"Ada apa Yewon-ah? " tanya Yoongi, kini memegang tangan Yewon lembut.

"Mungkin ini hanya mimpi, tapi entah mengapa semua terasa begitu nyata" ujar Yewon yang mengingat apa yang ia alami saat ia tertidur panjang.

"Aku bermimpi bertemu dengan mereka, dan juga Yeji" Yewon yang mengingat mimpinya.

"Mereka siapa? Dan siapa Yeji?" tanya Yoongi sambil mengerutkan dahinya mencari jawaban dari Yewon.

Yewon menatap kedua mata Yoongi dengan tatapan sendunya.

"Mereka, ayah ibuku, nenek, dan Yeji. Anakku yang dulu pergi. Bagian darimu Oppa" Yewon memberitahu yang ia temui dalam mimpi.

Seketika ekspresi wajah Yoongi berubah setelah mendengar Yeji, yang dikatakan Yewon adalah bagian dari dirinya.

"Bagian dari diriku?" Yoongi mengulang kalimat terakhir.

Yewon menatap Yoongi dengan senyuman hangat, lalu mengusap wajah Yoongi lembut.

"Dia disana dibesarkan oleh ayah ibuku, juga nenek. Bahkan ibu yang memberikannya nama Yeji. Aku hampir tak bisa mempercayai itu semua, bahwa aku bermimpi yang sangat indah. Mereka tinggal disebuah rumah ditengah ladang bunga Lavender, dengan sebuah pohon besar yang berdiri sendirian disamping rumah" Yewon menceritakan tentang mimpinya, sambil melihat kearah pohon besar yang ada didepan mereka.

Yoongi mengikuti arah pandang Yewon yang melihat kearah pohon besar yang ada ditengah taman rumah sakit.

"Aku tidak menduga jika dia akan menjadi seorang anak perempuan. Dia sangat cantik, rambut panjangnya yang hitam, kulitnya yang seputih susu, dan ia memiliki kedua mata seperti dirimu Oppa. Bahkan, cara dia berbicara pun sangat mirip denganmu" Yewon mengatakan ciri –ciri tentang Yeji, menatap Yoongi lembut dan air matanya yang mulai mengembang.

Hati Yoongi seketika merasa tersentuh, merasa tak percaya namun dari lubuk hatinya yang terdalam ia merasa senang.

"Saat itu aku pikir aku sudah mati, karena aku bertemu dengan orang-orang yang sangat aku rindukan. Tapi ternyata aku salah, bahwa aku hanya singgah. Dan Yeji memintaku untuk kembali kepada ayahnya. Ia mengatakan, bahwa ayahnya membutuhkanku, bahwa ayahnya sedang bersedih karena aku pergi walaupun aku sebenarnya tidak benar-benar pergi."

"Yeji juga mengatakan, jika ayahnya sudah pernah merasa sedih karena kepergiannya. Jadi, ia tidak ingin ayahnya bersedih lagi. Ia hanya ingin, jika waktunya tiba. Ayah, ibu dan adiknya bisa pergi bersama untuk menemuinya lagi."

"Yeji juga berpesan padaku. Saat aku kembali, ia ingin aku mengatakan kepada ayahnya bahwa ia menyayangi ayahnya" ungkap Yewon pada pesan yang dititipkan putrinya didalam mimpinya.

Mendengar semua itu, seketika Yoongi tak lagi bisa menyembunyikan air matanya. Perasaan tak percayanya seketika berubah menjadi perasaan sedih dan bahagia yang bercampur menjadi satu. Lalu ia meletakkan kepalanya dipangkuan Yewon, kemudian menangis terisak. Yoongi menangis karena akhirnya ia bisa meluapkan apa yang selama ini ia rasakan selama 10 tahun. Rasa bersalah dan penyesalannya yang terbesar, kini seolah telah terbayar setelah mendengar jika calon anaknya yang telah pergi ternyata menyayanginya sebagai seorang ayah.









Sebulan Kemudian.

Satu bulan setelah kepulangan Yewon dari rumah sakit, Yoongi kembali disibukkan dengan aktivitas di agensi tempatnya bekerja. Lagu baru untuk grup anak laki-laki sudah hampir mendekati tenggat waktu. Ditambah sebuah projek album baru bagi grup anak perempuan yang sebelumnya di didik oleh Eunbi. Sementara, hingga saat ini Yewon masih belum kembali bekerja karena masih harus melakukan tes pada tahap akhir pemulihan dipasca tragedi yang dialaminya.

All About You [너에 관한 모든 것] {END}Où les histoires vivent. Découvrez maintenant