Suara dari langkah kaki seorang siswi berhasil mengalihkan pandangan para murid yang sedang berlalu lalang menuju kelas masing-masing di sma sky.
Bisik bisik mulai terdengar di antara mereka,melihat siswi dengan rambut putih terurai panjang,kulit putih pucat dan dilengkapi dengan mata berwarna biru laut berjalan ditengah keramaian seorang diri.
Ayla Fanista.Siswi baru sma sky kelas IPA X,dan merupakan salah satu murid yang sepesial karena dirinya yang merupakan seorang albino.
Ayla yang merasa dibicarakan hanya bisa mengernyitkan dahi dan memasang headset yang sedari tadi ia kantongi di dalam saku roknya.
Merasa sudah terbiasa dengan keadaan tersebut Ayla melanjutkan jalannya menuju kelas dengan wajah yang datar,tak memperdulikan orang lain disekitarnya, termasuk tiga orang yang sedang menatap dirinya.
"Indah"ujar seseorang diantara mereka.
~•○●●○•~
Drrrkk
Suara pintu derek terbuka lebar menampakkan seseorang berkulit putih pucat,berjalan masuk menuju bangku ke dua dari depan,barisan ketiga.
Tak lama ia baru duduk di bangkunya,para siswi yang ada di kelas langsung mengerumuninnya hingga terciptalah lingkaran kecil di sekitar Ayla.Mereka menghujani Ayla dengan beberapa pertanyaan yang sebagian besar mengenai penampilannya.
"Kamu siswi yang albino itu ya?"
"Kemu keturunan bule?"
"Nama kamu Ayla ?"
"Pake bodycare apa kok bisa putih gitu?"
"Suntik putih ya?"
"Pake softlens yah?"
Gadis itu hanya menjawab semua pertanyaan dengan senyuman tipis yang tergambar di wajahnya.
"Duh berisik gue jadi gak bisa tidur!"ujar gadis yang duduk tepat dibelakang Ayla dengan nada yang sedikit meninggi.
Refleks Ayla dan teman-teman sekelasnya berbalik menatap gadis tersebut
"Lo pada gak liat ya?dia jadi gak nyaman tau"lanjutnya sambil menunjuk Ayla,gadis yang ia maksud.
Teman-teman yang mengerubungi Ayla pun merasa tersindir dengan apa yang dikatakan gadis itu dan segera meminta maaf pada Ayla
"Gitu ya la,maaf ya"
"Iya gue juga,maaf udah bikin lo gak nyaman"
Ayla kembali menatap kerumunan itu dan memberikan senyuman yang kini terasa sedikit lebih tulus"iya gak papa kok".
Mereka kembali ketempat duduk masing-masing setelah pintu derek kelas mereka dibuka oleh bu Anita selaku wali kelas IPA X.
Hari pertama masuk Sekolah hanya diisi dengan perkenalan antar siswa dan guru serta membagi struktur kelas masing-masing,dan karena itulah siswi kelas X,XI,XII SMA Sky berada di kantin untuk memenuhi nafsu makan mereka.
Aneh,tidak ada kerumunan atau sekumpulan anak-anak yang mengerubungi Ayla.Biasanya orang-orang akan merasa tidak biasa terhadap fisik Ayla yang berbeda dari yang lain,dan mereka akan mulai mempertanyakan satu persatu mengenainya.
Karena itulah Ayla jadi risih terhadap orang lain.Tapi kini ia merasa lega karena di sekolah ini tidak akan ada yang namanya kerumunan.
Tapi yang lebih anehnya lagi."Kamu kenapa disini?",tanya Ayla pada gadis yang sedang menyantap mi ayam disebelahnya
"Males sama yang lain,ngeghibah mulu",jawabnya tanpa menatap Ayla.Ya,dia adalah Dias gadis yang tadi pagi sempat marah karena tidurnya terganggu.
Mendengar jawaban Dias,Ayla manggut-manggut paham bahwa Dias orang yang gak suka campurin masalah orang lain.Ayla pun melanjutkan makan batagor yang sudah ada didepannya.
"Enak juga ya disini,gada yang ribut tentang cowok",ujar Dias memulai obrolan
"Bener juga",jawab Ayla singkat tetapi dengan senyuman tipisnya.
SMA Sky memang sekolah yang menyediakan 2 gedung khusus untuk perempuan dan laki-laki tujuannya agar mereka hanya fokus untuk belajar.Lulusan dari sekolah ini sudah sering mendapat peringkat tiga besar ditingkat nasional.
Penilaian untuk SMA Sky sangat bagus,karena tidak ada tinggi rendahnya status sosial pada sistemnya,semua murid yang ada disini sama rata,tidak ada kelas khusus ataupun kelas reguler.
Setelah menghabiskan makanannya Ayla langsung membayar makanannya sendiri,begitu juga Dias tapi ia membayar dobel karena tadi ia sempat nambah 1 porsi mi ayam lagi,
Selesai urusan di kantin mereka kembali ke kelas dengan berjalan beriringan.
"Lo tinggal dimana?",tanya Dias yang sedari tadi diam
"Jauh dari sini sih,di jalan madu",jawab Ayla yang sempat membuat Dias kaget
"Pantesan,gue gak pernah liat lo"
Suasana hening mulai kembali memasuki diantara mereka.
Terlihat dua sosok laki-laki yang membawa setumpuk buku penuh menutupi dada mereka,sampai ia harus mendongak agar bisa melihat kedepan.
"Woi woi cewek cantik tuh bro",bisik lelaki berbadan kekar sambil menyenggol badan temannya yang berada tepat disampingnya
Alhasil jalannya yang sedari tadi lurus jadi oleng mengarah ke arah Ayla yang sedang berjalan lurus,
Bruuk
Terjadilah kejadian yang sering muncul didalam drama romantis.Lelaki tersebut menabrak tubuh Ayla sampai terjatuh begitu pula dengannya dan buku-buku yang dibawanya,sehingga mereka berdua jatuh terduduk diatas lantai.
Melihat Ayla yang memekik kesakitan Dias langsung menyalurkan tangannya untuk membantu,yang disambut langsung oleh Ayla.
Lelaki yang sedari tadi duduk dilantai pun ikut berdiri dengan wajah yang masih tertunduk sambil membersihkan celananya yang kotor karena terjatuh tadi.
"Maaf ya gue gak senga-",omangannya terhenti ketika matanya melihat sesosok perempuan yang indah dihadapannya
"Ya gapapa",jawab Ayla dengan wajah dongkolnya
Saat Ayla dan Dias akan kembali untuk melanjutkan perjalanan mereka,langkah mereka terhenti karena seseorang menarik tangan kanan Ayla dari belakang yang membuat Ayla berbalik menatap lelaki itu
"Boleh tau nama kamu?",ujarnya sambil menatap Ayla dengan tatapan yang tak bisa diartikan .
Belum sempat mendapat jawaban dari gadis yang ia tanyai,tangannya dilepas kasar oleh teman gadis itu"Lepas!"ucap Dias dengan tatapan mata tajam yang ia berikan untuk lelaki tersebut.
Dias dan Ayla pun melangkah cepat menuju kelas dengan tangan kanan Ayla yang digenggam Dias meninggalkan kedua laki-laki tersebut.
YOU ARE READING
Perfect
Romance"Boleh aku jujur?nggak,aku nggak baik-baik aja", Arqi yang sudah terkenal disosmed berkat bakatnya dibidang seni lukis,kini kembali membuat geger penggemarnya karena ia akan melukis seseorang setelah 5 tahun terakhir ia hanya melukis bagian organ tu...
