1. Awal Pertemuan

470 37 14
                                        

HALO! aku masih pemula nih, jadi maklumin ya kalo masih gmn gtu:v

follow akun wattpad dan ig aku ya..
lunnaaa11
ig: lunaaa11_

happy reading!

****

Rasa tertarik itu pertama kali muncul ketika aku melihat senyum mu.

-Alvin Ganendra.

Tin tin!

Tin tin!

Tin tin!

Laki-laki berseragam putih abu-abu itu melirik jam tangan hitam mahal miliknya, pukul 07.24. "Gerbang ditutup jam 7 anying," Dia pusing sekarang, jadinya dia memencet klakson motornya berkali-kali hingga membuat kebisingan disekitar kemacetan itu. Maklumlah ya, people di Indonesia memang segitu gak sabaran nya. Tapi berhubung dia ganteng, jadi gak papa lah. Kalau yang gak ganteng gaboleh! Canda.

"Berisik! Udah tahu lagi macet juga!" ujar bapa-bapa pengendara motor disamping Alvin. Tetapi Alvin tidak menghiraukannya dan tetap membunyikan klakson.

"Heh bocah! Berisik brengsek!" umpat emak-emak yang sampai turun dari motor nya untuk menghampiri Alvin.

Mampus dah emak-emak anying. Batin Alvin sambil menatap ngeri emak-emak tersebut.

Plak!

Lemparan tas selempang milik emak-emak tersebut melayang dengan sempurna mengenai kepala Alvin. Untungnya saja Alvin memakai helm. Kemudian Alvin pun menaikkan kaca helm nya dan langsung meminta maaf daripada dia kena gebuk lagi.

"Meuni kasep pisan maneh," puji emak-emak tersebut membuat Alvin tersenyum, baru saja ia ingin berterimakasih, tetapi emak-emak tersebut sudah menyela duluan "Tapi otaknya gak dipake buat apa?"

Jleb.

****

Akhirnya ia sampai disekolah, dan benar saja apa yang telah dipikirkan nya, gerbang sudah ditutup. Terlintas dipikiran ingin ngoceh-ngoceh atau bahkan menyogok pak satpam agar mau membukakan gerbang, tetapi mengingat ketegasan bapak itu, ia jadi mengurungkan niat nya.

Mungkin kalian berpikir 'kok lembek banget sih? belom juga nyoba.' SALAH! Karena dulu sewaktu Alvin telat pernah ia memelas kepada pak satpam agar mau membukakan gerbang untuknya, tetapi apa yang Alvin dapat? Ia di bantai, eh dipukulin pake sapu! Sadis banget tu satpam. Jadilah ia tak jadi masuk lewat gerbang. Satpam sekolahnya sangat tegas dan disiplin.

Alvin juga tipe orang yang rajin datang tepat waktu kesekolah, tidak seperti yang lain, bebas masuk keluar sekolah udah kayak sekolahan bapak sendiri.

Kemudian ia baru ingat kalau ada akses jalan lain untuk masuk ke sekolah. Manjat tembok belakang sekolah, good job, boy!

"Ketauan guru nggak sih njing? ah bodoamat lah lanjuttt!" dengan pede nya Alvin berkata begitu, padahal guru disana bisa dibilang cukup ganas. Tetapi Alvin tetaplah Alvin. Cowok itu butuh sedikit tantangan pagi ini.

Lalu ia pun berjalan menuju belakang sekolah.

"Ketemu lagi gue sama nih tembok." ucap Alvin sambil menepuk-nepuk dinding tembok itu, lalu mulai memanjat dengan gampangnya.

Akhirnya acara manjat-memanjat tembok selesai, ia berhasil masuk ke dalam sekolah dan beruntung tidak ada guru yang sedang patroli. "Ahh selamat," gumam Alvinn lega sambil mengusap dada. Akan tetapi kelegaan itu hanya berlangsung sesaat.

ALVISHAStories to obsess over. Discover now