Bab 1

262 58 67
                                        

Andira Maheswari, kalau kalian pikir mahasiswi ini bak tokoh-tokoh novel yang melambangkan kesempurnaan, maka Andira, begitu anti dengan yang namanya kesempurnaan atau kecantikan yang biasanya diidam-idamkan gadis seusianya. Andira selalu bersikap untuk biasa saja pada semuanya. Dan satu hal yang ia benci, keramaian.

Saat Andira melewati masa-masa Ospek di kampusnya-yang kata orang-orang adalah ajang mencari gebetan, mungkin lebih tepatnya mencari senior-senior yang wajahnya bisa dibilang bukan manusia lagi, itu yang dibilang Aruna atau yang sering dipanggil Runa, sahabat baru Andira sejak hari pertama Ospek-hidupnya sudah tidak setenang dulu lagi.

Runa yang sekarang menjabat sebagai ekor Andira, memang sebelas-duabelas dengan Andira tapi bedanya, Runa lebih enerjik dan semangat dibandingkan dengan Andira yang seperti air selalu mengikuti arus dan lebih memilih menyendiri. Awal mereka bertemu saja karena Runa melihat Andira yang sedang makan bekal sendirian di danau belakang gedung kampus.

Sejak saat itu, Runa selalu membuntuti Andira kemanapun. Runa sendiri memang belum mendapat teman sejak awal masuk, dan akhirnya ia memilih Andira untuk menjadi kepalanya dan Runa sebagai ekornya.

Sifat mereka yang tidak suka keramaian membuat mereka semakin dekat, apalagi sifat Andira yang dingin dan cuek bertemu dengan Runa yang riang dan semangat membuat keduanya saling melengkapi.

Sehari sebelum masa Ospek berakhir, para senior mereka memberikan games sebagai penutupan Ospek. Peraturan games tersebut adalah setiap mahasiswa baru harus mencari satu mahasiswa semester 6 di kampus ini dan harus berlawanan gender dari si pemain dan satu lagi, mahasiswa yang dipilih tidak boleh mengatakan ia sudah semester berapa. Jadi mereka harus menarik siapapun yang menurut mereka mahasiswa semester 6.

"Duh Dir, gue dikasih games kayak gini? Gue jagonya."

"Yaudah, sekarang bantuin gue juga kalo gitu." Runa pun langsung menarik tangan Andira dan membawanya pergi mencari seseorang.

"Mau kemana sih Run." gerutu Andira karena sejak tadi mereka sudah mengelilingi gedung kampus 3 kali.

"Ih, gue tuh lagi nyari temen abang gue yang semester 6."

"Ck." decak Andira singkat dan langsung menyambar ransel dan merogoh mencari sesuatu di tas itu.

Andira pun mendapatkan apa yang dicarinya, ponsel Runa.

"Siapa nama temen abang lo?"

"Pinter banget deh lo Dir, makin sayang gue." Andira hanya menjawabnya dengan memutar bola matanya.

"Kak Aksa temen abang."

"Nih lo aja yang ngomong." Andira menyodorkan ponsel itu ke Runa.

"Halo kak, gue Runa."

"Ga usah lo bilang dia juga udah tau Run." ucap Andira.

"Eh iya ya?"

"Lo dimana, gue ada perlu nih, bisa ketemu gak?" tanya Runa pada orang di seberang sana.

"Gimana Run?" tanya Andira.

"Dia OTW kesini." sambil mengacungkan jempolnya.

AksaraStories to obsess over. Discover now