"Maafkan aku yang harus pergi meninggalkanmu . kini, kan ku tunggu kau di syurga "
Wanita bertudung hitam itu menangis . di belakangnya fatma berdiri haru . mengelus lembut punggung rani .
" tahukah kakak . suatu hari . pernah ada seorang pecinta be...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Aku hanya sebuah mimpi indah yang terjadi kala tertidur ,namun saat aku terbangun ,hanya deritalah arti kehidupanku"
Hujan telah larut. Surabaya Town Squere baru saja tutup. Jalanan mulai sunyi. Di tepian jalan seberang ada anak-anak muda yang berkumpul. Malam itu terlalu kelam . Lampu jalan menyinari samar. Terkadang ada satu dua mobil yang melintas. Tak ada bulan malam itu.
Sunyi. Bahkan bintangpun bisa dihitung jari.reon berjalan santai melangkahi setiap ritme trotoar . menenteng bahu jaket hitam levisnya . matanya mulai mengendur . belaian shymponi malam mengantar kantuknya . seperti mimpi .Dari sudut persimpangan jalan . Suara samar penuh ketakutan terdengar . Suara itu terdengar suram. Nada permohonan yang di iringi tangisan . tepat di sudut persimpangan di depan reon . suaranya mengeras . lalu berubah pada erangan kesakitan.
" mas, mas, lepasin gak !" reon menatap geram.tiga berandalan mengelilingi seorang wanita. penuh kegenitan. Tanpa belas kasihan. Brandalan itu mempermainkan . bahkan menyentuhnya . wanita itu sungguh jelita.Wajahnya putih kemerah-merahan. Kerudung hitam menyelimuti kepalanya.Memakai baju kurung putih. Dan menyandang tas merah muda.wanita itu menangis.
" mas, tolong mas , tolong ...." wanita berjilbab hitam itu meminta tolong. Menyadari kedatangan reon .Siratan wajahnya menandakan permohonan yang sangat mendalam.brandalan itu menendang perut wanita. Suaranya terhenti. Menahan sakit. Terduduk. Lalu mengerang menahan sakit.
Reon tak bisa diam. Berjalan. Di amuk amarah. ia hampiri tiga brandalan itu . Tanpa basa-basi. Salah satu preman mencoba menghantam kepala reon. Reon menghindar. Menatap geram. Lalu menghantam perut preman tersebut dengan keras. lalu terpelanting ke trotoar jalan .preman lain terlihat marah. Bagaikan iblis. Mereka menyerang reon. Maninju. Menendangi . Seperti harimau melihat mangsa. Reon berhasil menangkis dan menghindar. Lalu membalas Serangan preman itu sekaligus. Keduanya terbanting. Hantaman reon tepat mengenai kepala dan dada preman.mereka Terbaring pada jalanan aspal. Tidak bergerak lagi.Wanita itu masih menangis.terduduk di tepian jalan. ia menangis.
"ayo mbak , berdiri"
" makasih mas " wanita itu menatap sekilas, lalu kembali tertunduk menyedihkan . Ia masih di rundung ketakutan , dan hantaman keras pada perutnya pasti masih mendenyut menyakitkan
"Mbak bisa berdiri " wanita itu masih memegang perutnya.
"bisa mas"
" ya udah ayo mbak, nggak baik mbak sendiri di sini" wanita itu tertatih. mencoba untuk berdiri
Perih. Sakit tak terhingga dirasa reon pada perut sebelah kiri. Buram. Dilihatnya salah satu preman di belakangnya . Darah mulai bercucuran melalui perutnya. Ada pisau tertancap . reon menyerang. Mencoba berdiri lagi. Lalu menghantam preman tersebut. Ia terpelanting ke belakang. Salah satu dari preman tersebut terlihat marah. Sambil memukul kepala brandalan yang menghunus pisau. Buram penglihatanya waktu itu. Tiga preman itu lari. Reon terduduk. Lalu terkapar. Samar-samar didengarnya"mas , bangun mas ." diiringi dengan tangisan. lalu semua menjadi kelam .