"Tidak ada yang pergi dari hati, tidak ada yang hilang dari sebuah kenangan."
"Kamu itu yah sudah saya peringatin beberapa kali agar kamu tidak telat saat masuk sekolah." ucap seorang guru sambil berkacak pinggang.
"Maaf Bu" ucap gadis itu dengan kepala menunduk.
"Kalau sekali dua kali pasti ibu maafkan, ini sudah beberapa kali kamu telat masuk sekolah. Sekarang apalagi alasan nya HAH?" ucap guru tadi dengan sedikit berteriak di akhir kalimat nya.
Untung saat ini lapangan tengah sepi karena murid yang lainnya sudah masuk ke ke dalam kelas karena pelajaran sudah mulai dari lima belas menit yang lalu.
"Sekali lagi Diana cuma minta maaf sama ibu" sesal gadis yang bernama Diana.
Ya, dia adalah Diana si pemeran utama dari cerita ini. Gadis yang sangat sederhana dengan senyuman manis yang bisa saja membuat kalian meleleh bila melihatnya. Diana itu cantik cuma dia itu agak sedikit petakilan.
"Yaudah Terserah kamu, sekarang kamu bersihin semua toilet yang ada di sekolah ini." Putus ibu guru itu.
Diana hanya mengangguk pasrah meskipun dia membalas ucapan guru itu semua omongan nya nggak akan pernah di dengar. Sebelum pergi Diana menyalimi guru tadi dengan memasang senyum manisnya.
****
Kringgg..
Suara bel istirahat berbunyi. Diana yang mendengar itu lantas mengambil tas nya yang ia simpan di bangku tadi. Karena sedari tadi Diana belum masuk ke kelas nya di karenakan menjalani hukumah yang ibu guru itu berikan.
"Eh Na sini" Teriak seorang siswi yang berada di bagian tengah bangku kantin.
Diana yang mendengar teriakan itu lantas menoleh dan membalas lambaian tangan siswi tadi. "Eh haii" Sapa Diana saat dia sudah duduk di bangku kantin.
"Gila lu Na gue kira lu kagak masuk hari ini" ucap gadis itu.
"Nana masuk kok cuma tadi telat jadi di hukum dulu bersihin semua toilet yang ada di sekolah" ucap Diana santai sembari meminum minuman siswi tadi.
"APA LO BERSIHIN NA?" kaget gadis itu.
Bukannya lebay atau apa yah cuma bayangin aja deh bersihin toliet sekolah yang gede ini. Toilet di sekolah ini bukan cuma ada satu atau dua tapi ada banyak.
"Iya, udah yah pel jangan nyerocos terus Nana laper nih" ucap Diana sambil mengelus perut nya yang rata.
"Pel pel lo kira gue kain pel hah!" Sewot gadis itu.
Diana yang mendengar itu hanya mengangkat bahu nya acuh dan berlalu pergi untuk memesan makanan.
Gadis yang memanggil Diana tadi itu adalah sahabat Diana namanya Pelangi Laksana. Emang namanya agak aneh sih tapi Pelangi itu cantik, baik, pinter pula. Pelangi itu kebalikan dari Diana kalau Diana itu suka senyum sama semua orang tapi Pelangi beda malah dia itu judes banget. Orang bilang dia itu Es Queen atau ratu es. Tapi menurut Diana pelangi itu warna yang selalu menemani hari hari Diana.
Diana kembali sambil membawa nampan yang berisi bakso dan langsung memakannya. Suara riuh kantin mengalihkan fokus Diana. Diana menoleh dan di saat itu juga senyum manis nya terbit di wajahnya. Bagaimana nggak rame coba orang yang Dateng itu adalah the most wanted boy sekolah Garuda ini. Mereka adalah Naga Aldevaro, Langit Dirgantara, dan Keano Alfan Irwansyah atau bisa di sebut KAI.
"Na lo masih suka sama dia?" Tanya pelangi.
Diana yang tadinya fokus melihat kearah pintu kantin kini beralih menatap wajah sahabat nya. "Iya La" jawab Diana lesu.
"Sampai kapan lo suka secara diam diam begini?"
"Nggak tau La, Nana bingung"
"Bingung kenapa Na?"
"Di satu sisi Nana nggak mau suka sama Naga karena Naga itu terlalu sulit untuk Nana gapai. Seperti dia langit Nana bumi nggak akan pernah bersatu, La. Tapi di sisi lain Nana suka berharap kalau Naga suatu saat bisa melirik Nana dan suka sama Nana"
"Bagaimana dia bisa ngelirik lo kalau lo nya aja nggak mau berusaha. Sesuatu yang mau kita gapai itu harus kita perjuangin Na. Kalau Lo cuma diem diem kaya gini mah lo kagak bakal mungkin bisa bersatu sama Naga" ucap Pelangi meyakinkan Diana.
"Tapi Nana cewek La, masa Nana harus yang berjuang duluan?" Protes Diana.
"Terus menurut lo si Naga mau gitu merjuangin lo yang sama sekali nggak Naga kenal?" Tanya pelangi Diana hanya menggeleng sebagai jawaban. "Dengerin gue Na, lo boleh berjuang asal masih diatas ambang batas, lo boleh membantah kata kata bahwa cewek itu kodrat nya di kejar bukan mengejar, dan lo juga boleh berhenti kalau suatu saat perjuangan lo nggak pernah di hargai. Lo paham kan maksud gue?" Lanjut Pelangi panjang lebar.
Diana hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban dan kembali memakan baksonya yang tadi sempat terhenti. Pelangi yang melihat itu hanya menghela nafas nya lelah.
****
Bel pulang berbunyi sejak lima menit yang lalu, tapi Diana masih betah berdiam diri di dalam kelas menunggu parkiran sepi.
"Tuhan Diana harus apa?" Ucap Diana dengan menghela nafas pasrah.
"Apa Diana harus ngikutin apa kata Pelangi? Tuhan tolong kasih tau Diana" ucap Diana pada dirinya sendiri.
Diana pun berjalan meninggalkan kelasnya dengan bahu menurun. Hari ini mood nya sangat buruk. Diana menunggu di halte dekat sekolah untuk menaiki angkutan umum yang lewat.
***
TBC
Jangan lupa "VOTE"
Jangan lupa "KOMENTAR"
YOU ARE READING
DIANAGA
Teen FictionUntuk Naga dari Diana. Tenang saja,aku tidak akan mengejarmu lagi. Aku lelah mengikuti kamu yg terus berlari. Aku lelah memahami kamu yang tak pernah memberikan sesuatu yang pasti. Setiap perasaan butuh kepastian,sementara kamu betah mempermainkan...
