Episode 2 Part 1

4.4K 199 4

Soo masih kaget dan menatap terus ke arah Pangeran So yang wajah kirinya tertutup topeng. Pangeran So tetap memeluk pinggang Soo yang ada di hadapannya. Pangeran So memacu kudanya dengan kencang, membuat tangan Soo memegang erat pudak pangeran So untuk menjaga keseimbangannya agar tak terjatuh.

Pangeran So menghentikan langkah kudanya, dan mendorong Soo hingga terjatuh dari atas kuda. Soo terjatuh keatas tanah, ia meringis kesakitan. Orang-orang dipasar itu masih terlihat ketakutan melihat kehadiran Pangeran So. Soo mencoba untuk berdiri sambil memegang pinggangnya yang terasa sakit. Soo menatap Pangeran So dengan marah.

"Tunggu" teriak Soo marah, menghentikan Pangeran So yang sudah akan pergi.

“Bisa-bisanya kau menjatuhkan seseorang seolah mereka itu barang atau karung?” kata Soo marah, Pangeran So masih tak peduli dan memilih untuk segera pergi. Soo kembali menahan laju kuda Pangeran So dengan berdiri di depan kuda Pangeran So.

“Kubilang tunggu, jangan pergi dulu! kau menunggang kuda dengan kecepatan tinggi disaat banyak orang di jalan sempit seperti ini? Coba kau Lihatlah itu! Lihat, lihat. Semua orang harus minggir karenamu. Manusia itu lebih penting dibandingkan mobil, emm, maksudku lebih penting dari kuda. Apa kudamu itu lebih penting?” kata Soo berteriak dan sempat salah ucap.

Pangeran So tersenyum sinis mendengar celotehan marah Soo. Pangeran So menarik tali kudanya. Kuda itu merespon dengan ringkikan dan mengangkat kedua kaki depannya tinggi-tinggi. Jelas saja Soo langsung mundur ketakutan hingga terjatuh karena takut kena tendang kaki kuda.

Sekali lagi Pangeran So tersenyum kecil dan pergi dari hadapan Soo.

"Hei, hei, kau,!" teriak Soo sambil menunjuk-nunjuk kearah Pangeran So yang sudah pergi jauh.

Seorang wanita menghampiri Soo. "Agasshi Lapukan saja lini" Wanita itu mencoba memberi Soo saran.

"Aku tidak bisa melupakan ini, kita harus memanggil polisi, maksudku pengawal kerajaan, Dimana mereka? Mereka harus menangkap orang itu" kata Soo.

"Apa maksudmu? Kau sungguh tidak tahu Pangeran Keempat?, dia itu Pangeran Keempat. Kau masih hidup saja sudah beruntung" ucap wanita itu.

“Pangeran keempat? pangeran lagi? Memang berapa banyak anak Raja Taejo?” ucap Soo tak habis pikir harus bertemu dengan Pangeran lagi. Soo kembali ingat tujuannya yang mengejar Jimong tapi ia sudah kehilangan jejaknya.

"Agasshi" Chaeryung datang menyusul Soo dengan tergesa-gesa, "Apa yang Agasshi lakukan disini?" kata Chaeryung khawatir.

"Chaeryung, siapa laki-laki yang kira-kira  setinggi ini? dengan mata besar, Dia keluar dari rumah kita. Apa kau tahu ada tamu seperti itu?" tanya Soo pada Chaeryung.

Chaeryung tak menggubris pertanyaan Soo.

“Ini bukan waktunya kau ada di sini. Putri Yeonhwa sedang mencarimu kemana-mana.” Kata Chaeryung panik, Soo pun ikut panik Putri Yeonhwa tengah mencarinya.

----

"Kenapa Orabonu keempat belum datang" kata Putri Yeonhwa yang tengah bersama para Pangeran. "Sepertinya saudara keempat tidak akan datang" imbuh Putri Yeonhwa melihat ke arah pintu.

"Melihat Hyungnim keempat saja sudah membuatku sakit kepala" kata Pangeran Eun. "Dua hari yang lalu aku bertemu dengannya dan tanpa sengaja aku menginjak kakinya" cerita Pangeran Eun pada saudara-saudaranya. "Dia langsung mengatakan hal mengerikan padaku 'apa kau mau mati?', aku sangat takut" kata Pangeran Eun sambil menutupi sebagian wajahnya menyerupai topeng Pangeran So.

"Kau ini payah" ejek Putri Yeonhwa pada Pangeran Eun.

"kami memang memiliki ibu yang sama, tapi kami jarang berkomunikasi. Aku tak bisa berbicara dengan lancar padanya. Kalau aku menyapanya, dia tidak pernah menanggapiku.” Kata Pangeran Jung

Moon Lovers : Scarlet Heart RyeoBaca cerita ini secara GRATIS!