Episode 20 Part 1

5.7K 113 0

Pangeran Jung mengulurkan tangannya buat Soo yang akan keluar dari tandu.

Soo kembali mengingat saat Raja mengulurkan tangannya, ketika Raja ingin menunjukkan sesuatu pada Soo di hari ulang tahunnya.

Soo pun menerima uluran tangan Pangeran Jung dengan senyuman.

Pangeran Jung membawa Soo masuk ke kediamannya.

"Raja melarang kita untuk melaksanakan pernikahan. Aku masih menyiapkan sesuatu secara rahasia. Kau marah?" kata Pangeran Jung.

Di dalam kamar Soo hanya terdapat bunga diatas meja dan dekorasi sederhana.

"Ini lebih dari cukup". 

"Jangan khawatir. Aku hanya ingin mengeluarkanmu dari istana. Bahkan jika kita nikah, aku hanya akan menganggap kita berteman".

"Aku tidak khawatir soal itu"

"Ini jauh dari rumah utama yang bising, akan jadi tempat yang tenang untuk ditinggali. Ini dekat dengan tempat tinggal utamaku, jadi datanglah kapanpun kau inginkan. Oh dan ini" kata Pangeran Jung lalu memberikan aksesoris rambut Soo yang pernah dikirimkan Soo pada Pangeran Jung. "Terima kasih sudah mengatakan kau menginginkannya"

Soo mengambil hiasan rambut itu dengan wajah sedih.

Soo lalu membuka sebuah kotak yang didalamnya terdapat banyak kertas. Soo membuka salah satu kertas yang terdapat tulisan puisi. 'Ketika air sudah kering. Duduk dan lihatlah awan yang naik'. sepenggal puisi yang pernah Raja kirimkan padanya sebelum ia menjadi Raja, saat ia akan menikahi Putri Raja Hyejong. Mata Soo berkaca-kaca membaca puisi tersebut.







---








Pangeran Jung berlatih pedang di halaman kediamannya. Sedangkan Soo menggambarkan wajah Raja yang mengenakan topeng diatas sebuah batu.

"Sial!" teriak Pangeran Jung yang sudah menyelesaikan latihannya ia menancapkan pedangnya di atas tanah.

Soo menghampiri Pangeran Jung.

"Wow, Apa kau berlatih keterampilan pedang lagi? Kupikir kau sudah cukup berlatih" kata Soo lala memberikan sapu tangan pada Pangeran Jung.

Pangeran Jung merasa ada  seseorang yang sedang mengintai mereka.

"Sini.Mari lihat seberapa baik kau kepada suamimu" kata Pangeran Jung bersikap manis dan meminta Soo menyeka keringat di wajahnya.

Soo pun menyeka wajah Pangeran Jung.

"Itu bagus. Ayo masuk sekarang. Tabib Istana pensiun dan aku memintanya pulang" kata Pangeran Jung memegang tangan Soo.

"Tabib? Aku baik-baik saja"

"Kau banyak menderita jadi kau harus menemui tabib. Ayo" kata Pangeran Jung menbawa Soo untuk memasuki kediamannya.

Pangeran Jung melirik ke arah tembok yang di baliknya terdapat seseorang yang sedang mengintai mereka.






---









Tabib pun memeriksa Soo, dan ia memeriksa denyut nadi Soo.

"Bahkan ketika kau meninggalkan istana, aku tidak merasakan denyut bayi. Tapi sekarang" kata Tabib.

"Itu masih sangat awal. Kau tidak akan tahu" kata Soo menyela perkataan Tabib.

"Bayi? Maksudmu?" tanya Pangeran Jung terkejut.

"Seperti yang ku peringatkan sebelumnya. Jantungmu berdebar-debar dan kesehatanmu tidak baik. Karena bayi yang belum lahir, kau jadi semakin lemah. Jika kau bersikeras menjaga bayi...". kata Tabib menjelaskan kondisi Soo.

Moon Lovers : Scarlet Heart RyeoBaca cerita ini secara GRATIS!