Prolog

131 7 1
                                        

Happy reading

•••

Florenza bersorak senang setelah mendengar pengumuman dari ketua kelas bahwa ulangan harian matematika hari ini ditiadakan karena ada rapat yang diikuti oleh seluruh guru SMA Merah Putih.

"Aaa.. Selamet gue, untung dibatalin. Mana kemarin gue gak belajar gara-gara nonton drakor" ujar Florenza sambil berjalan meninggalkan sekolah.

Sesampainya di depan rumah, Florenza sedikit bingung. "Loh kenapa nih, kok rumah gue jadi rame gini"

Semua orang menatap Florenza dengan tatapan sedih. Florenza panik ketika melihat tantenya menangis.
"Tante kenapa kok nangis? Terus kenapa rumah jadi rame gini?" tanya Florenza.

"Maafin tante Flo" ucap tantenya dengan sesenggukan.

"Loh kok tante malah minta maaf sama Flo?" tanyanya semakin bingung.

"Tante gak bisa jaga bunda kamu" jawab tantenya sambil memegang tangan Florenza.

"Bunda kenapa tan?" firasat Florenza mulai tidak enak.

"Bunda kamu udah gak ada Flo" ucap tantenya sambil memeluk erat Florenza.

Tubuh Florenza menengang setelah mendengar ucapan tantenya barusan. Air mengalir di pipi mulus Florenza. Kemudian tangisnya pecah seketika saat tantenya mengucap satu kalimat yang menyakitkan. "Bunda kamu meninggal karena kecelakaan saat pulang dari minimarket sama tante tadi Flo.." kata tante seraya mengelus rambut panjang milik Florenza.

Setelah itu Florenza melepas pelukan tantenya dan berlari masuk ke dalam rumah menemui alm. bundanya.
Ketika melihat bundanya terbaring ditutupi kain putih, tangis Florenza pecah sejadi-jadinya.

"Kenapa bunda ninggalin Florenza bun.." ucap Florenza disela-sela tangisnya.

####

Orangtua Florenza bercerai ketika Florenza masih duduk dibangku Sekolah Dasar. Florenza tidak tahu menahu masalah apa yang menyebabkan ayah dan bundanya berpisah. Oleh karena itu, setelah bundanya tiada, Florenza harus pindah ke Jakarta mengikuti ayahnya. Walaupun keluarga bundanya di Surabaya seperti tantenya sudah menawarkan bahwa jika Florenza tidak mau pindah ke Jakarta dengan ayahnya, dia bisa tetap tinggal disini bersama tantenya. Namun Florenza menolak.

"Flo ikut sama ayah aja. Tante gak usah khawatir. Nanti Flo sering-sering kesini kok" ucap Florenza sambil menunjukan senyum manisnya. Florenza tahu kalau tantenya itu sangat menyayanginya.

"Yaudah kalau itu keputusan kamu, Tante gak bisa maksa" ujarnya dengan lembut.

"Saya akan menjaga dan merawat Florenza dengan baik. Mbak gak perlu khawatir" kata Ardi, ayah kandung Florenza. "Kami pamit dulu mbak"

"Kalian hati-hati. Kalau sudah sampai cepat kabari. Terus Flo jangan nakal disana. Nurut sama ayah kamu ya Flo.." kata tantenya sambil meneteskan air mata.

"Siap tante. Pasti" ucap Florenza sembari bersalaman dengan tantenya.

"Assalamualaikum" pamit Ardi dan Florenza.

"Waalaikumsalam" jawab tantenya.


•••


Hallo readers..

Fyi, ini cerita pertama aku. Gimana prolognya menurut kalian? Boleh kok kasih kritik&saran di komentar. Dan jangan lupa vote dan share cerita ini ke temen² kalian para pecinta wattpad yaa

See you next part ❤


FlorenzaStories to obsess over. Discover now