Enjoy it guysss🤗🤗🤗
-***-
Seorang gadis berambut sebahu sedang berjalan dengan terburu-buru di lorong gedung sekolahnya. Dengan wajah panik, gadis itu sedikit mengeluhkan posisi kelasnya yang jauh dari toilet. Membuatnya harus berjalan cukup lama dan melewati banyak orang di saat genting seperti ini.
Dengan jaket abu-abu yang dililitkan di pinggang dan sebuah rok abu-abu yang ia dekap di tangannya, ia berusaha senormal mungkin agar tidak menimbulkan keheranan bagi orang-orang di sekitarnya. Walaupun sebenarnya raut tegang tak bisqa ia tutupi dari wajahnya. Akan tetapi, karena jalannya yang tidak fokus ia pun tak sempat memperhatikan seorang pria yang baru saja keluar dari salah satu ruangan di depannya.
Brakkk. Duggg.
Bunyi tabrakan yang diiringi dengan suara benda jatuh baru saja terdengar. Tiba-tiba dahinya bertubrukan dengan suatu benda yang cukup keras dan liat. Mengakibatkan dirinya agak terpental pelan. Akan tetapi cukup berhasil membuatnya terjerembab ke atas lantai dengan tidak etis. Dan apa pula yang baru saja tersentuh oleh kedua tangannya. Keras, liat, dan bertekstur lembut. Belum sampai otaknya berpikir dengan jernih, suara seorang laki-laki terdengar di telinganya.
"Kau tidak apa-apa?" kata laki-laki yang berada di hadapannya.
Baru saja ia ingin mendongakkan kepalanya untuk melihat sosok itu, netranya melihat sebuah bungkusan pembalut yang terjatuh tepat di samping tangannya. Dan ketika menyadari bahwa itu adalah bungkusan pembalut yang sama dengan bungkusan pembalut yang ia selipkan ke lipatan rok yang ia bawa, tubuhnya pun menegang. Matanya membulat sempurna.
MAMPUS.
Dengan jantung yang berdegup kencang dan wajah yang memerah sempurna karena malu, ia pun langsung mengambil bungkusan tersebut dan berdiri dengan tergesa-gesa tanpa melihat laki-laki yang baru saja ia tabrak. Meninggalkan laki-laki tersebut yang sedang menaikkan sebelah alisnya dan berusahakeras tertawa dengan melipat bibirnya ke dalam melihat tingkah gadis yang baru saja menabraknya.
"Oh My God! Astaga Bella. Malu-maluin banget sih lo." Ujar seorang gadis kepada dirinya sendiri di depan cermin toilet sekolanya. Wajahnya kembali memerah malu ketika mengingat kejadian tadi. Ia bahkan tidak tahu siapa laki-laki yang ia tabrak.
Bella hanya berharap semoga laki-laki itu juga tidak mengenal dirinya dan mereka tidak akan pernah bertemu lagi. Yah, walaupun ia agak sangsi dengan hal itu karena hipotesis terbesarnya adalah laki-laki itu juga bersekolah di tempat yang sama dengannya.
Menghela napas pelan, ia pun berpikir positif bahwa laki-laki itu mungkin saja sudah lupa akan wajahnya. Ia pun membasuh wajahnya sekali lagi, mematikan kran dan bergegas untuk kembali ke kelas.
Baru saja ia keluar dari pintu toilet, ia baru menyadari bahwa bel telah berbunyi dan pembelajaran sudah dimulai sejak tadi. Dirinya pun tak menyangkal bahwa ia menghabiskan waktu cukup lama di toilet. Langsung saja ia bergegas menuju ke tempat loker untuk menyimpan roknya yang kotor karena dirinya yang baru datang bulan.
Bella pun melanjutkan perjaalanan menuju kelasnya berada. Akan tetapi, ketika dirinya baru saja menaiki tangga menuju lantai dua. Tiba-tiba ia teringat bahwa mata pelajaran yang sedang berlangsung di kelasnya saat ini adalah Bahasa Indonesia. Mata pelajaran yang diampu oleh guru paling killer di sekolah. Sekali lagi ditekankan, guru paling killer di sekolahnya. Guru paling killer. Oh God.
Cobaan apalagi ini, ya Tuhan. Ia pun bergegas berlari menuju ruang kelasnya yang berada di lantai dua paling pojok. Sial. Sedikit mengumpat karena posisi kelasnya yang sangat tidak strategis.
YOU ARE READING
CIRCUMPOLAR STAR
General Fiction[ON GOING] Bella kabur dari rumah dengan maksud menghindari sang ayah yang memaksa dirinya untuk meneruskan kuliah di jurusan bisnis dan terjun di perusahaan ayahnya. Padahal sejak kecil, ia sudah memproklamirkan kepada dunia bahwa cita-citanya adal...
