1. ACEH 2004

135 14 0
                                        

1. ACEH 2004

Sheeren Wijaya, gadis kecil yang biasa di panggil Rena ini masih duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar. Saat di usianya yang masih sangat muda itu Rena sudah pernah merasakan sakit yang luar biasa, dimana sosok ibu yang ia anggap sama seperti malaikatnya, pergi untuk selamanya. Meninggalkan Rena kecil yang saat ini menjadikannya seorang perempuan yang kuat dan penyabar.

"Ren! rena!".

Saat itu sekitar pukul 7.40 pagi ia tidak masuk sekolah karena Ayahnya yang kabarnya akan pulang merantau dari Jakarta ke Aceh. Sudah sekitar 7 bulan Rena tidak bertemu Ayahnya yang bekerja di proyek pembangunan di salah satu perusahaan Jakarta.

"Iya Bun.. tunggu sebentar".

Rena yang pada saat itu sedang asik bermain ayunan yang posisinya mengahadap langsung ke laut dan di temani dengan angin sepoi yang menerpa lembut rambut panjang nya.

"Uhh Ayah mana sihh?".

Pertanyaan itu yang sedari tadi terucap dari bibir mungilnya.

"Doorrr!".

Karena kaget mendengar suara itu Rena pun terjingkat dan jatuh dari ayunan, sehingga membuat lututnya di penuhi oleh putihnya pasir pantai.
Bukannya menangis seperti anak sebayanya yang bila dikagetkan oleh suara seseorang pas ditelinganya, ia malah menatap sinis ke arah anak laki-laki yang usianya setahun lebih tua darinya.

"Ihhh selalu aja kagetin Ren!".

Siapa lagi kalau bukan laki-laki yang sudah Rena anggap seperti kakak kandungnya sendiri.
Namanya Ariansyah Sanjaya, yang Rena panggil sebagai kak Ari.

"Lagian sihh Ren ngapain duduk sambil bengong gitu di sini, entar Ren kesambet lohh".

Ari memang paling suka menggoda Rena. Apalagi ketika Rena sedang cemberut seperti sekarang ini.

"Engga mungkin".

Rena menjawab dengan polos dan masih sama dengan posisi beberapa detik yang lalu.

"Udahh sini kak Ari bantu Ren berdiri".(Mengulurkan tangnnya)

Sikap Ari seperti itulah yang membuat Rena sangat menyayangi sosok Ari. Ditambah lagi keadaan yang ia rasakan, yaitu jauh dari kasih sayang seorang Ayah.

"Happ!"(Perlahan menarik tangan Rena)

"Oh iyaa sekarang Ren masuk yaa, soalnya barusan Bunda panggil Ren, masak katanya Ren belum makan dari pagi?".(Sambil membersihkan lutut Rena yang di penuhi pasir pantai)

Pertanyaan sangat manis memang untuk anak seusia Ari.

"Tapi Kak, Ayah Ren kapan datangnya?".

Lagi lagi Ren masih memikirkan hal itu. Entah Ayahnya jadi pulang hari ini atau tidak.

"Ayah Ren pasti pulang kok, Kak Ari tebak abis Ren makan nanti pasti Ayah Ren datang." (Dengan ekspresi meyakinkan)

Apalagi yang bisa Ari perbuat selain membujuk Rena untuk makan, karena ia tak ingin gadis tersebut sakit hanya karena menunggu yang tidak pasti.

"Janji?" (Sambil mengulurkan jari kelingkingnya)

"Iyaa" (Menerima uluran jari Rena)

~Di Meja Makan~

"Rena, Ari, hari ini Bunda masakin makanan kesukaan kalian berdua, kalian harus makan yang banyak ya, biar bisa tumbuh besar".

Ibu Rena, adalah sosok ibu yang sangat penting dalam kehidupan Rena. Karena sikapnya yang sangat lembut kepada siapapun, dan bahkan Ari pun sudah dianggap sebagai anak sendiri olehnya.

"Siap bunda!" (Jawab Ari dan Rena serempak)

"Bbrruuuggghh!" (Suara gemuruh bercampur dengan suara benda benda bergetar di rumah Rena)

"Bundaa! Rena takut!"(Suara Rena dan langsung berlari memeluk Bundanya yang sedang menata piring)

Pada saat itu Gempa berkekuatan 9.4 skala sedang terjadi di Aceh, tempat kelahiran Rena dan Ari.

"Sayang Rena! Ari! Ayoo cepat keluar rumah!". (Teriakan Ibu Rena yang panik, langsung menarik tangan Ari dan Rena keluar rumah)

Teriakkan warga yang merasakan gempa tersebut terdengar sangat histeris, bagaimana tidak gempa itu terasa sangat kencang sekali. Tak lama setelah itu Tsunami pun datang dan menhabiskan semua yang sangat berharga.

Rena kehilangan kedua orang tersayangnya terutama ibu Rena yang jasadnya tidak ditemukan hingga saat ini. Kejadian itu adalah Bencana Tsunami terparah yang pernah terjadi sepanjang masa.

Sama dengan Ari, hingga saat ini Rena belum juga bisa menemukannya, apakah Ari masih ada dan selamat, ataukah pergi selamanya.
Tapi Rena percaya hingga ia besar nanti Ari akan kembali mengisi kisah hidupnya.

Sedangakn Rena sendiri ia di temukan dan selamat atas kuasa Allah. Sempat di larikan ke pengungsian sebelum ia di jemput oleh Ayahnya dan pindah ke Jakarta untuk selamanya. Karena Ayah Rena rasa, tak ingin kalau putri satu satunya itu trauma akibat kejadian yang merenggut nyawa banyak orang itu, terutama istrinya.

~Kisah masa kecil Rena ketika di Aceh, sebelum kisah barunya di mulai di Jakarta~

AFTER MEET YOUDonde viven las historias. Descúbrelo ahora