Bab 01

941 143 16
                                        

💬 Anda : Lo tau Jere? Hari ini gue lihat my crush lagi main basket. Dan lo juga harus tau, dia ganteng banget, gue hampir aja pingsan tadi.

💬 Jere : Menurut gue, itu bisa lo jadiin trik deh biar bisa di notice sama crush lo itu. Tapi, semoga aja dia yang bantu lo, bukan guru olahraga lo.

Suara tawa seketika memenuhi seisi kamar dengan warna dinding biru itu. Utami Rahayu Puspita Larasati atau yang lebih sering di panggil Laras-- membalas pesan dari teman virtualnya.

Jere, selalu memiliki cara untuk membuat ia tertawa. Laras dan Jere sudah menjadi teman virtual dari lima bulan lalu. Hubungan ini berawal karena mereka bermain game yang sama, karena dirasa cocok, mereka saling bertukar nomor ponsel.

Meski mereka sudah saling mengenal satu sama lainnya, namun keduanya belum pernah sekali pun bertemu. Mereka memang ingin bertemu, tapi selalu saja ada halangan, entah Laras yang mendadak sibuk atau sebaliknya. Selain itu, Laras dan Jere bahkan belum pernah menunjukkan wajah mereka masing-masing sekalipun lewat foto. Jika pun mengirim foto, hanya dari samping atau ada sesuatu yang menutupi wajah mereka, seperti masker atau helm.

"Laras, Nikita udah di depan, katanya ada rapat osis, kan?" teriak Rahayu--Ibu kandung Laras.

Laras yang mendengar teriakan sang Ibu bergegas menuju cermin yang terletak di samping lemari pakaiannya untuk kembali memastikan penampilannya.

Setelah merasa aman, ia meraih tasnya dan memberikan kabar kepada Jere jika dia akan pergi ke sekolah untuk rapat osis.

"Ibu, Laras pergi dulu," ucap Laras, ia meraih sepatunya dan bersiap untuk memakainya.

Rahayu yang baru saja selesai mencuci piring mendekat sambil mengeringkan kedua tangannya.

"Hati-hati, ya," ucap Rahayu kepada sang putri.

Laras mengangguk, ia meraih tangan sang ibu untuk ia cium. Setelahnya ia bergegas menaiki motornya.

"Bibi, kami berangkat dulu," teriak Niki dari halaman rumah.

Rahayu mengiyakan, ia melambaikan tangannya ke arah dua gadis itu.

Butuh beberapa menit mereka berdua di perjalanan, hingga akhirnya Niki dan Laras sampai. Mereka berdua langsung menuju ruangan osis.

Sesampai di sana, beberapa orang sudah berkumpul termasuk satu sosok yang sedari Laras masuk berhasil mencuri perhatiannya.

Erlan Abraham, ketua osis sekolah itu tampak sibuk berbincang dengan temannya yang merupakan wakil osis.

Diam-diam Laras tersenyum kecil, Erlan adalah orang yang ia maksud di pesan itu. Laki-laki yang Laras kagumi setahun terakhir, sosok yang berhasil membuatnya jatuh cinta pandangan pertama sejak mereka bertemu untuk pertama kalinya di MPLS.

Dan sejujurnya, alasan dia setuju ikut Niki masuk osis salah satunya karena ingin melihat Erlan. Ia dan pujaan hatinya itu beda kelas dan hanya ini kesempatan Laras bisa menatapnya sedikit lebih lama.

"Gue suka banget lihat Erlan pakai baju santai kayak gini," batin Laras.

Pintu ruangan kembali terbuka, dua gadis lainnya melangkah masuk, salah satu dari keduanya menghampiri Erlan.

JemianStories to obsess over. Discover now