Zifa Nonaka adalah seorang gadis yang duduk dibangku SMA, memiliki watak yang keras namun ia punya sisi yang peduli akan sesama
"Zifaku duniaku" Sambutan pagi hari saat dirinya baru masuk ke dalam kelas
Dia adalah Askara Panji, pacarnya.
"Dih alay banget" ucap Zifa sambil menepok bahu milik pacarnya lalu duduk di sebelahnya
Panji kemudian menaruh kepalanya di pundak milik Zifa, "Alay ke pacar sendiri mah gapapa kali"
Zifa hanya menggeleng melihat tingkah laku pacarnya. Panji kalau sudah ada didekat Zifa, beuhhh udah langsung ngga inget sama sekelilingnya. Untung teman sekelasnya itu sudah terbiasa dengan tingkah laku kebucinannya
*BROTT*
Seseorang di hadapannya tersenyum riang karena telah berhasil mengeluarkan gas yang ada di dalam tubuhnya. "Lega" ucapnya sambil tersenyum tanpa ada dosa
"Ah buset bau sempak thanos!" tampol Fasya yang tepat di sebelah oknum yang mengentut tadi. Kemudian Fasya berlari menuju jendela kelas untuk menghirup udara yang segar
Zifa menendang kursi milik Bagas, sang pelaku. Ia menutup hidungnya karena pas banget, Bagas ngentut di depannya mereka. "Woyyy kebiasaan banget!" tegurnya
"Balasan untuk orang yang pacaran di kelas" Balas Bagas sambil menengok lalu menjulurkan lidahnya
Kaya anjing, gerutu Zifa dalam hatinya
Panji menutup mulut Zifa dengan tangannya, "Udah ngga usah dilawan, orang nyirik tanda tak mampu"
Bagas tak terima lalu melempar benda apapun yang ada di mejanya ke arah Panji, "Bukannya ngga mampu cok, spek gua mah tinggi"
Panji yang bucinnya sudah stadium akhir merasa tidak nyaman dengan perkataan yang keluar dari Bagas. Ia kemudian menendang bangku milik Bagas yang tepat du depannya lalu mencangking kerah seragam Bagas, "Spak spek spak spek, sempak kuda lo mah"
Fasya yang mendengar ucapan Panji langsung tertawa, "Setuju, muka Bagas mah mirip sempak"
Karena suara tertawanya Fasya sangat kencang membuat Zifa sudah tidak bisa menahan tawanya
"Parah lo, wajah seming. Gua aduin ke pabriknya" ucapnya sambil membuat wajahnya meringis
Bell masuk pun berbunyi, saatnya mereka balik ke kandangnya
"Duniaku sampai ketemu nanti ya" ucap Panji sambil mengusap kepala milik pacarnya
Fasya dan Bagas lelah melihat kebucinan kawannya namun ia pun heran kenapa mereka selalu menjadi saksi bucin Panji dengan Zifa
Setelah dadah-dadah dengan pacarnya Panji langsung merangkul leher Bagas hampir sedikit mencekik untuk membawanya keluar kelas. Lalu diikuti dengan Fasya yang kelasnya hanya berada di sebelah, "Sampai ketemu nanti duniaku" ledeknya pada Zifa sambil dadah-dadah. Kemudian Zifa menunjukan kepalan tangannya sebagai tanda bahwa ia akan meninju si Fasya
TBC
•••
Waw duniaku duniaku, jangan lupa vote sama komen yea~
YOU ARE READING
$EKEJAP
Teen FictionHidup itu cuma sekali dan sekejap. Kisah cinta anak muda yang memiliki masalahnya masing-masing, dari mulai keluarga, percintaan, pertemanan, masa lalu ataupun kelak dimasa yang akan datang. (n): 1. Bahasa non-formal 2. Kata kurang dari 500 ...
