Lima

80 30 41
                                    

Setelah membaca biasakan untuk vote dan komennya cantik-cantikku💜
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Selamat membaca

💜💜💜


Taehyung Pov

Udara semakin dingin saat aku menyusuri jalanan seoul, hujan pun semakin deras dari langit yang kelam itu. Bagiku kota seoul sangat menakutkan jika di malam hari, itu sebabnya aku tidak suka berkeliling di saat gelap. Walaupun banyak orang yang menyukai malamnya seoul karena indah saat lampu-lampu yang menyinari di gelap.

Aku sangat menyesal karena berkata kasar pada gadis itu, tak seharusnya juga mengungkit kejadian suram gadis itu. Siapa pria yang dengan sangat teganya mengatakan perkataan keji seperti itu pada seorang gadis rapuh. Aku tidak akan mengelak jika pertanyaan itu ditujukan pada diriku sendiri, sudah berapa banyak hati wanita yang telahku sakiti dengan perkataan keji seperti itu.

Sudah lebih dari tiga puluh menit menyusuri kota seoul akan tetapi sama sekali tak terlihat keberadaan gadis tersebut. Ke mana lagi harusku cari? Jimin akan sangat marah jika aku pulang dengan tidak membawa gadis itu.

Aku sangat takut jika Jimin sudah marah, tenaga dan perkataan anak itu akan sangat menyakitkan.

Hujan semakin deras, Aku jadi teringat kalau gadis itu hanya memakai celana pendek dan sweater saja saat pergi tadi.

"Berpikirlah Kim Taehyung. Ke mana gadis itu pergi." sambil menyandarkan kepala di setir mobil, aku pejamkan mata sembari berpikir. Beberapa detik kemudian tersadar, tanpa pikir panjang aku langsung menuju ke tempat yang bisa dikatakan delapan puluh persen gadis itu pergi ke sana.

Tak butuh waktu lama aku pun sampai di sebuah sekolah, pertemuan pertama kami. Bisa di katakan peremuan yang konyol. Dengan cepat aku pun menaiki satu persatu anak tangga menuju atap sekolah. Sangat gelap karena lampunya sudah dimatikan oleh penjaga sekolah, sekarang disinilah aku berdiri di depan pintu berwarna putih itu berharap gadis yang aku cari ada di balik pintu ini. Dengan kuat aku pun mendobrak pintu tersebut, mencari keberadaan gadis itu.

Hatiku semakin teriris dikala melihat gadis itu duduk di sudut dekat pintu, seluruh badannya basah begitu juga dengan wajahnya yang pucat. Mata kami beradu pandang hingga sesaat kemudian gadis itu jatuh lemas di lantai.

***

"Bagaimana gadis itu?" tanya Taehyung cemas, bajunya yang basah sudah berganti dengan kaos hitam polos begitu juga dengan celana panjang yang sedikit kebesaran yang biasa ia pakai.

"Badannya panas, mungkin karena kehujanan. Tangannya juga terluka, aku harus menjahitnya terlebih dahulu. Tapi kau tenang saja, aku sudah mengobatinya," ujar Jimin membereskan perban yang berada di atas meja.

"Keluarlah, biarkan dia istirahat." sambung Jimin, lalu di ikuti Taehyung dari belakang.

"Terima kasih Jimin-ah." ujar Taehyung, sambil menyenderkan kepalanya di sofa. Jika bukan karena Jimin ia tak akan mencari Hera keluar.

"Jangan pernah ulangi lagi. Cukup sekali ini saja kau seperti ini, jika kau seperti itu lagi aku tak akan segan-segan untuk memotong lidah jahatmu itu atau bahkan lebih buruk dari itu!" ancam Jimin sambil menatap tajam pada Taehyung.

"Aku akan pulang sekarang, istriku sudah menelfonku dari tadi. Bisa merajuk dia jika aku tinggalkan terlalu lama." pamit Jimin, lalu membereskan barang-barangnya sebelum berpamitan pada Taehyung.

ELEGITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang