1

173 8 2
                                        

Hari ini cuacanya sangat bagus. Namun, tidak bagi seorang gadis yang masih duduk dibangku SMA kelas dua.

Ya.....gadis itu adalah SANIA ANDARA, seorang gadis berparas cantik. Dia hidup sendirian kedua orangtuanya meninggal dunia saat Andara dinyatakan lulus SMP saat itu kedua orangtuanya menuju tempat dimana acara kelulusanya diadakan. Seharusnya menjadi hari bahagia bagi andara namun siapa yang bisa melawan takdir tuhan?

Pagi ini, Andara masih berada diatas ranjang kesayanganya. Ia tidak punya siapa-siapa lagi. Andara masih beruntung kedua orangtunya meninggalkan rumah dan beberapa uang yang cukup menyambung hidupnya sampai ia lulus kuliah walaupun sebenarnya tidak cukup. Karna Andara masih SMA tidak ada yang menerimanya untuk bekerja.

Air matanya mengalir mengingat kedua orang tuanya. Biasanya, ayah andara mengajaknya jalan-jalan bersama ibu Andara. Ia hanya bisa menangis mengingat tragisnya kecelakaan yang merengkut nyawa orangtuanya.

"Hiks..hiks...kenapa tuhan...hiks" tangis Andara pecah
Andara berusah tegar menghadapi ujian bu karna Andara yakin ayah dan ibunya sudah bahagia di sana dan meraka tidak ingin melihat Andara sedih.

Andara mengusap air matanya dengan tangan "aku nggak boleh begini aku harus kuat, semangat Andara kamu pasti bisa menghadapinya" tangis Andara berganti menjadi seyum manis walaupun terpaksa. Ia mulai bangkit dan menuju kamar mandi.

Kini andara membuat sarapan untuk dirinya sendiri. Tidak lupa menyiapkan bekal untuk dibawa ke sekolah agar pengeluaran bulanannya tidak bertambah banyak.

Jarak sekolah dan rumah andara tidak jauh, Andara memilih untuk jalan kaki hanya butuh waktu 15 menit, ia sudah sampai digerbang utama sekolah.

Langkah andara terus berganti menuju kelasnya.
"Hey....lo itu nggak pantes sekolah disini" ucap ketua geng itu.
Dia adalah keysiana. Anak pengusaha kaya yang sombong, ia merasa paling berkuasa di sekolah.

Andara yang mendengar itu hanya diam saja. Tapi, hatinya merasa sakit, dadanya sesak. Ia ingin membalasnya tapi itu mustahil karna Andara dapat masuk ke sekolah ini karna beasiswa. Andara ingin menangis tapi ia menahanya ia tidak ingin diangap lemah. Cukup di rumah saja ia menangis melampiaskan semuanya.

Mengabaikanya adalah hal terbaik, ia yakin suatu saat nanti tuhan akan membalas perbuatannya.

Ting....tong....ting....tong....
Suara bel berbunyi, semua siswa bergegas menuju kelasnya masing-masing termasuk Andara.

Tidak terasa bel pulang sekolah berbunyi. Andara mulah merapikan buku-bukunya dan bergegas pulang. Saat di tengah perjalananya ada yang menyenggol bahunya.

Bruk.....
"Aw.." andara merasakan sakit pada kakinya.
"Lo kalau jalan pakai mata!" bentak sosok yang menabrak andara. Dia adalah DEVA PUTRA, dia adalah most wanted di SMA lebih tepatnya kakak kelas andara. Wajah tampanya membuat siapapun jatuh cinta padanya.

"Maaf,kak aku nggak sengaja" andara merasa takut.
"Bilang aja sengaja, gue juga nggak akan tertarik sama cewek kayak lo dekil sok cantik. Ck...nggak sadar lo itu miskin" deva berjalan meninggalkan andara yang masih diam saja.

Deg.....Andara ingin menangis namun lagi-lagi ia menahanya.
Dadanya terasa sesak seperti ada pisah yang menggores hatinya.

"Kau baik-baik saja" tanya seseorang mengulurkan tanganya.

Andara merasa bahagia masih ada yang peduli padanya. Sebelumnya tidak ada yang pernah membantunya mereka semua menjauhi andara.

DEVANDARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang