O1.BERTEMU

158 28 10
                                        


1.dari pertemuan singkat ini semua dimulai. kisah cinta remaja yang rumit, kisah kita.


ALENIO MAHARDIKA
Pangeran jangkung berkulit putih. Tampan, pintar, kaya raya. Seperti biasa.
Moto hidup : nolong orang sama dengan ikut campur urusan mereka, jadi lebih baik gausah ditolong, soalnya gamau hidup ribet.


***

Mobil sport itu berlaju dengan kecepatan normal. Suasana pagi yang cerah membuat si pengemudi menyetir dengan santai sembari mendengarkan playlist lagu band Hindia.

Jalanan yang sepi membuat alenio tidak khawatir akan terlambat sampai ke sekolah.

Saat sedang tenang mengemudi alenio melirik se sosok gadis berseragam yang melambai-lambai ke arahnya dari persimpangan jalan. Tentu saja ale tidak peduli, saat ia hampir saja melewati gadis tersebut ale tersentak dan menginjak rem hingga kepalanya hampir menempel dengan setir mobil karena gadis itu secara cepat berlari ke tengah jalan.

"gila" celetuk ale sembari membuka pintu dan turun dari mobilnya.

"nyari mati?" suara berat ale membuat gadis dihadapannya terseyum aneh.

"Mati ngapain dicari entar juga datang sendiri!" Canda sang gadis.

Merasa garing karena tak ada respon dari ale membuat gadis itu kikuk.

"Anak smarta juga kan ya pernah liat soalnya?" basa-basi gadis itu mencoba mencairkan suasana.

"bukan" ketus ale. tetapi matanya fokus memperhatikan wajah gadis dihadapannya.

"Hahaha kocak banget orang lo famous" balas si gadis sembari tertawa garing

Ale merasa waktunya terbuang sia-sia jika ia terus meladeni gadis aneh yang menghentikan jalannya ini. Sesaat kemudian ale perlahan membuka pintu mobilnya kembali berniat masuk meninggalkan gadis ini.

Melihat pergerakan alenio sontak gadis ini langsung menghadang ale dengan tangannya.

"eh tunggu!" Teriak sang gadis yang membuat ale diam.

" boleh gak gue numpang? gue kan juga anak ARTANA. gue tuh tadi udah naik taksi tapi mogok. mau naik ojeg online ga ada yang mau, mau di anterin supir gue dia nganter mama, mau--"

"ga peduli" kata ale cepat memotong gadis itu berbicara dan langsung masuk kedalam mobilnya.

"orang lagi kesusahan juga, dasar ga prikemanusiaan" teriak gadis itu sembari mengetuk kaca mobil ale yang tertutup

Ale melihat wajah gadis itu dari dalam mobil. Wajah gadis itu memang sudah terlihat memelas, bingung dan panik. Ale kemudian menurunkan kaca mobilnya

"Naik" kata ale

"hah?"

"oke gue cabut" kata ale cepat

"eh iyaa naik  tunggu bentarr!" gadis itu terbirit-birit berlari masuk kedalam mobil ale

dalam perjalanan hanya ada keheningan, ale hanya diam begitu pula gadis itu. Tidak ada yang berinisiatif membuka obrolan.

"Aduh malu banget, harga diri gue kegores karena minta nebeng ke alenio, kalo bukan karena kepepet ga lagi-lagi deh minta tebengan ke orang lain" gadis itu mendumel dalam hatinya.

20 menit berlalu. Mobil ale sudah terpakir diparkiran SMA Artana. Baru satu detik mesin mobil dimatikan, gadis itu itu langsung keluar mobil dan berlari menuju koridor tanpa mengatakan apapun kepada dirinya.

"aneh" celetuk alenio.












Halo gais! jadi ini cerita pertama aku, semoga kalian suka ya
Maap kalo masi gj² gimana gitu:v
Ini cerita asli hasil pemikiran otak aku jadi ga copas dari yang lain!
jangan lupa terus vote dan komen dan follow ya!

ALEDANTE || [END] ✓✓Stories to obsess over. Discover now