~FIRMAN [Satu]

12 4 1

BAGIAN I
Kurasakan Hadirmu Disini

Pria mana yang tak bahagia jika bisa memiliki wanita yang dia cintai. Pria mana yang tak ingin hidup bersama kekasih pujaan hatinya. Pria mana yang tak merasa hidupnya sempurna jika mempunyai anak dari buah cinta bersama wanita yang ia sayangi. Aku merasa jika aku adalah Pria paling beruntung di muka bumi ini. Akulah Pria yang bisa mendapatkan wanita yang aku sukai. Akulah Pria yang telah menikah dengan kekasih pujaan hatiku dan aku telah mempunyai anak dari wanita terhebat yang pernah aku miliki. Aku selalu bersyukur dan berterima kasih karena sempat memilikimu.

Terkadang aku merasakan hadirmu disini meskipun ku tahu jika engkau takkan pernah lagi bisa berada di dekatku. Aku selalu ingat beberapa kisah hebat yang pernah kita lalui bersama. Terkadang aku bermimpi tentangmu dan tentang masa lalu kita.

Tahukah kamu jika anak kita sangat mirip denganmu. Cara bicara dan caranya marah pun sangat mirip denganmu. Andai kamu ada disini pasti seru rasanya bisa berbagi bahagia bersamamu.

Hari ini adalah hari pertama Nana masuk sekolah. Sejak kemarin kami sibuk mencari peralatan sekolah dan ini untuk pertama kalinya aku mengurus perlengkapan sekolah anak SD. Aku sempat kebingungan harus mulai dari mana? Jika saja ada kamu Hanifa pasti dengan cepat semuanya sudah selesai. Seharian mencari perlengkapan membuat Nana lelah maka hari itu Nana tidurnya cepat katanya supaya besok bisa bangun pagi.

Keesokan harinya, disaat aku terbangun tiba-tiba saja dengan nyata kurasa hadirmu disini. Jika kamu memang benar ada disini kumohon beri aku satu tanda agar aku dapat menyadari keberadaan mu. Aku berjalan menuju kamar sebelah tempat dimana Nana tidur. Disaat aku membuka pintu kamarnya aku semakin merasakan hadirmu tapi mungkin karena kamu mirip dengan Nana makanya rasa kehadiran kalian juga sama.

Di dalam kamar Nana ternyata sudah bangun namun kelihatannya dia masih mengantuk dan malas ke sekolah.

"Nana sudah bangun? Kok belum mandi nak?" Tanyaku.

"Nana masih ngantuk, boleh gak tidur lagi 5 meniiit sajaaa" Kata Nana membujuk.

"Iyaa.. Ayah mandi dulu, Nana tidur aja dulu kalau Nana tidak mau ke sekolah ya sudah nanti Ayah antar kr rumahnya nenek"

Hingga saat ini aku tak bisa marah pada Nana semua inginnya ingin aku kabulkan meskipun itu terkadang terlalu memanjakannya.

Disaat aku keluar dari kamar mandi tiba-tiba saja Nana berada di depan pintu dengan memakai handuk. Katanya kali ini mau mandi sendiri padahal biasanya minta di mandiin pakai air hangat. Tapi yah sudahlah aku turuti saja pintanya mungkin sudah saatnya dia belajar sendiri. Setelah itu aku bergegas memakai baju dan menyiapkan sarapan.

Setelah semuanya selesai aku menuju kamar Nana. Baru saja ingin memakaikan baju namun kenyataannya Nana sudah rapi. Disaat ku membuka pintu mungkin Nana terkejut dan melemparkan sisirnya tapi sungguh aku sulit percaya jika anak seumuran dia bisa merapikan diri seperti ini. Atau jangan-jangan?? Apakah benar ini semua karena mu Hanifa? Apakah ini caramu menunjukkan kehadiran mu padaku? Jika memang itu benar maka tunjukkanlah dirimu padaku tapi jika aku ternyata salah maka pikiranku sedang kacau atau mungkin saja aku terlalu merindukanmu.

