"Pelan-pelan kita jalan ke kelas dua belas IPS ya, jangan buat suara apapun, setelah itu kita ajak Erik sama Shaza pergi dari area ini. Sosok berjubah itu pasti bakal cari tau suara apa tadi." bisik Arka, Lianz mengangguk.
"Psstt, Arka! Lianz!"
Mereka berdua saling menoleh, Lianz memegang erat tangan Arka.
"Siapa yang panggil kita?" tanya Arka berbisik, Lianz tak menyahut, ia juga tidak tahu.
"psst, woi! kita dibalik sini!"
Lianz dan Arka kembali celingak-celinguk mencari asal suara dan tertegun ketika melihat Altharel sedang melambai-lambaikan tangannya dibalik jendela kelas yang gelap disana ke arah mereka.
Arka langsung menarik Lianz masuk ke dalam kelas tersebut, Ryula dan Getsy segera memeluk Lianz erat.
"Anjir, lo berdua selamat? hebat banget!" seru Altharel.
"Gue kira kalian mat–"
"Enak aja lo, nih bukti nya kita berdua masih sehat wal'afiat." sela Arka.
"Gimana ceritanya kalian bisa selamat? bukannya disana gak ada jalan keluar?" tanya Ryula penasaran.
"Waktu itu, kita semua lewat Plafon bekas Erik jatuh. Tapi gak semua naik kesana, Teo, Mia sama Wonia milih lewat jendela dan keluar lewat sana, sisanya lewat Plafon." jawab Lianz.
"Nah terus sisanya kemana?" tanya Getsy.
"Prevan sama Kara gugur, ceritanya panjang, intinya kita ketemu hewan aneh! badannya itu ular, tapi kepalanya harimau, hiih." Arka merinding ketika mengingat hewan aneh itu.
"Anjir, Ada ya hewan kayak gitu?" tanya Revano.
"Kalau Mora sama Raka gue gak tau kemana, mereka misahin diri dari kita sewaktu dikejar hewan itu. Dan sekarang sisanya cuman ada gue, Arka, Erik sama Shaza." kata Lianz.
"Shaza selamat?" tanya Getsy antusias ketika mendengar sahabat nya itu masih selamat.
Arka dan Lianz mengangguk.
"Terus .. ini kalian juga sisa berempat? yang lain kemana? bukannya Haikal sama Deano ikut kalian ya?" tanya Lianz.
Ryula menunduk, "Setelah rombongan kita keluar dari lab bahasa, lab itu meledak, dan terjadi guncangan hebat. Guncangan itu karena setengah bangunan sekolah ambruk akibat kebakaran di perpustakaan." jelas Ryula.
"Kita berdelapan bener-bener gak bisa lari buat nyelamatin diri, guncangan nya hebat banget sampai pada akhirnya lantai yang kita pijaki terbelah menjadi dua," Ryula menjeda kalimat nya, menarik nafas dalam-dalam.
"Sialnya, Deano dan Haikal terjun bebas ke lantai dasar karena retakan lantai itu, badannya .."
" .. badannya hancur ketimpa beton reruntuhan kelas." lanjutnya.
Arka menyengirt bingung, "Tapi waktu rombongan gue dikejar monster aneh itu, seluruh lorong lantai dua bersih, lantai nya mulus, gak ada retakan atau apapun yang lo bilang barusan, ya kan Li?"
Lianz mengangguk, "aneh .."
"Ya kan emang tempat ini aneh, semua yang ada disini aneh." jawab Revano.
"Terus kalau, Teza–" ucapan Ryula tersela.
"Kita berdua liat mayat nya!"
"Hah? lo berdua ngeliat mayat Teza?" tanya Altharel, lalu Lianz dan Arka mengangguk.
"Berarti kalian ketemu sosok itu? kalian gak berhadapan langsung kan?" tanya Ryula.
"Engga kok, kita ada dibelakang nya, jauh." jawab Lianz.
YOU ARE READING
[1] Elixir Class : Survive ❪ ✔️ ❫
Mystery / Thriller❝ Harusnya lo semua ikut saran gue tadi, kita cabut sekelas.❞ ⊹ ⊹ ⊹ ⊹ ⊹ ⊹ ⊹ ⊹ ⊹ 26 Siswa yang berjuang untuk tetap hidup di lingkungan yang mereka tidak ketahui mengapa mereka bisa ada disana. Mereka disis...
![[1] Elixir Class : Survive ❪ ✔️ ❫](https://img.wattpad.com/cover/328658256-64-k111172.jpg)