Episode 20 Part 2

9.1K 241 42

"Lepaskan aku! Aku seseorang yang bisa menjadi Raja. Jika kau akan membunuhku, gantung aku di depan Cheondeokjeon" kata Pangeran Won yang telah berewokkan menolak saat akan diamankan oleh pengawal.

Seorang kasim datang membawakan semangkuk racun.

"Kau menyuruhku untuk membunuh diriku sendiri?" kata Pangeran Won.

Pangeran Baek Ah datang.

"Apa Raja mengirimmu untuk memastikan aku mati atau tidak?" kata Pangeran Won sinis.

"Aku kemari untuk menyampaikan sesuatu. Hae Soo yang memintanya. Dia sudah lama meninggal. Dia bertanya dalam wasiatnya apa aku memberikan surat Chaeryung kepadamu. Aku tidak bisa melakukan apapun untukmu. Maaf" kata Pangeran Baek Ah lalu ia pergi.

Pangeran Won membaca surat dari Chaeryung.

'Aku tahu akhirnya akan segera datang.
Bisakah aku menggunakan kesempatan ini dan pergi kepadamu, Yang Mulia?
Aku tidak tahu kapan aku akan diizinkan meninggalkan Istana lagi .
Aku hanya seseorang yang tidak bisa berhenti mencintai seseorang setelah aku mulai.
Aku orang bodoh seperti itu.
Chaeryung tidak menyesalinya.
Aku tidak membenci siapapun.
Apa ada nilai dalam melakukan sesuatu atau tidak.
Itu sesuatu yang hanya bisa kau jawab sendiri'

Pangeran Won teringat kembali kenangannya bersama Chaeryung.

Pangeran Won pun meneteskan air matanya.

"Gadis bodoh. Kenapa kau tidak membenciku? Kenapa" kata Pangeran Won dengan sedih.

Pangeran Hyo Eun Wang Won dieksekusi karena pengkhianatan, ia dieksekusi dengan meminum racun.











---












Pangeran Baek Ah datang ke kediaman Pangeran Wook. Disana ia bertemu putri Pangeran Wook.

"Ayahku akan menangkapmu." kata putri Pangeran Wook pada Pangeran Baek Ah.

"Kau putrinya Wook Hyungnim bukan? Aku pamanmu. Paman ketiga belas" kata Pangeran Baek Ah pada Putri Pangeran Wook.

"Bohong. Kau terlihat seperti musisi yang berkeliaran" kata Putri Pangeran Wook melihat Pangeran Baek Ah membawa alat musik.

"Aku jujur. Siapa namamu?" tanya Pangeran Baek Ah.

"Namaku? Bok Soon".

Pangeran Baek Ah terkejut ia kembali teringat saat Pangeran Baek Ah menanyakan nama Woohee, Woohee menjawab namanya Boksoon.

"Bok Soon?" tanya Pangeran Baek Ah terkejut.

Pangeran Baek Ah melihat hiasan baju Boksoon yang seperti milik Woohee.

"Itu jimat zhen mu shou? Dimana kau mendapatkannya?" tanya Pangeran Baek Ah.

"Aku tidak tahu. Aku selalu memilikinya. Ini benda kesukaanku" jawab Boksoon.

Pangeran Baek Ah kembali teringat saat terakhir kebersamaannya dengan Woohee, dan Woohee berharap ia bukan Putri Baekje dan ia adalah pendamping Pangeran Baek Ah.

Boksoon telah pergi dari hadapan Pangeran Baek Ah.

Pangeran Wook datang menghampiri Pangeran Baek Ah. Pangeran Baek Ah sudah berewokan, kondisinya sudah tidak sehat, ia terus batuk-batuk.

"Aku dengar kau masih tidak punya rencana menikah dan kau menghabiskan waktumu di ladang" kata Pangeran Wook.

"Apabila tidak ada kegembiraan, berapa lelah hidup nanti?" kata Pangeran Baek Ah.

Moon Lovers : Scarlet Heart RyeoBaca cerita ini secara GRATIS!