Seorang cowo yang sedang berjalan dengan langkah yang cukup besar, dengan deru nafas yang kasar dan mata yang memerah seperti habis menangis.
Cowo tersebut melangkah ke arah taman.
PLAKK...
Tamparan yang cukup keras mengenai pipi seorang cewe, cewe tersebut meringis kesakitan ketika pipi nya di tampar oleh cowo yang berada di depannya.
Cowo tersebut menampar Adisha cukup keras yang membuat sudut bibir Disha mengeluarkan darah.
"LU PEMBUNUH! LU NGERTI ENGGAK PERASAAN GUE KETIKA LU NUDUH GUE PEMBUNUH DISHAAA!" bentak cowo tersebut dengan wajah marah. Ia benar benar marah besar kepada Adisha.
Adisha hanya menggeleng kepala dan menahan tangisannya.
"A..ku bu..kan nuduh..ka..mu." ucap Disha dengan terbata bata.
"APA! APA BUKTI NYA KALO LU ENGGAK NUDUH GUE?!." geram cowo tersebut sambil mendorong Disha hingga terjatuh di tanah.
Brukk...
Runtuh lah air mata yang sudah Disha tahan. Disha merasa sakit di punggungnya tapi ada yang lebih sakit yaitu hatinya.
"LU JAHAT DIS, GUE ENGGAK NYANGKA TERNYATA LU SEJAHAT INI. GUE BODOH! GUE KECEWA SAMA LU." teriak cowo tersebut sambil memegang dadanya yang merasa sakit. Mata cowo tersebut berkaca kaca jika ia berkedip maka air mata yang ia genang di pelupuk matanya akan jatuh.
"Sa..kiiit Disha." lirih cowo tersebut meninggalkan Disha sedang menangis sesegukan. Disha juga merasakan sakit dibagian dadanya.
"Ma..maafin aku Rey." ucap Disha ia tak bisa menahan nangisnya hingga ia menangis dengan keras.
•••••••
Masih prolog guys
Semoga kalian suka sama cerita aku
Ini cerita pertama aku, semoga bisa terhibur.😜
YOU ARE READING
Reynal || Ongoing
Teen Fiction"Gue kira lu bintang di kegelapan gue ternyata meteor yang menerpa di kehidupan gue." Reynal Tentang kehidupan Reynal Arvandi Bimantara, seorang lelaki yang berparas dingin dan tampan. Reynal tidak pernah merasakan kebahagian dan kasih sayang atau...
