Episode 14 Part 2

2.6K 97 0

Pangeran Baek Ah datang ke Damiwon untuk menemui Soo.

"Soo, Ini Baek Ah. Aku masuk" kata Pangeran Baek Ah sebelum masuk ke ruangan Soo.

"Masuklah" kata Soo.

"Bagaimana perasaanmu?" tanya Pangeran Baek Ah setelah masuk.

"Aku baik seperti biasa" kata Soo tersenyum.

"So Hyungnim ingin aku memberikan surat ini. Dia mengatakan kau dapat mempertimbangkan penjelasannya." Kata Pangeran Baek Ah memberikan kepada Soo surat dari Pangeran So.

"Ketika air sudah kering. Duduk dan lihatlah awan yang naik." baca Soo yang langsung membaca surat Pangeran So yang ternyata berisi sepenggal puisi.

"Puisi Wang Wei 'Gunung Zhongnan'." kata Pangeran Baek Ah.

"Aku tidak tahu bahwa ia bisa menulis seindah ini. Ada banyak hal yang tidak aku ketahui tentang dia. Aku salah mengira bahwa aki tahu semua tentangnya. Bodohnya aku." Kata Soo tersenyum miris.

"Dia serius mengatakan ia ingin meninggalkan Istana bersamamu. Itu yang kutahu pasti." kata Pangeran Baek Ah.



---




Pangeran So dan Putri Raja Hyejong Wang Moo menghadap Raja.

Raja bahagia karena tak perlu khawatir lagi, karena sudah ada Pangeran So di sisinya.




---






Soo di dalam ruangannya terus membaca puisi yang ditulis oleh Pangeran So berulang-ulang kali dengan sedih.

'Ketika air sudah kering. Duduk dan lihatlah awan yang naik'

Soo pun teringat perkataan Pangeran So.

"Sulit sekali bagiku menjadi utusan, tapi aku diberi banyak kebebasan. Aku selalu memikirkanmu. Aku juga ingin kau merasa bebas seperti itu. Aku ingin bersamamu dalam kedamaian, dan tak ada yang mengganggu kita. Jika itu tak bisa terjadi menjadi raja atau apapun itu tak ada artinya bagiku".




---




Pangeran So melihat Raja sudah bisa tidur dengan nyenyak dan sudah tidak gelisah.


---

Soo terus menyalin puisi yang ditulis Pangeran So hingga berlembar-lembar.






---






"Apa ibu didalam?" kata Pangeran Jung bertanya pada para pelayan Ratu Yoo, ia ingin menemui Ratu Yoo di kuil.

"Yang Mulia, telah meminta tak boleh ada yang masuk saat ia sedang berdoa". kata pelayan menghalangi Pangeran Jung masuk.

"Aku diizinkan. Aku khawatir karena dia sudah pergi terlalu lama". kata Pangeran Jung.

"Maaf, tapi Yang Mulia" kata Pelayan tetap tidak menghalangi Pangeran Jung masuk.

Pangeran Jung pun melihat ada dua pasang sepatu disana. Salah satunya adalah sepasang sepatu pria.

Pangeran Jung segera masuk, dan ia sangat terkejut saat melihat Pangeran Yo ada didalam.

"Kau mengatakan kau jendral sekarang. Tapi kau masih saja penakut." kata Pangeran Yo melihat keterkejutan Pangeran Jung.

"Apa yang terjadi?" tanya Pangeran Jung binggung.

"Ibu tadinya berniat memberitahumu. Jangan kaget begitu. Ini kehendak Langit Hyungnim mu masih hidup. Langit berpihak pada ibumu, Jung." kata Ratu Yoo dengan bahagia.

Moon Lovers : Scarlet Heart RyeoBaca cerita ini secara GRATIS!