Setelah semua siap kami pun berangkat ke sekolah. Sebelum meninggalkan rumah aku selalu memeriksa semua isi rumah demi memastikan keamanan rumah.

"Nana ayo nak!" Teriakku.

Ternyata Nana sudah berada diluar.

"Ayah Nana duduk di belakang yah!!" Teriak Nana sambil membuka pintu mobil.

"Iya Nak, tapi tasnya di buka dulu nanti disimpan di sampingnya!" Teriakku sambil mengunci semua pintu rumah.

Kami pun berangkat ke sekolah. Selama perjalanan sesekali aku menatap Nana melalui spion dalam mobil. Aku melihat kebahagiaan di wajahnya disaat aku tersenyum sekejap aku juga melihat Hanifa tersenyum padaku. Aku mencoba memfokuskan diri ke jalanan mungkin itu hanyalah khayalanku. Disaat aku mencoba fokus aku tiba- tiba mengingat sesuatu yang terlupa dan itu adalah bekalnya Nana!

"Wahh Ayah lupa bawa bekalnya Nana..." Tanyaku ke Nana.

Kalaupun aku memutar balik pasti Nana akan terlambat masuk sekolah.

"Ayah.. Nana mau bawa roti dan susu aja ke sekolah, Ayah beli di toko sebelah jalan aja yah." Teriak Nana

Sepertinya Nana mewarisi sifat Ibunya yang selalu cepat mengambil keputusan.

"Iyaa siaap tuan putri.." Teriakku di dalam mobil.

Tak jauh di depan di seberang halte dekat taman kampus ada sebuah mini market kami pun singgah disana.

"Nana mau ikut masuk pilih rotinya nak?"

"Ayah saja, Nana mau duduk disitu" Kata Nana yang menunjuk sebuah batu yang berbentuk kursi di depan mini market.

"Ya sudah Nana tunggu Ayah disini yah nak"

Kemudian aku menuju ke dalam mini market untuk membeli bekal buat Nana. Di dalam toko aku sesekali menatap keluar untuk memperhatikan keberadaan Nana. Aku melihat Nana begitu senang mulutnya seakan berbicara layaknya seorang anak kecil yang sedang bermain boneka dan lagi-lagi disaat aku berbalik ke arah yang lain sepintas aku melihat Hanifa tepat disampingnya Nana namun disaat aku kembali menatap Nana ternyata itu hanya ilusi saja.

Kami melanjutkan perjalanan ke sekolah dan tak lama kemudian kami sampai. Aku mengantar dan menemani Nana ke dalam kelas. Nana mendapat bangku paling depan. Aku bersama orang tua siswa yang lainnya mengintip di jendela kelas. Beberapa orang tua siswa hanya sekedar mengantar saja. Tak lama kemudian Nana berlari keluar menuju ke arahku.

"Ayah pulang saja, Ayah tidak usah menemani Nana, Ayah ke kantor saja yah" Katanya.

Sambil tersenyum aku menciumnya kemudian aku menurutinya. Setelah itu aku meninggalkan sekolah dan menuju ke kantor. Lagipula kantorku juga tidak jauh dari sekolah Nana.

Hari ini sungguh aneh namun membuatku bahagia. Aku senang ketika melihat putriku juga senang. Rasanya bangga menjadi ayah dari seorang anak yang cantik. Hari ini juga entah mengapa aku merasa aneh, beberapa kali aku dapat merasakan kehadiran Hanifa. Apakah benar jika itu memang dia? Jika memang dia mengapa tak menampakkan diri dan bicara padaku? Apakah kamu marah padaku hingga kamu tak ingin lagi bertemu denganku? Sungguh hari ini aku kembali merasakan hadirmu disini.

1 Kisah 4 Cinta 2 DuniaBaca cerita ini secara GRATIS!