Terkadang bukan kita yang salah mencintai seseorang,tetapi waktulah yang salah mempertemukan kita.
Terkadang bukan kita yang egois tetapi waktulah yang merubah kita menjadi seorang yang naif.
"Sekarang Lo tinggal yang milih,gue yang pergi dengan sendirinya,atau Lo bertahan disisi gue tetapi Lo yang bakal terluka?" Ucapan tak menyedapkan itu berasal dari sosok laki-laki yang sedari tadi tampak menahan emosinya ketika melihat air mata yang meluruh jatuh dari kedua mata gadis didepannya.
Dengan berat hati gadis itu menggenggam tangan laki-laki itu dengan hangat,sambil menghela nafas panjangnya.mungkin ini terakhir kalinya dia memegang tangan kokoh itu "gue lepasin Lo nas, terimakasih untuk segalanya."
Sambil berjalan gontai dengan berat hati ia melepaskan tangan yang sudah pernah mendekapnya,dengan lirih dan air mata yang tak mau berhenti ia menoleh kebelakang tepat seorang lelaki memandangnya dengan tatapan sedih?.
Ia terlalu berkhayal untuk itu "selamat tinggal anas."
Gimana readers suka prolog yang ini atau yang dulu?.
Yuk comen karena masukan kalian sangat berharga bagiku,jangan lupa pencet bintang kecil dibawah.
Salam seribu cinta nandasitiy
YOU ARE READING
Trahison
Teen FictionSiapa yang gak kenal dengan Asanas Atareza,cowok konyol seantero sekolahan yang diam-diam adalah ketua dari Genk ultras,yang berisi sekolompok anak-anak badung,pembuat onar serta suka merokok. Hingga suatu kejadian dimana takdir menuntutnya bertemu...
