallo Al, lo dimana sih? Ini banyak calon anggota yang nunggu." niat hati ingin izin tak datang, malah sudah mendapat semprotan dari Meran.

"Sorry banget Mer, gue gak bisa datang hari ini." Alya mengigiti kuku nya merasa tak enak.

"Lha ko bisa? Lo gak lupa kan hari ini kita perekrutan anggota baru. Kalo kaya gini gimana bisa interview mulai sementara ketua nya aja gak bisa hadir?" Alya mendesah bingung, kantung nya pun kini tidak cukup untuk pulang pergi ke Gymnasium.

"Duh sorry banget Mer, gue bener-bener gak bisa hadir. Lagian lo bisa kan gantiin gue hari ini? Lusa gue dateng kok." terdengar suara helaan nafas di sebrang sana.

"Bukannya gue gak mau gantiin lo, tapi ini anak baru pada keukeuh pengen liat lo. Bisa gak dateng? Keburu mereka batal daftar ke kita."

Alya sungguh bingung, berangkat kesana dengan berjalan kaki bukan ide yang bagus. Ya sudah jalan akhir ia harus memesan ojek online, jika uang nya tak cukup ia bisa pinjam pada anak club dance.

Baru saja ia akan bicara suara seseorang di sebrang sana membuatnya terkejut. "Tunggu 10 menit lagi, nanti gue jemput."

'Tutt Tutt'

Di putuskan sepihak. Alya terbengong, apa-apaan? Bagaimana bisa ada suara anak itu di sana?

12 menit berlalu, masih tak ada suara apa pun di luar sana.

Bodoh sekali, tau begitu tadi ia berangkat sendiri saja. Alya mengambil tas nya dan mengunci pintu rumah.

Baru akan memesan ojek online, ponsel nya di rebut orang yang membuat nya menunggu.

Ia berjalan mendahului "Naik ke mobil, yang lain udah pada nunggu." sedangkan Alya mengekor di belakangnya.

'cepet banget sampe nya, padahal kan biasa nya bisa sampe 30 menitan.' batin Alya.

Hening, selama perjalanan tidak ada yang ingin berbicara sama sekali. Keduanya fokus pada jalanan dan suasana sebelum sampai di Gymnasium.

"Kok hp nya Meran tadi ada di lo?" Alya mencoba mencairkan suasana.

"Ya, bisa. Kebetulan aja."

Hening lagi, hingga mereka sampai di tempat yang di tuju.

Flashback On.

Langit baru saja akan pergi ke supermarket depan. Ia jenuh jika terus berlama-lama menunggu interview anggota baru selesai.

Ah ya, setelah mengikuti lomba dance bersama Alya. Ia resmi menjadi anggota club dance, makanya tak heran jika saat ini ia juga ikut menghadiri penerimaan anggota baru.

Saat melewati ruang ganti baju ia mendengar Meran berbicara dengan seseorang di sana.

Tidak ada niat untuk menguping, hanya saja kaki nya bergerak lebih dulu dari perkiraan nya. Ia mendekat dan diam di balik pintu ruangan.

"Hallo Al, lo dimana sih? Ini banyak calon anggota yang nunggu."

'Al? Alya maksud nya?' batin Langit.

"Lha ko bisa? Lo gak lupa kan hari ini kita perekrutan anggota baru. Kalo kaya gini gimana bisa interview mulai sementara ketua nya aja gak bisa hadir?" suara meran sedikit naik.

"Bukannya gue gak mau gantiin lo, tapi ini anak baru pada keukeuh pengen liat lo. Bisa gak dateng? Keburu mereka batal daftar ke kita."

Langit melangkah kan kaki nya. Merebut ponsel Meran dan berbicara.

"Tunggu 10 menit lagi, nanti gue jemput."

'Tutt Tutt'

Langit menyerahkan kembali ponsel Meran, sementara Meran bertanya apa yang baru saja ia lakukan.

Ia hanya mengedikan bahu dan berjalan. "Santai aja, gue jemput temen lo aman sampe sini."

Langit tersenyum, entah lah rasanya cukup senang akan bertemu lagi dengan gadis itu.

Flashback Off.

"Semakin hari, gue semakin penasaran siapa lo sebenernya." gumam mereka berdua dalam hati.

TBC

Difficult Choice ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang