SMA Rajawali merupakan salah satu sekolah paling diminati di kota ini.
Hanya orang-orang tertentu yang dapat masuk ke SMA ini. Seperti anak yang punya prestasi akademik maupun non akademik. Mulai dari anak yang sering ikut olimpiade maupun lomba olahraga dan seni bisa masuk kesini. Asal mempunyai sertifikat tingkat kabupaten, nasional, atau internasional yang pastinya langsung bisa memasuki SMA ini.
Terlebih lagi, banyak sekali artis maupun selebgram yang bersekolah di sini. Membuat siapapun yang mendengarnya pasti menginginkan masuk ke SMA Rajawali ini.
Terbukti pada pagi hari ini antusias semua pendaftar telah memenuhi aula sekolah. Mereka duduk rapi di kursi yang telah diberi nomer antrian. Para peserta menunggu untuk dipanggil, setelah dipanggil mereka akan mengumpulkan berkas yang telah disiapkan jauh-jauh hari.
"Len, fyuhh boring nih gue..." ucap seseorang dari samping Alena. Siapa lagi kalau bukan Fitri.
Sahabat Aileen sejak kecil. Mulai dari TK hingga SMA mereka selalu bersama-sama.
"Ah Fit...berisik!! suasana tambah panas nih!" rengek Aileen tak menyangka bahwa pendingin ruangan akan terkalahkan oleh beberapa ribu pendaftar dalam 1 ruangan besar ini.
"Lah kok marah!!"
Mereka akhirnya terdiam, mengipas-ngipaskan kertas ditangannya, kegerahan. Sesekali Aileen menghembuskan napasnya kasar. Sudah bosan duduk menunggu di ruangan yang panas ini.
"Antrian 1000 dan sekarang baru 900!! berarti 100 lagi!! Aduhh gusti kuatkan hamba-Mu ini." rengek Fitri menjadi.
Aileen hanya bisa pasrah dengan tampang yang masam. Sedangkan Fitri hanya bisa mengecoh tanpa lelah. Menunggu panitia memanggil nama mereka.
○○○
Tepat jam 15.00 berdetak di lengan kiri Aileen. Antrian 998 telah dipanggil oleh panitia untuk memasuki ruangan.
"Len, setelah ini gue!! deg degan nih sumpah jantung gue!! aduhh kumaha ini tehh!" racau Fitri membuat Aileen pun ikut sama tegangnya. Karena setelah giliran Fitri kemudian adalah dia.
"Bisa pasti lo Fit! Tinggal nunjukin dokumen doang kan!"
"Iya bener juga lo Aileen gue kan punya beberapa lukisan gue yang kece parah" Aileen menyesal telah memberi semangat kepada Fitri yang membuat sang empu menyombongkan dirinya. Menentang kanvas yang ditutupi kertas berwarna coklat dan langsung memasuki ruangan.
"serah lo nak cebong!" Ia tersenyum melihat Fitri mulai semangat kembali.
"Nomer antrian 998 silahkan memasuki ruangan!" panggil panitia.
"Len gue Len!! doain gue okee bay.." pamit Fitri.
"Nomer antrian 998 sekali lagi silahkan memasuki ruangan!"
Fitri berlari kecil, memberikan secarik kertas nomer antriannya kemudian di persilahkan untuk masuk.
"Hallo..." sapa Fitri kepada semua juri.
"Fitri Sekar?" panggil salah satu Juri bernama Pak Deva yang tampangnya membuat Fitri meleleh sangking gantengnya.
"Iya Pak hehe.." tersipu malu.
"Silahkan lengkapi data-datanya terlebih dahulu." Ucap Pak Deva, memberi laptop ke arah Fitri.
YOU ARE READING
My Idol
Teen FictionMimpi tapi bukan. Itu hal yang dirasakan oleh Aileen. Bisa menatap sang idola secara langsung. Padahal, selama ini idolanya hanya bisa ia saksikan di layar kaca atupun konser. Itu pula jaraknya jauh. Tak sejelas saat ini. Saat dimana ia bisa masuk k...
