Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

PROLOG

56 3 0
                                        

Dalam diamku, aku selalu mengagumimu.
***

***

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

00. PROLOG

"Cinta itu indah bagi orang yang saling mencintai," Itu suara Natasha. Perempuan tinggi, dengan rambut pendek sepundak.

"Betul. Cinta, bagi yang mencinta, seringnya cuma jadi ajang memeras emosi. Semoga gue nggak pernah sampai di titik harus mencintai seseoran, yang hatinya bukan buat gue," Itu pula suara Galen. Laki-laki kurus yang sering dibilang banci, karena selalu bermain dengan perempuan.

"Gue nggak setuju. Kalian menyudutkan pihak yang mencintai," Glora menatap kedua temannya. Perempuan dengan kacamata bulat kebesaran itu merapikan kacamatanya yang sedikit melorot jatuh.

Kedua temannya menghela napas. Mengambil surat cinta yang tadinya dikumpulkan beberapa siswa di kelas mereka. Glora sebagi perwakilan OSIS dari kelas mereka, bertugas mengumpulkan surat cinta untuk hari kasih sayang, yang dirayakan lusa.

Natasha mengambil dua surat dengan nama pengirim yang sama, namun nama penerimanya berbeda

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

Natasha mengambil dua surat dengan nama pengirim yang sama, namun nama penerimanya berbeda. "Jika memang perlu disudutkan supaya mereka sadar, kenapa enggak?" Perempuan itu tersenyum tipis.

"Kadang, disadarkan itu emang sakit, tapi jauh lebih baik daripada didukung tapi akhirnya jatuh. Harga diri terlalu berharga, untuk dikorbankan buat cinta nggak berbales." Galen lanjut meninpali. Laki-laki itu menghela napas.

"Lembaran hidup yang cuma satu, terlalu sayang kalau rusak karena harus ngapus satu nama." Lanjutnya.

"Kasian anak manusia tepat, yang namanya harus ditulis di atas coretan nama orang lain." Natasha menyahut. "Nanti, namanya nggak kelihatan."

Glora mengangguk. Perempuan dengan rambut diikat satu itu menghela napas sebelum menimpali perkataan menyudutkan kedua sahabatnya. "Cinta nggak berbalas itu, cinta paling bebas. Kalau kita udah nggak tahan, tinggal pergi."

Perempuan itu menjeda. Merapikan kacamata bulatnya yang lagi-lagi hampir jatuh. "Kalaupun hidup cuma sekali, lebih baik gue mencintai apa yang nggak memaksa gue buat jatuh cinta. Apa yang buat gue jatuh dengan bebas."

Untuk PataHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora