Ghina POV
Drrrrtt... Drrrrtt....
Ponselku bergetar pertanda ada pesan masuk.
Ditengah kekacauan pagi ini, masih ku sempatkan juga untuk membaca pesan singkat yang masuk itu. Dan benar saja dugaanku, pesan dari Zayn.
Seperti ada peraturan tak tertulis dan tak terucap dalam hubungan kami, bahwa setiap pagi kami harus melakukan ritual kabar-mengabari; selamat pagi, sudah bangun atau belum, sudah sarapan atau belum, sedang apa, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang menurutku seperti pembuka obrolan yang basi.
Zayn♥️
Selamat pagi tuan putri... 😊
Lagi ngapain kamu? Ingat kan kalau ini hari Senin? Hari ini try out kedua, jangan sampai telat kaya try out pertama beberapa waktu lalu. Sampai ketemu di sekolah👋
Me
Iya aku ingat 🙄 oke 👌
Aku langsung memesan ojek online dan bersiap-siap. Merapikan seragam yang aku kenakan, mamasukkan perlengkapan ujianku dan memakai kartu ujian yang aku jepitkan di saku kemeja putihku. Semuanya aku lakukan dengan tergesa-gesa.
. . . . . .
Setelah membayar ongkos pada pak ojek online, aku langsung memasuki sekolah yang gerbangnya masih terbuka lebar. Ini berarti aku tidak terlambat (lagi).
Huft... Jujur saja, aku adalah salah satu siswi yang rajin sekali terlambat datang ke sekolah. Alasannya sangat memalukan; aku selalu bangun kesiangan!
Tapi aku tidak mungkin membiarkan orang lain mengetahuinya. Jadi, saat guru BP bertanya padaku, aku selalu beralasan jalanan macet atau kendala lainnya yang membuatnya yakin padaku pada saat itu.
Kelas sudah ramai. Bangku-bangku dan meja tersusun rapih tidak seperti hari-hari sekolah biasanya.
Aku mencari namaku di daftar peserta ujian yang tertempel di tembok depan kelasku.
Tiba-tiba ada yang menepuk bahuku. Karena refleks, aku langsung menoleh kebelakang dan segera mengetahui siapa yang menepukku barusan.
"Zayn..." Seruku saat mengetahui pelakunya.
"Kamu duduk dibangku ketiga barisan tengah", jawab Zayn sambil menunjuk ke dalam kelas.
"Oohh.. terus kamu dimana?", Tanyaku sambil berjalan memasuki kelas.
"Kita beda ruangan. Aku di ruang dua." Tangan Zayn meraih tanganku dan langsung menghentikan langkahku memasuki kelas.
Mata kami saling bertemu pada satu arah. Sesaat seperti tidak ada siapapun disini. Entah bagaimana caranya Zayn selalu bisa membuat hatiku berdebar meskipun kami sudah lama berpacaran. Rasanya.. baru kemarin kita dipertemukan semesta, baru kemarin kita ini bukan siapa-siapa untuk satu sama lain, dan baru kemarin kita saling mengenal.
Tapi sekarang, kami sudah berada di kelas tiga. Yang artinya, kami akan berpisah. Karena kami sama-sama tahu bahwa impian kami berbeda, dan jalannya pun pasti akan berbeda.
"Hey, kenapa?" Tanyaku padanya. Seperti membuyarkan lamunannya.
"Hmmm... Ini buat kamu. Aku tau kamu pasti belum sarapan 'kan? Gimana bisa konsentrasi ngisi soal ujian kalau tuan putriku belum sarapan.." kata Zayn, sambil menyerahkan susu kotak di tanganku.
Aku segera melepas genggamannya dan mengambil susu kotak stroberi kesukaanku darinya.
"Terimakasih banyak Zayn... Kamu perhatian banget! Di situasi kaya gini aku sampe lupa sarapan... Aku benar-benar beruntung memiliki malaikat penjaga sepertimu". Kataku sambil tersenyum dan menepuk-nepuk pundaknya, bangga.
"Iya... Aku udah khatam dalam menghafal siapa kamu Ghin. Jam istirahat nanti kita makan bareng ya di kantin?" Tanya Zayn sambil melangkah mundur perlahan.
"Siaaaapp...", Jawabku penuh semangat dan mengangkat tangan disamping keningku membentuk hormat.
Zayn tersenyum lalu membalikkan badannya dan berjalan menuju ruang ujiannya. Dan percakapan kami pagi ini selesai. Aku pun langsung memasuki ruang ujianku.
Suasana kelas masih ramai. Ada yang sibuk membaca buku, Menghafal, mengerjakan soal-soal, dan sisanya hanya mengobrol sambil sesekali tertawa terbahak.
Aku duduk dan langsung mengeluarkan buku pelajaran pertama yang akan diujikan. Sambil mengingat kembali tulisan-tulisan yang sudah ku hafal dari kemarin, aku menikmati susu kotak pemberian Zayn. Dengan cepat aku sudah menghabiskan susu kotaknya, bertepatan dengan itu, bunyi bell berdering tanda jam sekolah akan dimulai.
Aku segera merapikan buku dan mengeluarkan alat tulisku.
Hampir saja aku lupa untuk membuang sampah susu kotak itu.
Tapi.. tunggu dulu, ada yang tidak biasa dari kotak susu ini. Ternyata ada kertas kecil yang tertempel disisi yang sedaritadi tidak terlihat olehku.
Kertas itu bertuliskan;
Good luck ya Ghina sayang. Semoga kita berhasil.
Aku tersenyum dan langsung memasukkan kertas kecil itu kedalam tas. Lalu membuang sampah susu kotak itu.
Dia adalah Zayn. Laki-laki hebat karena berhasil menaklukkanku.
Dia adalah Zayn. Laki-laki yang langsung jatuh cinta padaku saat pertama kali melihatku.
Dia adalah Zayn. Laki-laki yang mengutarakan cintanya padaku dua tahun silam.
Dia adalah Zayn. Cintaku. Cinta pertamaku.
Olla!
Gimana menurut kalian? Untuk author pemula yaaa lumayan ya? Gaje, hehe.
Plis follow aku dulu yaaa...
Jangan lupa komen biar seru!
Vote juga yaaa buat naikin semangat ku!
Terus share deh ke temen-temen kalian yang hobi baca🤗
YOU ARE READING
Cinta Tak Berjodoh
FantasyBagaimana kalau orang yang selama ini kamu cintai justru nggak berjodoh sama kamu? Itulah yang terjadi dengan Ghina. Ternyata semesta membuat kisahnya menjadi sangat rumit. Cintanya terpaksa dibuat kecewa dan hancur. Hatinya patah bertubi-tubi. Kir...
