"Kau selalu seperti itu Yewonie. Lebih memikirkan hati dan kebahagian orang lain, tanpa sadar bahwa sebenarnya hatimu juga perlu bahagia. Hatimu terlalu baik" ujar Yerin yangmengerti bagaimana karakter Yewon sejak dulu.

"Mengutamakan kebahagiaanmu lebih dulu, bukan berarti menjadikan dirimu egois Yewon. Karena kau juga diberikan hak untuk bahagia" Yerin kini menatap kearah Yewon, dan Yewon membalas tatapan Yerin.

"Lagipula, jika Yoongi bersama Seungwan apa menurutmu dia akan bahagia? Menurutku tidak" Yerin yang merasa meragukan isi hati Yoongi untuk Seungwan.

Yewon segera menatap Yerin tajam dengan rasa penasaran dengan ucapan Yerin tentang Yoongi. Lalu terlihat Yerin kembali menyandarkan tubuhnya pada sofa dengan nyaman.

"Hoseok Oppa pernah bercerita, jika Yoongi tak bisa menggantikan sosok dirimu dengan yang lain. Dengan kata lain, kau itu istimewa baginya" Yerin menoleh kearah Yewon dengan tatapan lembut.

"Baginya, orang yang bisa mengerti dan mengetahui segala hal tentang dirinya hanyalah dirinya dan dirimu. Bahkan orang tua sendiri tak begitu tahu tentangnya, dan bahkan sahabat kecilnya sendiri, Seokjin".

"Jadi, walaupun seandainya dia bersama dengan Seungwan. Seungwan yang akan tersakiti. Kau pahamkan maksudku?" Yerin mengangkat kedua alisnya, untuk meyakinkan Yewon.

Yewon seketika termenung, setelah mendengar perkataan Yerin. Karena ia pun merasakan hal yang sama. Bahwa selama ini, hanya Yoongi yang mengerti sifat, karakter dan semua hal tentang dirinya. Bahwa bahkan melebihi kedua kakak laki-lakinya sendiri. Kini ia berpikir, masih haruskah ia meragukan Yoongi dan dirinya sendiri.

Tak lama, terdengar Taehyung yang memasuki rumah setelah pulang bekerja. "Aku pulang" ujarnya keras, sambil melihat kesekeliling rumahnya.

"Jangan terlalu keras sayang, Yeonjun sudah tidur" ujar Yerin yang telah berdiri menghampiri suaminya. Lalu meraih tas dan jaketnya, lalu terlihat Taehyung yang mencium kening Yerin mesra.

"Oh, padahal aku sengaja pulang lebih awal untuk bermain dengannya. Sayang sekali aku terlambat" ujar Taehyung sedikit menyesal.

"Apa itu sayang?" tanya Yerin melihat kotak berukuran sedang yang dibaw Taehyung.

"Oh, ini obat herbal untuk paman Nam. Tapi aku tak melihat dia, dimana dia?" ujar Taehyung yang memperlihatkan kotak yang ia bawa.

"Mungkin dia sedang didapur bersama bibi Nam, ini waktunya ia minum obat bukan?" ujar Yewon yang mengetahui waktu minum obat paman Nam yang memiliki riwayat penyakit kolesterolnya.

"Apakah sebaiknya sudah waktunya paman Nam istirahat sayang? Aku mengkhawatirkan dirinya jika terlalu lelah" khawatir Yerin dengan kondisi paman Nam.

"Itulah kenapa aku memintanya hanya untuk menjemput dan mengantar Umji. Pekerjaan itu menurutku tidak terlalu berat, malah kulihat akhir-akhirnya ia jadi semakin lebih sering tertawa saat bersama Umji" ujar Taehyung yang melihat perubahan baik pada supir pribadi keluarga Yerin itu.

"Umji-ah, tolong berikan ini untuknya" pinta Taehyung seketika melihat kearah Yewon dan menyodorkan kotak yang ia bawa.

Yewon berdiri dari duduknya lalu menghampiri Taehyung, mengambil kotak yang disodorkan untuknya. "Baiklah, akan kuberikan pada paman Nam" ujar Yewon mengiyakan perintah kakak laki-lakinya. Lalu ia bergerak menuju dapur rumah Yerin untuk bertemu dengan paman Nam.









Yewon berjalan menuju dapur rumah Yerin dan Taehyung, sambil membawa 1 kotak ukuran sedang berisi obat herbal. Ia bergerak mendekati dapur, hingga samar-samar ia mendengar seperti dua orang sedang saling mengobrol. Yewon bergerak mengintip sejenak siapa yang sedang berbicara. Dan ia melihat ternyata paman dan bibi Nam yang sedang saling mengobrol sambil menonton televisi yang menyiarkan siaran langsung penyanyi Geum Seungwan.

All About You [너에 관한 모든 것] {END}Where stories live. Discover now