Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Prolog

51 14 24
                                        

"Jika kau sudah sudah bosan dengan hubungan ini dan tak lagi mencintaiku, benturkanlah kepalamu hingga amnesia lalu, cintai aku kembali dari awal." --

✨✨✨

"Clara! tunggu Clara, kita perlu bicara!" teriak seorang lelaki tengah mengejar perempuan berambut panjang dan bergaun pendek merah yang menghindari pria tersbut. 

"Clara!" 
HAPP-!

"Lepasin Al, aku udah ga ada rasa sama kamu, aku muak sama kamu" kata wanita itu sekaligus mencoba menghempaskan tangan kanan milik laki-laki yang bernama Al itu namun, tenaga nya tak cukup kuat untuk melakukan itu.

"Clara, aku mohon sama kamu, tolong jangan seperti ini. Kamu mau apa? mobil baru? apartemen baru? atau gaun, baju?hm? ngomong sama aku apa yang kamu inginkan tapi tolong, jangan tinggalin aku. Aku mohon!" pinta lelaki itu dengan wajah pucatnya ia berusaha meyakinkaan sang kekasih untuk tak meninggalkannya.

"Aku udah ga butuh lagi semuanya, aku udah bosan sama kamu.Kamu itu cuma bisa fokus sama kerjaan kamu dan anak angkat kamu itu! Bahkan saat aku minta perhatian kamu sekecil batu  dijalan pun kamu cuekin aku, ga dengerin aku!" ucap wanita yang diketahui bernama clara itu dengan emosi.  "Sebenernya aku ini siapa sih di hidup kamu! bahkan sampe anak yang ga kamu kenal asal usulnya. Anak pungu--" 

PLAKKKK!!

Belum sempat beberapa kata yang di ucapkan clara keluar dari bibir merah itu, Al menamparnya dengan emosi dan refleks. Karena Al tau kata apa selanjutnya yang akan di ucapkan oleh kekasihnya itu. Ralat mantan kekasih. Dia tak suka bila ada seseorang yang tak tahu menahu tentang kehidupannya namun malah mengingkut sertakan dan menyuarakan hal yang tak Al sukai

Semua orang di pinggir jalan itu pun menyaksikan adegan dua sejoli ini, dan membuat mereka menjadi pusat perhatian para manusia di sana.

Al yang tersadar dari apa yang dia lakukan itu pun, segera memeluk Clara.

"Ra, ak-aku ga bermaksud seperti itu. Maaf, maafin aku clar, stttt. udah ya jangan nangis"
Clara yang menangis dalam dekapan Al itupun segera memberontak dan mencoba melepaskan genggaman Al pada tangannya.

"LEPASIN AKU!! Disini kamu membuktikan kalau anak itu yang kamu pilih dari pada aku Al" 

"Clara, bu-bukan seperti itu, ya Tuhan" jawab Al dengan pasrah dengan nada yang mengecil, lalu mengusap wajahnya gusar.

"Lalu apa?! HA?" tanya clara dengan emosi dan masih dengan sesenggukkan kecil. "sekarang aku tanya. Kamu pilih aku apa anak sialan itu!" lanjutnya sambil menunjuk ke arah depan wajah Al.

"Jaga ucapan kamu clara!" 

"Apa! aku salah?" remehnya dengan tersenyum kecil.

"Clara tolong jangan seperti ini, kita udah dewasa harusnya kamu nger--"

"PILIH AKU APA ANAK ITU!" potong Clara dengan emosi.

"Clara~" cicit Al dengan wajah sulit untuk di tebak.

"Sekali lagi aku tanya! Pilih Anak itu atau aku!?"

Al menarik nafas dengan gusar dengan wajah sedihnya ia mengusap wajahnya dengan kasar.

"Maaf" cicit Al

"Sudah kuduga." sahutnya setelah mendengar jawaban dari Al ia langsung pergi dari area lokasi taman itu yang bertempat di sebelah rumah sakit.

"Arggghhhhh!!!!"

--------

Di bawah Sinaran lampu yang menghentakkan suasana, berbagai kumpulan manusia menikmati dentuman musik lagu yang begitu keras dan lampu berwarna warni mengelilingi ruangan.

Seorang gadis terlihat sempoyongan berusaha mengimbangi langkah kaki kecilnya keluar dari ruangan jahanam tersebut.

Gadis yang memakai pakaian kaos hitam big size serta celana pendek dengan rambut model bunny itu terlihat tak fokus saat berjalan, kepalanya pusing dan rasanya ingin mual.

"Shit!" umpatnya

"Hai manis?" goda lelaki paruh baya dengan keadaan setengah sadar mencolek dagu dan pipi putih Stella.

"Lepasin anjing!"

"Hahaha, kamu liar banget yah, sini sama saya"

Lelaki tua berbadan besar dengan perut buncit itu memegang kedua bahu Stella, mencoba menarik badan Stella. Namun Stella dengan segala kekuatannya berusaha untuk melepaskan dan menggunakan senjata jurusannya.

"Argghh!! Ban*s*t*." rintihnya kesakitan memegangi sesuatu yang sensitif.

Stella mencoba keluar dari ruangan itu melewati lorong-lorong gelap dan sepi dengan penglihatan yang kurang jelas.

'Ini semua gara-gara Leo!' batinnya emosi tak kuasa menahan kantuk  dan pusing yang menjalar di kepalanya.



Haiii hai-!

Welcome to my story yang kedua ✨✨
Jangan lupa di vote+comment yah tinggalkan jejak kalian
Lupyu

--istri nya Felix
Canda  say

HEARTBEATStories to obsess over. Discover now