Dulu kita tertawa dan bercanda ria, sekarang kita hanya seperti manusia yang tidak saling mengenal
"Ferro tungguin akuu"panggil gadis manis dan imut itu sambil mengejar Ferro yang berlari. Keduanya sedang berlarian dihalaman rumah gadis itu. Halamannya sungguh besar, sehingga mereka dapat bermain lari larian dan kejar kejaran.
"Sini kalo berani tangkep aku"ejek Ferro menghindari gadis kecil itu.
Gadis kecil itu terus berlari mengejar Ferro, sampai sampai dia tidak fokus pada jalan yang berada didepannya, ada batu besar. Dan itu membuat gadis kecil itu terjatuh.
"Aww...."ringgis gadis itu. Melihat darah mengalir pada lutut kecilnya. Ferro yang menyadari itu langsung menghampiri gadis kecil itu. Menenangkannya agar tidak menangis.
"Kamu sihh"rengek gadis itu. Menunjukkan raut wajah cemberut, menandakan gadis itu akan segera menangis.
"Maaf Zeff" mengambil sapu tangannya lalu menutup luka yang berada di lutut Zeff. Nama gadis kecil itu adalah Zeff, dia sungguh lucu dan imut. Panggilan kesayangan yang diberikan Ferro.
"BUNDDAAA!!!! FERROO NAKALLL"teriak Zeff, karna dia tidak suka dengan yang namanya darah. Membuat nya takut. Padahal lukanya sudah ditutupin dengan sapu tangan Ferro.
Mendengar teriakan sang anak, Bunda langsung keluar dari rumahnya, dan menghampiri kedua nya. Bunda Zeff tidak terkejut, karna mereka sering bermain sampai seperti ini. Menurutnya itu akan membuat persahabatan mereka semakin erat.
Mereka langsung masuk kedalam rumah untuk mengobati luka Zeff. Yang masih merengek, Ferro melihatnya dengan rasa kasihan sekaligus menahan tawa. Karna Zeff terlihat sangat lucu.
***
Seorang laki laki menyalakan mesin motor nya ketika sudah berpamitan kepada kedua orang tuanya, untuk berangkat ke sekolahnya.
Laki laki tersebut bernama Alvaro Fernando. Dia juga terkenal disekolahnya. Alvaro menjabat sebagai ketua OSIS, jadi wajar saja jika Alvaro terkenal. Dia pandai dalam hal beladiri, tetapi dia menggunakan nya dengan hal baik, dan tidak ikut geng geng an, pikirnya itu hanya membuang-buang waktu saja. Ini adalah ajaran baru, yang dimana Alvaro naik ke kelas 2 SMA.
Alvaro mengendarai motor dengan kecepatan rata rata. Sampai sampai dia lupa kalau jam sudah menunjukkan pukul 06.45. dia masih mengendarai motor nya dengan pelan. Tak disangka Alvaro melihat seorang perempuan yang memakai seragam seperti nya. Pasti dia sekolah disekolah yang sama dengan Alvaro.
Alvaro menghentikan motornya dan membuka helm nya. Lalu berjalan ke arah perempuan itu, seperti nya dia mengenali siapa perempuan itu. Semakin dekat dan Alvaro semakin yakin bahwa kini sekian lama tidak bertemu dengannya, Alvaro bisa menatap wajahnya.
Tetapi ketika mengingatnya lagi, itu membuat Alvaro merasa sakit. Alvaro mencoba menjauh dari perempuan yang kini belum menyadari keberadaan nya. Perlahan dia menjauh dan berjalan ke arah dimana ia meletakkan motornya.
Dilihatnya kini perempuan itu sedang bersama seorang laki laki yang lagi lagi Alvaro kenali.
"Om Damar"
Alvaro tak mau mengingat itu lagi. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi dari situ. Sekilas Alvaro melirik jam tangannya, Alvaro telat. Jam sudah menunjukkan pukul 06.55 yang artinya dia akan telat.
YOU ARE READING
ALLUNA
Teen Fiction"Kamu mungkin memegang tanganku untuk sementara waktu, tetapi kamu memegang hatiku selamanya." "Walaupun kamu tidak mengingatku, aku akan selalu berada disampingmu" - Alvaro Fernando . . . Takdir mempertemukan mereka? Tetapi semua nya tidak kembali...
