(SEDANG DIREVISI)
Pernahkah kalian percaya pada satu hal yang membuat kalian bangkit, hingga hal tersebut membuat kalian terus meyakininya? Aku pun pernah dan selalu menyakini satu kalimat berikut, tidak ada kata mustahil dalam dunia ini. Aku selalu memegang teguh pendirianku dengan kalimat tersebut, banyak hal baik yang terjadi tapi aku lupa bahwasanya hal baik datang beriringan dengan hal buruk. Begitu juga dengan kisah yang akan aku sampaikan disini.
Ginnandya Almaira Devvyona adalah nama yang cukup rumit menurutku, pastinya kalian pun berfikiran hal yang sama. Entah bagaimana orang tuaku dengan mudahnya memberikan nama itu. Menurut mereka nama itu adalah cerminan diri, menurutku juga begitu. Harus kalian ketahui berat badanku sama besarnya dengan nama tersebut.
Nama : Ginnandya Almaira Devvyona
Usia : 15 tahun (per kelas 1 SMA)
Tb : 160 cm
Bb : 85 kg
Mungkin keterangan diatas cukup membuat kalian mampu membayangkan tentang penampilanku. Aku tidak sabar untuk menceritakan kisahku dengan sosok yang kutemui, Dimana keyakinanku pada akhirnya akan runtuh seiring bertemunya dengan sosok tersebut. Tapi untuk selanjutnya, aku akan menceritakan awal mula pertemuanku dengan seorang teman baik.
***
TAHUN AJARAN BARU SMAN 1 GARUDA
Senin, 14 Juli 2003, JAKARTA.
Suasana mulai terlihat tidak kondusif saat bel istirahat berbunyi, hampir semua murid memilih untuk menghabiskan waktunya di kantin. Terkecuali dua orang asing yang kini duduk bersebelahan dalam satu kelas. Ginnandya atau biasa dipanggil Inna, gadis itu terlihat sibuk dengan kotak bekalnya yang terisi penuh. Sedangkan disampingnya, gadis dengan wajah suram hanya memperhatikan bagaimana lahapnya Inna berusaha menghabiskan bekalnya.
"Eh tadi namanya siapa?" Tanya Inna menghentikan sela aktivitasnya. Gadis disebelahnya menoleh dengan wajah malas.
"Acha, nama lo siapa?" Gadis itu menjawab malas.
"Ginna tapi panggil aja Inna." Jawabnya penuh antusias.
Sebelum pembagian kelas, mereka berdua sebenarnya sudah berkenalan. Namun, Inna hanya ingin memastikan sekali lagi nama gadis berwajah suram dan berambut lurus sebahu disampingnya. Inna menatap lekat penampilan Acha, wajah cantik dengan tubuh proporsional itu cukup membuat Inna merasa kurang percaya diri ketika ia berusaha mengajaknya berkenalan. Disamping itu, Inna lebih fokus pada raut wajah Acha. Ia ingin sekali bertanya apa yang membuat dirinya menampilkan raut wajah tersebut. Jika dipikir - pikir, seharusnya anak sekolah akan lebih ceria jika menyambut hari pertama masuk sekolah apalagi sebagai murid ajaran baru.
Nama : Acha Rosalina Putri
Usia : 16 (per kelas 1 SMA)
Tb : 163 cm
Bb : 53 kg
Berbeda jauh dari penampilan Acha yang terlihat sangat rapih dan modis. Inna membayangkan dirinya yang bersebelahan dengan Acha, maka akan terlihat seperti seekor gajah dengan seekor kuda, pikirnya. Inna masih terpana melihat penampilan gadis disebelahnya, perfect. Tapi apa yang membuat gadis itu menampilkan wajah suram?
"Kamu lagi ada masalah?" Tanya Inna yang masih lekat melihat Acha.
"Sok deket banget sih lo." Jawab Acha malas.
"Bukan gitu, aku cuma nebak siapa tau aja kamu cemberut gitu karena lagi ada masalah." Jelas Inna berusaha memahami situasi gadis tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
GENDADS
Fiksi RemajaGue suka makan! Gue benci gendut! Gue pengen makan tapi ga pengen gendut!!!! Ini cerita tentang Gue yang gendut dan berusaha kurus, tapi kebanyakan gagalnya. Dan ini cerita tentang gue yang ingin Move on dari cinta pertama gue, tapi kebany...
