Seorang gadis cilik sedang duduk di dalam kelas sambil membaca buku saat istirahat. Lalu seorang teman laki-laki menghampirinya.
"Bian, kamu mau hadiah nggak?"
Bian, gadis kecil itu menoleh ke arah lelaki yang duduk di bangku sebelahnya.
"Hadiah apa?"
"Ini, aku kemarin beli buat kamu," katanya sambil memberi gantungan kunci mickey mouse, tokoh kartun favorit Bian.
"Wah, lucu banget. Makasih ya, Bintang," ujar Bian kepada Bintang --lelaki itu.
Bintang hanya tersenyum dan mengangguk lalu kembali ke tempat duduknya.
***
"Bian, ke kantin yuk, laper"
"Bianca"
"WOI BIANCA AYU AURELIA"
Teriakan orang itu mampu membuyarkan lamunan Bianca tentang gantungan kunci yang kini sedang digenggamnya.
"Ish, apaan sih lo. Gue nggak budeg, Sya!" jawab Bianca kepada teman sebangku nya, Tasya.
"Yee abisnya lo ngelamun aja sambil senyum-senyum. Gila lo?"
"Enggak enggak. Yaudah yuk kantin, gue belum sarapan nih tadi"
"Daritadi keleus gue ngajakin," ucap Tasya kesal.
Mereka pun beranjak dari bangkunya dan segera keluar kelas menuju kantin.
Sesampainya di kantin, Bian sedikit berlari karena takut kehabisan menu favoritnya; roti bakar dan susu dingin strawberry. Tasya hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.
"Bu, biasa ya, 1 roti bakar strawberry sama 1 susu dingin strawberry," pesan Bian saat sudah sampai di hadapan ibu kantin.
"Aduh, nak Bian telat. Roti bakar strawberry nya udah habis. Tinggal yang coklat sama keju," jawab ibu kantin itu.
"Yahh, yaudah deh, bu. Susu strawberry nya aja," ucap Bianca sedikit kecewa.
"Yaudah, bentar ya, nak, ibu buatin dulu"
Tiba-tiba seseorang mengulurkan roti bakar strawberry padanya.
"Nih, buat lo aja. Minum susu doang nggak bikin lo kenyang"
Bian mendongak menatap orang disebelahnya yang lebih tinggi itu sambil mengerutkan dahi, kebingungan.
"Gue bisa ambil yang coklat, tenang aja," ucap orang itu seperti mengerti pikiran Bian.
"Thanks ya," ujar Bian mengambil roti itu sambil tersenyum pada orang yang memberinya.
Tanpa menjawab, orang itu langsung pergi begitu saja setelah mengambil roti bakar coklat.
"Nak Bian, ini susunya. Eh kok bisa dapet roti bakar strawberry nya, nak?" Tanya ibu kantin yang baru selesai menyiapkan susu pesanan Bian.
"Eh, iya bu, tadi ada cowok yang ngasih roti bakarnya buat Bian"
"Oalah, pasti cowok yang tinggi tadi ya yang ngasih. Soalnya tadi dia yang terakhir beli roti bakar strawberry itu. Kayaknya dia anak baru ya, nak Bian? Ibu masih asing soalnya sama dia"
"Iya bu yang itu. Hmm mungkin, aku nggak tau juga sih, bu. O iya makasih ya, bu, susunya. Bian mau bayar kesana dulu," kata Bian menutup pembicaraan, karena ibu kantin kalau sudah ngobrol pasti tidak ada ujungnya.
Setelah membayar, Bian langsung menuju meja yang sudah ditempati 3 sahabatnya, salah satunya Tasya.
"Helo evribadii" sapa Bianca
"Girang amat nih sohib gue kayaknya"
"Iya nih, crita sini crita. Emak dengarkan ceritamu, nak"
"Eh emang ada anak baru ya? Orangnya tinggi, cowok, mukanya kalem gitu sih. Tau nggak?" tanya Bianca pada sahabat-sahabatnya
"Oh iya iya gue tau tuh. Dia anak baru di kelas gue. Udah dari kemarin sih sebenernya. Kok lo tau kalo dia anak baru?" jawab Winda, salah satu sahabat Bian, yang sering dipanggil 'emak'
"Ibu kantin tadi yang bilang kalo dia anak baru. Biasalah, dia kan selalu up to date sama kabar apapun. Berarti lo kenal sama dia ya, mak?" tanya Bian lagi
"Iyalah gue kenal, namanya Bintang"
"Bintang?"
YOU ARE READING
Dua Bintang Bianca
Teen FictionSetelah 8 tahun bersama, sahabat kecil Bianca pergi dan tidak ada kabar. Bianca selalu teringat tentang dia. Disaat Bianca begitu merindukannya, hadir seseorang yang memiliki nama sama dengan sahabat kecilnya itu. Bianca merasa memiliki harapan bahw...
