prolog

755 18 1
                                        


Happy reading guys....


Bagi semua orang, naik kelas dan naik tingkatan sekolah itu menyenangkan. Karena ia merasa beranjak dewasa dan akan menemukan hal-hal baru yang mungkin indah dan sayang untuk dilewatkan.

Walaupun hanya berganti pakaian yang tadinya merah putih sekarang memakai osis. Namun, semua itu memberikan efek tersendiri bagi insan yang merasakan atau berada di tempat tersebut.

Semua orang mungkin bisa merasakan itu semua terkecuali dengan anak yang satu ini. Siapa lagi kalau bukan Keyla Andhini Wirana.

Wirana adalah singkatan dari bapak Wira dan ibu Ana. Keyla hidup di sekeliling orang sangat menyayangi dirinya. Bahkan sekarang ia berada di sekolah ayahnya sendiri. Masuk ke sekolah ayahnya membuat sekolahnya menjadi biasa saja.

Pagi ini menjadi pagi yang biasa-biasa saja. Pasalnya sudah 3 hari ia menikmati MATSAMA (semacam mos) dan sekarang ia sudah terbebas dengan semua itu.

"Hei morning Key," sapa siswi tersebut yang didapati sahabat baru Keyla.

"Morning too." jawab Keyla tidak semangat.

"Key, ko lo ga semangat si. Ayo dong, temenin gue keliling sekolah, nyari cogan!" Ucapnya semangat.

Ya iyalah gue ngga semangat orang gue baru bangun. batin Keyla.

"Ogah. Disini nggak ada cogan. Mending ke kantin, laper gue."

"Yaudah kita ke kantin. Siapa tau ada cogan SMA, iya ngga?"

Karena Keyla lapar, akhirnya ia pun menuruti perintah sahabatnya yang bernama lengkap Amelia Ramadhani itu.

Sekolah milik bapak Wira ini, merupakan gabungan dari sekolah SMA dan SMP. Hanya dibatasi dengan lorong yang menghubungkan keduanya. Selain itu, visi misi sekolah yang bernama Jingga itu mendekati fanatik.

-keyzila-

"Gue laper banget Mel...." rengek Keyla sambil memegangi perutnya.

"Yaudah si, mau pesan mie kan?"

"Wah, ko lo tau sih?" kagum Keyla.

"Tau dong. Gue lagi pengin juga," jawab Amel dengan cengiran tidak berdosanya.

"Sialan."

Setelah memanggil bu Sitay dan memesan, tak lama makanan mereka datang dan Keyla langsung meraih satu piring.

"Selamat makan!" seru Keyla.

"Ish lo ini ya. Kita harus berdoa terlebih dahulu dong."

"Yaudah deh, lo mimpin doa."

"Bismillah aamiin."

Mendengar ucapan Amel barusan membuat Keyla terpekik.

"Doa apaan itu. Lo mau doa apa mau ngaji upil badak. Orang kita mau makan juga. Harusnya kita itu doanya mau makan."

Tak ada jawaban.

"Eh, lo dengerin gue ngomong ngga sih Mel?"

Tak ada jawaban.

"Wah, kuping lo tu ngga berfungsi ya? Diiris aja. Percuma lo punya kuping."

Tetap saja tidak ada Jawaban.

Keyla merasa kesal dengan Amel yang tidak menjawab perkataannya. Yang terjadi malah matanya berbinar dan mulutnya terbuka lebar. Keyla akhirnya mengeluarkan jurus ngedumelnya.

"Eh, lo liat apaan sih, melotot banget. Awas ntar mata lo itu jatuh ke mie ini. Inget juga gada yang mau donorin mata buat cewek kaya lo."

"Itu mulut juga udah kaya trowongan aja sih ya ampun, kapal tetanic aja bisa masuk kesitu."

Tanpa aba-aba mulut Keyla dibekap oleh Amel yang membuatnya menahan nafas karena tangan Amel bau minyak GPU. Masih untung tidak memakai minyak kayu putih. Karena Keyla paling anti dengan barang tersebut.

"Udah sih, lo liat aja noh!" sentak Amel kepada Keyla.

Gimana nih prolognya?

Hayo, kira-kira mereka ngeliat apa?

Yang pasti, jawabannya ada di part selanjutnya

Jangan lupa tambahin ke perpustakaan kalian yah... baca, vote and koment juga

Sampai jumpa di part selanjutnya

1736...

KeyzilaStories to obsess over. Discover now