Episode 12 Part 2

2.5K 112 0

Pangeran So yang kembali mengenakan topengnya telah kembali dari Dinasti Jin. Pangeran So bersama Panglima Park menghadap Raja.

"Bagaimana keadaan di Dinasti Jin?" tanya Raja.

"Gaozu meninggal, dan keponakannya, Chundi menggantikannya. Sepertinya mereka akan melawan Kitan untuk perebutan wilayah,tapi keabsahan akan kedudukannya sekarang dipertanyakan" Kata Pangeran So.

"Sepertinya Dinasti Jin takkan berhasil. Berarti Kitan semakin berkuasa sekarang. Pergilah dan mata-matai Khitan." kata Raja,

"Tidak" jawab Pangeran So langsung menolak perintah Raja tanpa berpikir panjang.

Semua yang ada disana kaget mendengar Pangeran So langsung menolak perintah Raja.

"Tidak?"

"Yang Mulia mengingkari janjimu saat aku pergi menuruti perintahmu. Maka aku juga tak bisa menuruti perintah raja lagi" kata Pangeran So dengan nada marah.

"Apa kau masih saja menyukai perempuan itu? Seorang raja harus mampu meninggalkan siapa pun demi negerinya! Kau harusnya bersyukur aku telah mengusir perempuan itu!" kata Raja marah.

"Aku bukan Raja dan tak akan menjadi Raja. Jika Putra Mahkota membutuhkanku sebagai sekutunya maka biarkan aku bebas. Aku juga ingin hidup selayaknya manusia." kata Pangeran So dengan tegas.

"Kau..." kata Raja menggebrakkan mejanya melihat Pangeran So pergi meninggalkan Ruangan Raja.

"Yang Mulia. Anak-anak memang suka membangkang dan mengira mereka tahu apa yang terbaik. Jangan terlalu khawatir. Andaharus jaga kesehatan" kata Panglima Park menenangkan amarah Raja.

"Dia harusnya bersikap seperti itu dari awal." Kata Raja tersenyum mendengarnya,

Panglima Park dan Jimong binggung melihat reaksi Raja yang tidak marah, malah tersenyum dengan apa yang dilakukan Pangeran So.

"Sekarang dia bisa melawan dan mengalahkan siapa pun. Dia harus seperti itu supaya aku bisa mati dengan tenang." Kata Raja.

"Bintang Yang Mulia masih bersinar terang. Kenapa Yang Mulia berkata begitu?" kata Jimong.

"Terkadang, seorang pria akan menyadari apa yang jadi takdirnya sebelum takdir itu berkata duluan. Persiapkan diri kalian." Kata Raja bisa tenang, Putra Mahkota tak akan digeser posisinya, karena ada Pangeran So yang tidak kenal takut disisi Putra Mahkota.



---




Soo sedang menjemur seprai.

Ia melihat ada sosok Pangeran So dibalik seprai yang tertiup angin. Saat ia menajamkan penglihatannya lagi tak ada Pangeran So dibalik seprai itu.

Soo pun berpikir ia hanya berhalusinasi dan ia pun kembali menjemur.

Tiba-tiba Pangeran So berdiri di dekat Soo, Soo pun terkejut.

"Kau tak pernah menuruti apa kata orang, ya? Aku sudah menyuruhmu, tetaplah tinggal di Damiwon.Tapi, kau memang paling cocok bekerja fisik daripada jadi dayang istana." kata Pangeran So.

Soo hanya diam tak mau menatapnya.

"Aku merindukanmu. Kau seharusnya tak boleh ada disini." Kata Pangeran So memeluk Soo dari belakang.

"Pura-pura saja kau tak melihatku." kata Soo melepaskan pelukan Pangeran So.

Pangeran So menarik Soo agar mau melihatnya, ia menggenggam tangan Soo.

"Kau masih saja sama bagiku. Kau cantik" kata Pangeran So.

Soo melihat Pangeran So yang mengunakan topeng kembali.

Moon Lovers : Scarlet Heart RyeoBaca cerita ini secara GRATIS!