Episode 10 Part 1

2.8K 107 1

"Jangan menghindariku. Jangan menyuruhku pergi. Jangan bilang kalau aku membawa kesialan dan jangan bilang aku juga binatang. Setidaknya, kau tidak bisa melakukan itu padaku. Kau itu... orangku." kata Pangeran So.

"Aku bukan orangmu, Yang Mulia" jawab Soo.

"Kau orangku! Kau milikku. Kau kepunyaanku! Tanpa ijinku kau tidak boleh meninggalkanku. Kau juga tidak boleh mati. Kau sepenuhnya adalah orangku".

Pangeran So lalu mencium bibir Soo dengan paksa. Soo berusaha melepaskan ciuman mereka.

Pangeran So pun melepaskan ciuman mereka. Pangeran So melihat tangan Soo mengepal dan bergetar karena ketakutan.

Pangeran So pun langsung menarik tangan Soo dan pergi dari tepi danau.

Pangeran Jung tanpa sengaja melihat Pangeran So dan Soo menunggangi kuda bersama.

Pangeran Jung langsung pergi menemui Pangeran Wook yang ada di perpustakaan.

"Hyungnim!" Panggil Pangeran Jung.


---




"Tidak mungkin, kau pasti salah lihat. Dia tidak mungkin meninggalkan Istana. Bagaiman caranya keluar Istana?" kata Pangeran Wook tidak percaya.

"Aku yakin sekali. Mana mungkin aku tidak mengenalinya? Kau tanya saja pada penjaga gerbang." Kata Pangeran Jung yakin.

"Mana bisa dayang istana keluar dari Istana?" ucap Pangeran Wook yang masih tak percaya jika Soo pergi keluar istana bersama Pangeran So.

"Apa So Hyungnim pernah peduli dengan aturan? Dia mungkin membawanya secara paksa. Jika mereka tertangkap, Kakak Soo akan dihukum mati. Ayo kita cari mereka sekarang. Pinjami aku kuda dan..." kata Pangeran Jung khawatir.

"Kau pulang saja".

"Apa?"

"Tidak baik kalau kau juga keluar malam-malam, Jadi Kembalilah ke Istana. Aku yang akan mencari mereka." Kata Pangeran Wook berdiri dari tempat duduknya.

"Terima kasih sudah khawatir padaku, tapi aku tidak bisa kembali ke Istana. Kalau Kakak Soo ketahuan keluar dari Istana maka akan berada dalam bahaya. Kita berdua harus mencari mereka, Hyungnim."

"Baiklah. Aku lupa kalau kau sudah dewasa. Maaf. Aku percaya padamu." Kata Pangeran Wook.



---



Pangeran So membawa pergi Soo dengan menunggangi kudanya.

"Kita berdua tak akan aman lagi, Yang Mulia" kata Soo dalam hati.

"Kalau begitu apa kita melarikan diri saja sekarang? Kalau memang kau mau, aku tak keberatan melarikan diri bersamamu" kata Pangeran So dalam hati.

Pangeran So dan Soo sudah ada di tepi pantai dan matahari mulai terbit.

"Meski aku harus meninggalkan Songak suatu hari nanti, tapi aku sangat ingin membawamu kesini. Aku selalu dipaksa pergi dari sini dan sampai sekarang Aku masih tak mengerti alasan kenapa aku harus pergi." kata Pangeran So.

Soo hanya diam dan terus menatap lurus ke depan.

"Aku tidak pernah membawa kesialan. Aku tidak membantai binatang untuk bersenang-senang. Aku juga tak menghunuskan pedangku begitu saja pada orang. Apa aku masih harus pergi?" kata Pangeran So.

"Ini halusinasi.... Pasti ini semua halusinasi. Aku tidak boleh panik lagi. Aku harus membuat dia jangan sampai murka." kata Soo dalam hati, ia ketakutan menatap Pangeran So.

"Aku ingin kau hidup dengan tenang, Yang Mulia. Meski hidup di luar Istana sekalipun. Hiduplah tanpa menderita atau menumpahkan darah, dan jalani hidupmu dengan senyuman." kata Soo.

Moon Lovers : Scarlet Heart RyeoBaca cerita ini secara GRATIS!