14.| Feelling.

En başından başla
                                    

"Kau mau tau kenapa?"

"Ya."

"Dengar baik-baik. Aku berjalan di belakangmu kenapa? Karna jika kau tertidur secara tiba-tiba  lagi aku bisa menahanmu. Kau tidak akan terbentur ke lantai dan meninggikan bahaya. Lalu kenapa aku melarangmu berjalan terlalu dekat dengan dinding? Jika kau tertidur kepalamu bisa  terbentur kesana. Itu juga berbahaya. Jelas? Kau puas?"

Kai mematung. Apa ia terlalu menyusahkan gadis itu? Ia merasa sangat bersalah. "Kalau begitu biarkan saja aku jatuh. " Kai lalu berlari pergi ke depan.

"Hey! Jangan cepat-cepat!" Abigail susah payah mengejar Kai. Lalu saat sudah semakin dekat Kai tiba-tiba  berhenti tepat di luar rumah sakit.

Abigail berhasil memegang pundak Kai,lalu..

"Hey,kena kau."

Bruk!

Kai kembali kambuh. Pria itu jatuh menimpa Abigail sebagai kasurnya. Abigail berusaha berdiri,lalu menepuk-nepuk pipi Kai.

"Astaga! Kai?! Kau tertidur lagi?! Apa kau tidak apa-apa?!" Gadis itu kemudian meletakan tubuh Kai di  punggungnya lalu membawa  Kai masuk ke mobil.

Lea datang,ia melihat Abigail dengan nafas terburu-buru. "Maaf temanku meminta bantuan. Ada apa denganmu?"
Abigail tak menjawab. Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya laku ikut masuk ke dalam mobil.

━─ೋ❈ೋ─━

Kai membuka kembali matanya. Ia mengucek matanya lalu duduk. Ia memperhatikan sekitar,sampai matanya terhenti kala melihat  Abigail yang tertidur di sofa kecil.

Pria itu merasa bersalah. Ia menunduk. Rasa bersalahnya membuat ia mengutuki dirinya sendiri.

"Kau sudah bangun? Syukurlah. Aku akan ke kamar." Kai mengangkat kepalanya. Memperhatikan Abigail yang berjalan keluar kamarnya.

Kai turun dari kasurnya. Ia berjalan ke wastafel,lalu membasuh mukanya. Pria itu menatap cermin yang ada di depan wajahnya.

"Ck. Menyebalkan. " ia memandangi pantulan wajahnya lamat-lamat. Lalu terdengar suara ketukan pintu. Ia segera pergi ke arah suara berasal.

Pria itu membuka pintunya.
"Kau mau kopi?"

"Tidak." Abigail mengangguk. Ia kemudian berjalan pergi. Kai menutup pintu kamarnya kembali.

Disambarnya jaket hoodie berwarna abu-abu gelap,ia berjalan mendekati meja belajarnya,meraih sebuah botol kecil berisi beberapa pil,lalu memasukan botol itu ke dalam saku.

Pria itu kemudian berjalan keluar rumahnya,"Kau mau kemana?" Tanya Ibunya yang baru saja melihat dirinya lewat. "Hanya kedepan."

"Ajak adikmu. Ibu takut-"

"Aku hanya ke teras sebentar. Tidak akan lama. Lagipula aku baik-baik saja." Kai lalu segera berjalan pergi.

Satu-persatu ia tapakkan kakinya mengijaki beton keras. Ia berjalan sepanjang jalan.

Pria itu menunduk. Merasa merugikan orang lain karena penyakitnya. Sesekali menghela nafas panjang.

"Oh,Kai." Kai berhenti melangkah. Ia mengangkat kepalanya,lalu memandangi Taehyun yang berjalan mendekat. "Apa yang kau lakukan malam-malam begini?"

sleep boy ·· hueningkai [✓]Hikayelerin yaşadığı yer. Şimdi keşfedin