Bukan waktu yang sebentar baginya berpikir sebelum memutuskannya. Katakan dirinya tenggelam dalam keputus-asaan, tapi tidak pernah ada yang semelelahkan memperjuangkan laki-laki yang tidak pernah menghargainya. "Aku mau selesai," ujar perempuan itu setelah benar-benar memantapkan hatinya.
Laki-laki yang satu jam membersamainya itu berbalik, perlahan, dengan wajah yang bukan terkejut, tapi justru angkuh dan terkesan melucuti. Kedua matanya juga menembus gadis yang menyatakan selesai padanya beberapa menit lalu. Dengan tajam. "Okay," jawabnya tanpa beban. "Fine."
Gadis yang matanya telah berkaca itu spontan menahan lengan laki-laki yang langsung menjauhinya. Kali ini dia yang terkejut karena semua tidak sesuai ekspetasinya. "Lion!"
Dan pasti, reaksi laki-laki itu adalah merasa heran sekaligus aneh.
"Apa?! Lo udah nyatain selesai, kan? Apalagi yang mau coba lo tegasin ke gue? Udah gak ada yang penting lagi, kan?"
Menggelengkan kepalanya, semudah itukah meninggalkannya? Lalu apa artinya berbulan-bulan menjalani hubungan jika tidak ada yang bisa menjadi pembuktian di sini? "Bukan itu yang aku mau, Lion...."
"Kenapa?" masih sama, "Lo berharap gue bakal gak nerima gitu? Lo berharap gue bakal ngemis dan berlutut di kaki lo? Minta lo buat gak mutusin kehendak sepihak?" dengan wajah angkuh dan nada meremehkannya, "Gak usah pede."
Bahkan jika gadis ini adalah seseorang yang menemani suka atau dukanya, dia tidak peduli. "Lo gak usah ngerasa ngebuang gue," menganggukan kepalanya, untuk lebih tajam menatap gadis yang semakin tenggelam dalam kesedihannya itu. "Asal lo tau aja. Gue gak pernah jatuh hati sama sekali selama sama lo."
Tidak pernah? Sedikit pun?
"Jadi bagus kalau emang lo putusin untuk selesai," lanjutnya pelan. "Karena gue juga udah muak sama lo."
"LION! TAPI KAMU PUNYA JANJI YANG HARUS KAMU TEPATIN!"
Lelaki itu pergi. Benar-benar pergi. Seakan janji yang pernah terucap dari bibirnya itu hanya kata manis yang terlontar, atau memang iya? Dirinya saja yang terlalu terbawa hingga pernah begitu bahagia olehnya.
PERNAH.
Mungkin tidak lagi untuk sekarang.
***
To My Bestfriend:
Gue selesai sama dia, Tal.
VOCÊ ESTÁ LENDO
DANDELION
RomanceMenginginkan cinta yang indah, yang hanya selalu ada kebahagiaan di dalamnya. Tetapi, bukankah tidak ada cinta tanpa rasa sakit? *** Berbulan-bulan menjalani hubungan dengan Lion, nyatanya Lilly hanya merasakan sakit dari hubungan yang pernah dian...
