Buat kalian yang belum follow kudu follow dulu.
Btw uda vote belum? Kalau belum vote yuk!
Semoga kalian suka sama cerita kali ini.
-----------------------------------------------------------
1. ANAK ZAMAN SEKARANG
***
Seorang pria menyeruput teh hangat sambil melihat keindahan malam dari dalam cafe. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, sudah cukup larut. Setelah satu harian bekerja ia menyempatkan diri untuk istirahat dan menjernihkan pikirannya sejenak. Selain capek badan, Aldan juga capek hati dan pikiran.
Diusianya yang sudah menginjak 25 tahun membuat sang mama selalu mendesaknya dengan pertanyaan kapan menikah? Kapan bawa calon bini kerumah? Kapan mau kenalin cewek sama mama papa? Dan bla bla bla. Setiap hari mamanya selalu menanyakan hal itu, karena kesal Aldan lebih memilih untuk tinggal di apartment miliknya dari pada satu atap dengan mamanya yang rempong.
Semenjak dua tahun terakhir mamanya semakin gencar menjodohkannya dengan perempuan yang menurut Aldan sangat tak cocok untuknya. Memang yang mamanya sodorkan adalah perempuan berhijab dan alim, namun jika ia pikir-pikir bahwa di jodohkan bukanlah suatu hal yang keren. Lagi pula cinta tak bisa di paksakan. Jika ia menerima perjodohan itu pasti pernikahannya tak berjalan dengan mulus.
"Bang, kita pulang duluan boleh, kan?" tanya salah satu pegawai cafe itu.
Pertanyaan dari pegawainya membuat lamunan Aldan buyar. " Yauda pulang. Besok jangan ada yang telat, ya!" ucapnya tegas. Memang sudah sedari tadi cafe ini tutup.
Mereka mengangguk mengiyakan lalu pergi.
"Bye, bang." ujar mereka melambaikan tangan. Aldan membalas dengan melambaikan tangannya juga.
Memang cafe ini adalah miliknya sejak beberapa tahun yang lalu. Pegawai yang ia pekerjakan juga semuanya cowok, karena ia tak ingin seorang cewek bekerja di cafe ataupun toko roti miliknya. Alasannya karena Aldan tak ingin kejadian yang telah lalu terulang kembali.
Ngomong-ngomong soal Aldan, pasti kalian sudah tau kalau pernah membaca cerita aku yang berjudul 'Abang Kurir'. Buat yang belum tau bakal aku perkenalkan lagi tentang abang Aldan.
Aldan Geano Lasmana, siganteng Aldan ini memiliki postur tubuh yang tinggi dan kulitnya yang putih selalu menjadi ciri khas. Jika ia keluar rumah tak jarang orang memanggilnya oppa-oppa korea. Mungkin karena gaya rambut dan pakaiannya yang hampir mirip. Dan Aldan itu tipe cowok yang tak bisa diam dan sangat jahil plus manja pada keluarganya. Namun Aldan akan berubah menjadi tegas dan ketus saat berhadapan dengan perempuan yang menurutnya agak centil dan genit.
Aldan itu memiliki keanehan dalam tubuhnya. Menurutnya ia sangat aneh karena geli dan gemeteran saat di godai ataupun di puji secara berlebihan oleh perempuan. Dan tak jarang air matanya hampir menetes karena ketakutan. Karena hal itu Aldan memiliki prinsip bahwa jodohnya lah yang harus mencari dan menghampirinya. Dan karena prinsip hidupnya yang tak jelas itu membuat ia jomblo sampai saat ini.
Bunyi lonceng yang ada di pintu cafe membuat Aldan mengalihkan pandangannya. Dahinya mengerut heran saat gadis berseragam SMA itu berkunjung ke cafenya saat hari sudah semakin malam. Lagi pula didepan pintu sudah ada papan kecil bertuliskan close. Dan kenapa pula gadis itu malah masuk seolah tak terjadi apa-apa.
YOU ARE READING
AL DAN EL
Teen Fiction"Karena kita enggak bisa memilih pada siapa kita akan jatuh cinta" _______________________________ Ini tentang Aldan Geano Lasmana, pria tampan dengan sejuta pesona yang harus terjebak didalam pejodohan konyol yang di rencanakan mamanya. Bertahun-ta...
