Satu : Airell dan Sweater Putih

921 20 2
                                        

  Haii kembali lagi dengan cerita more than enough versi terbaru nyaa ...
Seperti yang sudah aku infokan ada perubahan di cerita ini dan yaa semoga kalian suka dengan cerita ini .
Makasih banyak yang sudah vote dan menyempatkan diri untuk membaca cerita aku ...

Oke segitu aja dari aku selamat membacaa

---

Gelap malam menyelimuti seorang yang tengah merasakan sakit batin , mental dan fisik . Suasana yang dingin dan gelap di temani dengan isakan tangis yang pilu . Airell sedang mengobati beberapa bagian tubuhnya yang terluka ini terjadi bukan yang pertama kali melainkan yang sudah berapa kali bahkan airell sendiri tidak tahu ini yang keberapa .

Dengan hati-hati airell mengobati kaki nya juga lengannya menahan isakan yang terus mendesak keluar .

"Tahan airell "
Ucapnya menyemangati diri

Setelahnya selesai mengobati luka-luka dia bersiap untuk tidur karena sudah sangat lelah .

Ketika pagi menyapa airell terbangun berisap untuk pergi tapi dia harus memakai pakaian yang menutup seluruh kulitnya terutama di bagian lengan . Oh ayolah Oregon sedang tidak berada di musim dingin untuk memakai pakaian yang tertutup tapi ya mau bagaimana lagi ?

Airell tidak akan membiarkan orang-orang di luar sana melihatnya seperti ini apalagi dia anak dari perancang busana terkenal . Yang ada ibunya akan memarahinya habis-habis an !

Bisa tinggal nama airell .

Tamat riwayatnya .

Berkaca melihat penampilannya sekarang memakai jeans biru dan memakai sweater berwarna putih tak lupa memakasi scarf . Airell seperti orang yang buta akan cuaca dia seperti orang yang dari kutub di luar sana matahari sedang bersinar dengan cerahnya .

Jujur saja airell sudah gerah sebenarnya dia saja gerah apalagi teman-temannya yang melihat ini .

Hah teman ?

Bahkan airell hanya memiliki satu teman .

Ketika airell menuruni tangga dia sudah melihat aqilla yang tak lain adalah kembarannya dia sedang sarapan sendirian .

"Hai !"

"Oh wow lihat siapa yang sudah pulang"
Airell tersenyum

"Aku pulang dini hari " jawabnya

"Sini sarapan dengan ku"

Airell menyetujui dia melangkahkan kaki duduk bersama aqilla dia sudah menyiapkan sarapan untuk airell jugat ternyata.

"Mom kapan pergi ?"
Tanya aqilla di sela-sela makannya

"E-em aku tidak tahu "

Aqilla mengangguk mengerti

Lalu dia memegang tangan ku .

"Dia melakukannya lagi ? "
Tanya aqilla serius

Airell menatap aqilla lalu mengangguk

"Maaf " katanya

More Than EnoughDonde viven las historias. Descúbrelo ahora