Pagi-pagi sekali, seorang gadis sudah turun dari ranjangnya karena adanya sinar matahari yang masuk melalui celah-celah jendela. Gadis itu berdiri dan langsung ke kamar mandi mengingat hari ini adalah hari Senin.
Selang beberapa menit,gadis itu turun dari kamarnya untuk sarapan.
"Pagi Mah, Pah." Sapanya pada Mamahnya yang bernama Mira dan ayahnya yang bernama Rudi.
"Pagi juga sayang" jawab kedua orang tuanya.
"Refi ayo sarapan dulu,biar kuat nanti pas di sekolah. Kamu kan harus upacara." ucap Mamanya.
Yap namanya Refina Dwi Azzedine yang kerap dipanggil dengan sebutan "Refi".Gadis baik,rajin,kadang pemalu kadang agak gesrek, ya tergantung orang yang ngobrol pada saat itu. Tapi dia selalu bersikap ramah pada semua orang.
"Iya Mah,nanti Refi harus upacara. Oiya, Refi hari ini berangkat sama Papa kan?" ucap Refi sambil mengoleskan madu ke rotinya itu.
"Oh iya dong sayang,nanti kamu berangkat sama papa ya." jawab Papanya.
Setelah beberapa menit menghabiskan sarapannya, tibalah waktunya ia harus berangkat sekolah.
"Ayo Refi, kita berangkat. Takut telat" ajak Papanya.
"Ayo Pah." jawabnya.
"Hati-hati bawa motornya ya Pah."
ucap Mamanya sambil salim pada sang suami.
"Iya siap Ma." ucapnya.
" Mah Refi berangkat dulu ya." ucap Refi.
"Iya sayang hati-hati ya." ucap Mamanya.
Gadis itu tersenyum lalu mengangguk sebagai jawaban.
Setelah 20 menit, akhirnya sampai juga Refi di sekolah. Kemudian dia turun dan tak lupa sebelumnya pamit terlebih dahulu pada sang Papa dengan mencium tangannya.
Refina berjalan terus di sepanjang koridor kelas,hingga akhirnya
"REFIIIII." cicit Vika Amanda. Yap dia adalah teman dari Refi, lebih tepatnya dia adalah teman sebangkunya. Mereka sudah sekelas sejak kelas 10.
"Ih Vika jangan teriak gitu malu,banyak orang." ucapnya.
"Hehee, gapapa sih mereka juga biasa aja tuh. Udah ah ayo kita ke kelas"
"Yuk."
Mereka sudah duduk di kelas,dan sedang bersiap-siap untuk melaksanakan upacara bendera yang biasa dilakukan di hari Senin. Ya, kebanyakan siswa malas melakukan upacara ini karena panas dan pegal atau apalah itu. Hingga akhirnya ada bunyi pengumuman agar semua siswa kumpul di lapangan untuk upacara.
"Ayo Fi, kita ke lapangan." ajak Vika.
"Yuk".
Panas,penuh keringat,pegal,kesel,capek semua dirasa pokoknya pada saat upacara berlangsung.
"Upacara selesai,pasukan membubarkan barisan." ucap MC upacara.
Semua orang yang ada di lapangan pun berhamburan,ada yang ke kantin,ke kelas,dan ke kamar mandi.
"Haduhhh Fi capek banget gue mana gerah lagi itu amanat nya panjang banget ih." gerutu Vika sambil mengibas-ngibaskan tangannya.
"Hahaa udah deh udah biasa kali Vik." ucap Refina.
Suasana kelas ramai sekali, karena di kelasnya Refi ada yang berjualan tahu crispy sama cibay. Kalian tau cibay kan? Itu loh yang dalemnya aci terus ditutup sama kulit lumpia. FYI cibay itu singkatan dari Aci Ngambay enak banget apalagi kalau pake bumbu pedas,beuhhh. Ok back to topik!
"Eh Vik, gue mau beli tahu crispy nya Rosa dulu ya"ucap Refi.
"Eh gue nitip dong, rame banget sih males ini kelas udah kaya pasar aja."
jawab Vika sambil ngasih uangnya ke Refi.
"Ok."
Akhirnya, setelah mengantri Refi pun duduk kembali di tempatnya bersama Vika Amanda.
Tiba-tiba seorang cowok dari kelas sebelah yang membuat Refi tak mengalihkan pandangannya juga datang ke kelasnya untuk membeli Cibay itu.
"Eh Fi itu ada si Rifan dari kelas sebelah noh"ucap Vika tunjuk pada seseorang.
"Eh iya hehehehe ganteng banget ga sih?"
"Ah lo, iya sih dia ganteng tapi sayangnya dia cuek banget mana dingin gitu ih"
"Ah masa sih?"tanya Refi tak percaya.
"Iya Refi, denger-denger nih ya dia tuh banyak yang suka tapi ga ada satupun yang ditanggapi. So jual mahal banget"
"Hm,tapi gue suka sih cowok kayak gitu. Keliatannya baik tapi Vik."
"Iya baik kali gatau deh. Dia juga ikut ekskul futsal,sama hadroh."
Refi yang mendengar itu semakin tertarik pada cowok yang bernama Rifan itu. Pasalnya, Refi sendiri sangat suka dengan Rifan. Menurutnya dia tuh tipenya banget.
"Ah udahlah gapapa dia cuek juga,yang penting gue suka sama dia. Entahlah mau kek gimana nantinya." ucap Refi.
"Ya udah Fi, terserah lo aja. Gue sebagai sahabat cuma bisa ngedukung aja yak"
"Iya makasih ya Vik."
"Yoi sans aja sih lo, kayak sama siapa aja."
Ngomong-ngomong soal Rifan dia udah keluar dari tadi ya,pas Refi sama Vika lagi ngomongin dia. Hmm,untung kupingnya ga panas.
"Pria dingin emang punya ciri khas tersendiri, padahal dia tidak melakukan apa-apa. Hanya dengan diamnya saja banyak orang yang terpesona melihatnya."
-Refina Dwi Azzedine
Hai guys, ini adalah cerita kedua punyaku yang ada di Wattpad. Btw,cerita pertama ku itu semacam curhatan sendiri ya atau bikin quotes gitu,pokonya random deh heheee. Semoga kalian suka yah, ini cerita agak aneh sih tapi aku mau buat aja gitu terinspirasi dari kisah nyata diri sendiri wkwk:v
Dah ah segitu aja,semoga kalian suka yak. Oh iya semoga pandemi Corona ini juga segera berakhir yah, sedih sih diem terus dirumah ga sekolah gitu,yakan?
YOU ARE READING
My Ice Bear
Teen FictionCerita tentang 2 orang remaja dengan para sahabatnya. Rifan Axel Permana : Pria dingin bagaikan es. Refina Dwi Azzedine : Gadis yang suka heboh,tapi seketika menjadi cuek jika bertemu dengan Rifan padahal dirinya menyukai Rifan. Ada apa ya? Apakah R...
