Part 1

167 12 6
                                        

Bisakah aku bahagia dengan org yg ku cinta??


Angin dan suara burung..
hanya itu yang aku dengar ketika aku sedang duduk di sebuah taman di tengah kota.

sejuk dan tenang yang sedang ku rasa saat ini, jarang sekali aku bisa mendapatkan tempat seperti ini di sebuah kota yang sangat ramai penduduk nya.

ssseeerrr...
seketika ada sesuatu yang sangat dingin menyentuh tangan ku.

aku pun menoleh kesebelah , benar saja aku mendapati pria berparas rupawan, dengan tinggi dan berat badan ideal. pria itu bukan pacar ataupun sepupu ku, tapi dia adalah sahabat ku sejak dari kecil.

dia tinggal pas disebelah rumah ku, namanya hamid al-fatih kami selalu melakukan hal apapun bersama.
seperti main bola, bulu tangkis, basket, guli dan masih banyak permainan lelaki lain nya yg ku main kan bersama dengan dia dan sepupu lelaki dia lain nya.

"kenapa?" tanya nya sambil menatap dalam ke arahku.

"kurang kerjaan banget sih" ketus ku membalas pertanyaan nya.

dia tidak mempedulikan ucapanku, dia malah ikut duduk disebelahku dan ikut menghayal bersamaku.

tanpa ku sadari kepalaku bersandar di dada nya, dan dia pun menghelus pelan kepala ku.

"gue takut jatuh cinta lagi"
tanpa disadari aku berkata seperti itu saat dengan nya.

Duh bego nya aku kenapa bisa keceplosan sih!!

"siapa yang udah nyoba nembak lo?" tanpa basa-basi dia langsung bertanya, dengan wajah yg sedikit tertawa, namun ditahan.

dia itu seseorang yang paling mengerti aku dan tau apapun yg aku rasain tanpa harus ku beri tau.

"ada beberapa orang mengungkap kan perasaan nya lewat surat beberapa hari ini" jawab ku dengan nada bicara yang datar

"terus lo bilang apa ke mereka?"
tanya nya sambil menahan tawa.

"yah, gue gk ada bilang sepatah katapun ke mereka, karna gue takut jatuh cinta lagi" masih dengan nada bicara yg datar

"lo kenapa sih?? , kenapa lo gk nyobak buat buka hati lo lagi?, udah deh please lupain dia!!, lo berhak bahagia niaa!!" dengan nada tegas, hamid mencoba berdiri lalu pergi dari hadapanku.

aku kira dia akan tertawa, karna dari tadi dia terus menahan tawanya. tapi dugaan ku salah, dia tampak begitu kesal, lalu pergi meninggalkan ku sendirian.

******

dubrak...

terdengar begitu keras pintu utama yg baru saja ku buka tadi, sampai-sampai, ketiga abg ku pun yg sedang menonton tv di ruangan tengah melompat karna kaget.

"ya allah, nia!!!" ucap kak dahri yg melompat ke atas sofa karna kaget ketika ku banting pintu utama tadi.

"woii dek, kenapa lo?? kesambet? keras amat buka pintu nya. sahut kak ubay dengan tatapan seperti melihat setan.

"hei, kenapa sayang?? kelihatan nya kamu lg ada masalah ya?, sesosok lelaki tampan yg td nya duduk sekarang merubah posisinya menjadi berdiri dan mendekatiku, kini dia merangkul pundakku. namanya kak rizi.

"tidak, tidak apa-apa." sahut ku sambil menurunkan tangan nya dari pundakku, dan bergegas menuju kekamar ku yg berada dilantai dua.

My mate is my little friendNhững tác phẩm khiến độc giả say mê. Hãy khám phá bây giờ