A Line between Us

23 4 3
                                        

Selamat membaca

•••




Semua orang tahu bahwa Samuel, Kenzo, dan Jasmine adalah sahabat. Teman dekat yang benar-benar sangat dekat. Seperti saudara yang tidak satu darah, atau bahkan lebih dekat dari saudara tapi tak pernah merasa bahwa mereka adalah saudara dan tidak akan pernah mau menjadi saudara.

Sejak mereka berusia 5 tahun, mereka sudah bersama. Bahkan sekolah juga mereka selalu di satu sekolah, dari TK, SD, SMP, dan SMA. Dan satu kelas dari TK hingga SMP. Hanya SMA saja mereka tidak satu kelas dan berpencar mencari jurusan yang sesuai hati masing-masing. Jasmine IPA 3, Kenzo IPA 1, dan Samuel IPS 1.

Lalu pernah satu kejadian, saat TK, Jasmine diganggu sama anak laki-laki di kelasnya hingga gadis kecil itu menangis, Kenzo dan Samuel kecil tidak tinggal diam tentu saja. Mereka berdua langsung memukul anak laki-laki itu hingga hidungnya berdarah, yang berujung keduanya diberi peringatan. Tapi mereka tidak peduli tentang peringatan itu, yang terpenting si pengganggu Jasmine dapat balasannya.

Saat mereka SD, ada cewek yang mengajak Jasmine temenan, dan Jasmine tentu saja mau karena dia tidak punya teman dekat cewek, tapi karena Samuel dan Kenzo yang selalu mengekorinya, gadis kecil yang mau berteman dengannya itu malah pergi dan tidak mau berteman dengannya lagi.

Lain cerita setiap hari. Kemudian saat SMP, kelas 3 ada yang suka kepada Jasmine dan dia nembak gadis itu dengan cara narik tangan Jasmine ke belakang sekolah untuk ngungkapin perasaan cinta monyetnya, ehhh ... lagi-lagi Kenzo dan Samuel malah datang entah tahu darimana mereka di sana, dan mereka menolak pernyataan cinta bocah SMP itu.

Yang ditembak siapa, yang nolak siapa.

Hingga akhirnya bocah SMP itu tidak berani lagi mengungkapkan perasaannya kepada Jasmine karena mendapat ancaman dari Samuel dan Kenzo.

***

"Kalau kita terus bareng kek gini, kapan gue bisa punya cowok?" tanya Jasmine saat ketiganya; dia, Kenzo dan juga Samuel duduk diam di kantin yang sedikit penghuninya.

Helaan nafasnya terasa berat padahal itu bukan masalah yang berat-berat amat dan hanya terpikirkannya sesaat saja.

"Yaelah ... baru juga kelas 1 SMA, Jas, udah mikirin pacaran. Takut apasih lo kalau gak pacaran? Takut gak laku?" tanya Samuel sambil menyantap mie ayamnya tanpa menatap lawan bicaranya. "Tenang, ada kita yang bakal temenin lo sampai kapanpun, sampai tua? Boleh."

"Jangan ngomong deh sambil makanan di mulut gitu. Habisin dulu tuh mie ayam lo, keburu masuk kita," sahut Jasmine tidak terima dengan jawaban asal dari Samuel. "Ehh tapi ... kalian gak mau punya pacar apa? Gak ada perempuanyang kalian suka gitu?"

"Belum."

"Ada."

Sahut Kenzo dan Samuel bersamaan membuat mereka saling pandang satu sama lain.

"Lo ada suka sama cewek Sam?" tanya Jasmine antusias.

"Tadi pertanyaan lo suka sama perempuan, yah ... maksud gue, gue suka nenek gue, suka mama gue, suka lo, suka mama lo, mama Kenzo juga gue suka," ucap Samuel santai lalu cengengesan tidak jelas.

Jasmine yang mendengar itu berdecak dan bangkit berdiri, tapi matanya tajam menatap Kenzo dan Samuel secara bergantian.

"Awas kalau kalian pacaran dan gak ada waktu main sama gue. Benci banget sih gue kalau itu sampai terjadi, secara kan gue mau pacaran aja lo berdua yang selalu jadi penghalang!" ancamnya.

"Lo prioritas."

"Lo prioritas utama."

Lagi-lagi Samuel dan Kenzo menyahut secara bersamaan.

"Heleh ... besok-besok kalau lupa, gue gampar yah," ucap Jasmine lalu pergi meninggalkan kedua cowok itu dan bergegas ke kelasnya, karena bel yang menandakan istirahat selesai sudah berbunyi 1 menit yang lalu.

"Jas, mie ayam lo belum habis nih?" panggil Samuel berteriak saat Jasmine sudah di ambang pintu keluar kantin.

Sampai-sampai semua orang menatap mereka, tapi tidak heran lagi karena hampir semua anak SMA Antariksa tahu sedekat apa pertemanan mereka.

Mienya masih banyak, mungkin Jasmine hanya makan 2 atau 3 suapan saja tadi karena lebih banyak cerita tentang pelajaran kimia yang lumayan sulit. Hingga pembahasannya akhirnya ke masalah pacar-pacaran.

"Habisin aja," sahut Jasmine berteriak.

"Okay, thanks," balas Samuel semangat 45.

"Sekalian bayarin yah," teriak Jasmine lagi.

"Setan," umpat Samuel tapi karena mendapat tatapan tidak suka dari Kenzo yang masih duduk di hadapannya, dia pun melanjutkan ucapannya, "dan pisang mahal gak yah? Mau gue beliin buat Jasmine."

"Gak usah lah, bayarin mie ayamnya aja," sahut Kenzo santai dengan sfah menerbitkan senyuman tipis di bibirnya lalu berdiri dari tempat duduknya. "Sekalian punya gue juga yah. Mie ayam gue sama Jasmine gak semahal setandan pisang kok."

Kemudian dia juga ikut meninggalkan Samuel yang menatapnya dengan tatapan horor tidak percaya punya sahabat seperti itu.

"Setan!" umpatnya lagi.

Tapi dia malah cengengesan tidak jelas saat kakak-kakak pemilik kantin datang ke mejanya untuk beberes meja, dan Samuel kembali berucap, "dan pisang, mahal gak mbak?"

"Setandan pisang? Buat apa setandan pisang, mas?" tanyanya.

"Bercanda atuh mba. Jadi berapa semua, 3 mie ayam sama 3 es tehnya?"

"60 ribu mas."

"Setan ... dan pisang dapat kali yah?"



•••

Vote dan komen guyssss!!

Ini nih 3 rakyat jelata itu

A Line between UsStories to obsess over. Discover now