Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

Hai, Rindu! (1)

17 2 0
                                        

"KAKAK SELALU BENAR DAN ADIK SELALU SALAH" semua murid mengulangi Undang-Undang mos yang sebelumnya dibacakan oleh seorang anggota OSIS.

"Bagossss. Sekarang gue akan memilih salah satu dari kalian buat maju kedepan"

Dio Samudra Ketua osis yang akan segera melepaskan jabatannya. Ini adalah tahun terakhirnya menjadi seorang Ketua Osis, jadi dia tak akan menyia-nyiakan kesempatan terakhirnya ini.

"Heh kamu maju" Dio menunjuk salah satu cewek yang sedari tadi ia perhatian tak fokus karena menguap.

Cewek itu berdiri lalu berjalan dengan malas-malasan kedepan. Ia tak ada sedikit pun rasa canggung ataupun tak enak karena berdiri diantara para anggota OSIS dan di depan banyak pasang mata

"Nama?" Dio seperti seolah sudah menyusun rencana untuk mengerjai gadis didepannya ini.

"Rindu Agatha Rinjani" jawab cewek itu malas

"Eum, jadi saya harus panggil kamu apa nih?" Dio bertanya seraya tersenyum, bukan senyum biasa melainkan serangai

"Rindu"

"Uwaaahhh, belum apa-apa bilang rindu" Dio tertawa mengejek karena sengaja membelokkan arah pembicaraan.

Udah jelek goblok lagi!!!

"Nama gue Rindu" Karena muak cewek yang bernama Rindu itu menjelaskan walau hanya sepatah kata.

"Ohhh bilang dong!"

"Oke jadi Rindu, Selamat karena lo udah kepilih sama gue. Gue orangnya pemilih lo" Dio menggoda

BODO AMAT BAMBANG!!!

"Oke langsung aja! Karena tadi gue liat lo nguap mulu jadi lo harus bisa buat satu ruangan ini gaada yang nguap" Dio menjelaskan tanpa melepas matanya dari Rindu

Emang gue peduli? Cih

"Emang lo gak pernah nguap? Cih cara bicara lo aja bikin orang ngantuk" Rindu membalas ucapan Dio dengan sinis dan menghadirkan seruan dari seluruh calon peserta didik baru

"Woaahhhh lo gaada akhlak ya sama Ketua, Hajar bosss"

Fajar Alfian, atau biasa dipanggil Al itu mengompor-ngompori Dio

"UNDANG-UNDANG MOS APA????!" Dio berteriak bertanya

"SEMUA YANG DIUCAPKAN ADALAH PERINTAH!! KAMI HARUS DAN WAJIB MELAKSANAKANNYA"

Dio tersenyum puas lalu menatap Rindu kembali

"Kalo gue gak mau?!"

"Ya silahkan kalo lo mau gak lulus Mos dan harus cari sekolah baru. Tapi gak bakal ada sekolah yang mau nerima lo, kalau lo mau tahu"

Ketua Osis bangsatt!!!

"Gimana?? Masih gak mau?"

"Gue harus ngapain?" Rindu menyerah daripada adu bacot mending ia turuti saja kelakuan Ketua Osis songong ini

"Ger, Sini deh" Dio memanggil Gerhana. Gerhana Saputra

"Lo harus nyanyi buat dia" Dio menatap Rindu dengan seringai

Dalam hati Rindu tertawa. Mungkin Kakak kelasnya ini belum tahu siapa dia sebenarnya

"Cuma gitu doang nih?" Tanya Rindu dengan menatap Dio dan Gerhana saling bergantian

"No. Lo juga harus Nembak dia! Nyanyi dulu baru nembak, oke?" Dio bertanya untuk memastikan jawaban dari Rindu apakah keberatan atau tidak. Tapi gadis itu malah mengambil alih Mic nya, yang berarti gadis itu menyetujuinya.

Hai, Rindu!Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora